The Hot Blood Of Saga

The Hot Blood Of Saga
Chapter 96 : A Promise



Sementara itu di kediaman Silvana…


"terima kasih untuk tehnya, Dallas".


"Sama-sama, Noah. Wah, aku tidak menyangka bahwa kau dan Alex datang kerumah kami. Udah gitu boncengan bareng sama Silvana lagi". Ucap Dallas yang tersenyum geli saat melihat dua laki-laki dibonceng oleh seorang gadis apalagi gadis yang membonceng mereka Noah dan temannya adalah Saudarinya sendiri.


Tapi ia tidak tega karena khawatir jika ia tertawa, akan menyakiti harga diri Noah apalagi dia sama-sama laki-laki.


"Ini pertama kalinya saudariku mengajak manusia kemari".


"Manusia?". Noah merasa bingung dengan ucapan Dallas yang menyebutkan kata manusia.


Biasanya orang akan berkata : ini pertama kalinya mengajak orang lain, laki-laki lain atau perempuan lain. Tapi mengapa ia mengatakan manusia?. Pikir Noah yang merasa kosakata Dallas memang aneh.


Andaikan saja Noah tahu siapa itu Silvana dan Dallas, mungkin ucapan Dallas menjadi benar baginya dan timbul kengerian baginya ketika menyadari bahwa dia berada di tempat tinggal salah satu Werewolf.


"Sanse dimana, Dalls?". Tanya Silvana yang menyadari bahwa Sanse tidak terlihat.


"Sanse?".


"saudaraku yang lain".


"Sanse berada ditempat biasa".


"oh"


"Aku tidak menyangka bahwa jarak rumahmu tidak jauh dari tempat rumah Keira".


"bukan cuma rumah kami saja, Tania juga punya rumah pribadi yang tidak jauh dari rumah kami. Ibaratnya seperti sisi segitiga".


"wow. Orang tua Tania baik juga mengizinkannya untuk tinggal di hutan".


"ng… tentu saja. Tinggal di wilayah Alam lebih menenangkan dan menyejukkan diri dibandingkan dengan tinggal di hirup pikuk perkotaan. Itulah mengapa aku dan kedua saudaraku tinggal di hutan. Membuat hidupku jauh dan nyaman dari paparazi".


"Aku bisa mengerti itu. Tapi mengapa kau sering tidur di kapal jika kau punya rumah?".


"aku suka laut. Sangat menenangkan dan gelap. Saat aku didalamnya, aku tidak perlu mendengar suara berisik yang mengusik pikiranku".


dan suara berisik itu berasal dari jeritan mereka di sana…


"itulah mