
''hei, ini sebentar lagi bakalan malam. Kau tidak pulang, kepala badak 🦏?". 😒 Tanya Leo yang mencoba untuk mengusir Alex dari rumah secara halus dengan mengingatkan bahwa sekarang sudah petang terlebih lagi dikarenakan suasana panas membuat mereka lupa akan waktu.
hei, siapa yang kau panggil kepala badak, hah?!.💢 Alex merasa kesal dalam hati saat Leo menyebutnya si kepala badak dan ingin sekali mengamuk padanya namun dia terpaksa mengurungkan niatnya itu karena masih ingat bahwa Leo adalah saudara tertua Keira sehingga yang bisa dilakukan Alex adalah bersabar walaupun bersabar menghadapi orang lain itu berat rasanya.
'' jangan khawatir. Aku akan mengantarmu keluar dari tempat ini''. Leo mencoba tersenyum sebaik mungkin sangat mengajukan dirinya walaupun ia sangat malas melakukannya ke laki-laki yang telah merebut sang adik darinya.
dasar pembohong. Aku yakin pasti ada suatu rencana yang dia siapkan untukku. Mungkin saja ia berniat menguburku hidup-hidup di hutan atau melemparku ke tengah-tengah hutan untuk dimakan binatang buas.
Maafkan aku Keira karena aku telah berpikir begituan terhadap kakakmu namun aku tahu bahwa cinta berlebihan terhadap seorang saudara bisa membuatnya melakukan hal yang ekstrem.
Aku tidak mau ia mencoba memisahkanku darimu karena keegoisannya itu padahal ia sendiri sudah punya kekasih. Lagipula, siapa yang mau pulang?. Si sedang berada di rumah sekarang.
''jangan khawatir. Hari ini aku menginap disini dan aku sudah minta izin dengan Keira. Bukankah begitu, Keira?".
Hah? apa?! kapan dia minta izin sama aku?!. Kau ini mencari gara-gara ya?!.
Keira terkejut saat mendengar Alex bahwa ia telah mengizinkan Alex untuk menginap padahal kenyataannya adalah tidak dan Leo juga terkejut mendengarnya apalagi Myesha dan Dion sedangkan Tania? ia mendadak diam sesaat saat membaca sebuah pesan yang masuk kedalam ponselnya.
''Alex, ikut aku''.Ujar Keira bangkit lalu pergi dan Alex mengikutinya dari belakang.
Cih, apa yang dibicarakan oleh mereka?.
Leo akan beranjak bangkit karena penasaran dan ingin mendengarkan percakapan mereka tapi Myesha mencegahnya dengan menarik tangannya sehingga Leo kembali duduk.
''Tunggu disini. Jangan ikut campur, mengerti?". Ucap Myesha dengan memberikan sebuah tatapan maut kepadanya.
"Ng... baiklah tapi jangan menatapku begitu"💦Ucap Leo yang mengalihkan pandangannya ke arah lain karena merasa takut dengan tatapan matanya Myesha.
Sementara itu…
Keira berhenti di depan pintu ruangan perpustakaan dan begitu juga dengan Alex lalu Keira membalik badan dan menatapnya dengan tatapan kesal.
''kau ini sudah gila yah!? mengapa kau berbohong Kepada saudaraku dengan mengatakan bahwa kau akan menginap dan mengatakan bahwa aku mengizinkanmu menginap disini?!. Kau sengaja membuat Kak Leo semakin kesal,yah ?! ''.
''hei, dia yang mulai duluan, bukan aku!. Lagipula siapa bilang bahwa aku berbohong?".
"maksudmu?". Keira tidak mengerti dengan maksud ucapan Alex.
Alex tersenyum dengan senyuman yang tidak bisa diartikan lalu mendekatkan wajahnya ke Keira sehingga Jantung Keira berdetak cepat karenanya.
''aku mau menginap malam ini disini''.
''apa?!. Yang benar saja Alex. Kau ini punya rumah, kembali saja kerumahmu. dasar menyebalkan''.
''aku tidak mau pulang''. Alex bersikukuh dengan keinginannya itu yang membuat Keira semakin kesal karenanya.
''dasar keras kepala!. Pantas saja saudaraku mengejekmu dengan sebutan kepala badak. Keinginanmu sangat keras bagaikan seekor badak. Sebagai kepala rumah, Pokoknya aku tidak akan mengizinkanmu menginap di sini, titik!''. Keira berpaling dari Alex dan berniat berjalan meninggalkannya namun ia urungkan saat Alex mendadak memeluknya dari belakang sehingga ia terkejut dengan apa yang dilakukan Alex.
Mengapa kau mendadak memelukku begini, Alex? yang kau lakukan membuat jantungku berdetak kencang.Ucap Keira secara batin ditambah lagi dengan Pipinya yang menjadi merah merona.
Keira ingin mengatakan sesuatu seperti bertanya atau mengomel tapi tidak bisa ia lakukan karena debaran jantungnya membuat lidahnya menjadi kelu dan sulit ingin mengatakan sesuatu sehingga mau tidak mau ia harus menunggu Alex mengatakan sesuatu.
''aku… tidak mau pulang karena ayahku… sedang ada disana". Ucap Alex Secara lirih sambil mempererat pelukannya dan menyandarkan kepalanya di bahu kirinya Keira.
eh? ayahnya…? jujur saja, aku tidak tahu seperti apa ayahnya namun entah mengapa rasanya hubungan antara Alex dengan ayahnya terbilang tidak baik. pikir Keira saat mendengar ucapan Alex yang tersimpan sebuah kesedihan dan kebencian didalamnya.
''ayahmu? apakah hubunganmu dengannya sedang tidak baik?".
Keira bertanya memastikan keingintahuannya sambil menoleh kearah Alex.
Mungkin sebaiknya aku menceritakannya kepada Keira. Cepat atau lambat ia harus tahu.Pikir Alex. Ia melepaskan pelukannya lalu ia membalik tubuh Keira sehingga mereka saling berhadapan dan bertatapan mata.
Kesedihan, kebencian dan kemarahan…
semua menjadi satu saat melihat bola mata birumu yang bagaikan es, Alex...
tatapan itu merupakan tatapan mata yang sama dengan tatapan mataku dulu saat merasakan terabaikan dan tidak dicintai oleh papa Tristan dan mama Emily.
Mengapa rasanya sakit saat melihatmu begitu sedih dan marah saat melihat tatapanmu walaupun aku tahu bahwa tatapan mata itu tidak ditujukan untukku melainkan kepada orang lain…?. Ucap Keira dalam batinnya saat ia terpaku dengan bola mata kiri Alex.
''hubunganku dengan si kambing tua itu tidaklah baik… ia tidak seperti tuan Hara yang memberikan kasih sayang yang berlimpah dan hangat kepada anak-anaknya, ia justru sebaliknya.
Ia egois, ia berhati dingin dan keras seperti batu. dalam hidupnya, dan tahta dalam dunia bisnis lebih penting dan berarti daripada keluarganya sendiri.
Ambisinya yang terus ingin mencapai puncak, telah menimbulkan banyak korban. Ada perusahaan yang hancur dibuatnya, ia juga merebut perusahaan orang lain sehingga banyak orang yang berimbas kepadanya bahkan…".
"bahkan apa?". Tanya Keira saat merasa ada yang menggantung pada kalimat yang dilontarkan Alex.
"bahkan… ia mengorbankan kebahagiaan anak-anaknya sendiri". Ucap Alex lirih yang menyimpan kesedihan dan kepedihan didalamnya. Melihatnya dan mendengarnya membuatnya terdiam. Ia tidak tahu harus apa saat mendengarnya namun tubuhnya secara refleks memeluk laki-laki yang berdiri di hadapannya itu.
Saat Keira memeluknya, Alex membalas pelukan itu dengan erat seakan-akan ia melimpahkan kesedihan dan kepedihan dalam hidupnya di pelukan gadis itu walaupun Alex tidak menitikkan air mata karena dalam hatinya sendiri telah menangis.
''Jangan bersedih lagi… aku ada untukmu… jika kau merasa sedih, ataupun mengalami masalah dalam kehidupanmu, kau bisa mengutarakannya kepadaku bahkan memelukku, Alex…
Aku tahu bahwa hidup tidak seindah yang diharapkan dan dibayangkan setiap orang namun yakinlah bahwa suatu hari nanti pasti akan indah''.
Ucap Keira menghibur sambil mengelus punggung Alex dalam pelukannya dan dibalas anggukan kepala oleh Alex.
''setidaknya dalam kehidupanku ini, aku bersyukur karena telah bertemu dan Memiliki dirimu Keira walaupun aku tahu bahwa dirimu kepadaku selama ini hanyalah setengah hati, namun aku tidak akan bertanya apa yang menghalangimu memberikan hatimu kepadaku seutuhnya karena aku yakin bahwa suatu hari nanti cinta dan perasaanku kepadamu bisa meruntuhkan tembok besar penghalang itu sehingga aku mendapatkan hatimu seutuhnya dan kau mengatakan perasaanmu kepadaku…".
Keira terdiam sejenak mendengar ucapan Alex. Ia tidak menyangka bahwa Alex tahu bahwa ia menjalani hubungan antara ia dan Alex hanyalah setengah hati namun Alex tidak mempermasalahkan dan mempertanyakan mengapa Keira hanya memberikan setengah hati dalam hubungan mereka berdua.
dia telah memberikan hati dan perasaan yang seutuhnya kepadamu walaupun dia tidak pernah tahu bagaimana perasaanmu yang sesungguhnya, namun mengapa kau masih setengah hati kepadanya sedangkan secara perlahan kau mulai menerima perasaannya dan merasakan kenyamanan dan kehangatannya kepadamu ?.
Apakah sebenarnya kau tidak memiliki perasaan terhadap manusia ini?. Ucap dalam diri Keira lain yang tidak mengerti jalan pikiran dari sang tubuh utama itu sendiri.
Perasaan kalian bilang ? yah, Aku memiliki perasaan kepada Alex. Kalian tidak tahu betapa ingin sekali aku mengatakan kepadanya bahwa aku cintaku kepadanya telah tumbuh mekar…
kalian tidak tahu betapa ingin sekali aku mengatakan kepadanya bahwa aku juga mencintainya…
dan kalian tidak tahu betapa ingin sekali memberikan separuh hatiku lagi kepadanya…
namun aku menyadari bahwa aku dan Alex hidup di dunia yang berbeda.
dia adalah seorang manusia sedangkan aku… aku adalah seorang Werewolf…
perbedaan dunia Kamilah yang menjadi tembok penghalang dalam hubungaanku dengannya...
perbedaan dunia kamilah yang membuatku hanya memberikan separuh hati kepadanya sebagai pelindung untuk hatiku jika suatu saat nanti, saat Alex mengetahuinya dan memilih pergi nanti, aku tidak akan merasa terluka karena meninggalkanku yang bukan manusia sesungguhnya...
apakah tidak percaya dengan cinta Alex sehingga kau berpikir begitu…?
aku percaya namun apakah ada jaminan bahwa saat suatu hari nanti Alex tahu bahwa aku adalah seorang Werewolf, apakah ia tidak akan meninggalkanku?.
apakah ada jaminan bahwa ia akan tetap mencintaiku dan menerimaku apa adanya walaupun ia tahu bahwa aku adalah seorang Werewolf…?. Kita sendiri tidak akan Pernah tahu takdir dalam hubungan kami apakah bahagia atau saling meninggalkan?.
Ucap Keira yang merasa pesimistis dalam hubungannya kepada dirinya yang lain sehingga bagian dari dirinya tidak tahu harus berkata apa dalam hubungan yang terjalin dan terhalang oleh perbedaan dunia.
dalam sebuah hubungan…
cinta sepasang kekasih bagaikan sebuah dongeng modern.
entah berakhir bahagia, berakhir menyedihkan bahkan disaat bahagia, kesedihan menanti…
Tidakkah hubungan Keira dan Alex sungguh ironi…
jika saja dalam sebuah kehidupan dipandang sama, mungkin tidak akan ada sebuah perbedaan yang menjadi penghalang sebuah cinta kasih terhadap dua makhluk hidup antara Alex sang makhluk mortal dan Keira sang makhluk supernatural.
Namun saat hati telah memilih, cinta yang kuat dan tulus akan menjadi cinta sejati dan Saat cinta biasa menjadi cinta sejati maka, semua penghalang pasti akan dilewati dan tembok penghalang akan hancur dengan sendirinya.
dan takdir tidak bisa memisahkan mereka berdua walaupun tanpa mereka sadari bahwa ikatan cinta dan kasih sayang mereka sangatlah kuat dari apapun bahkan dari siapapun…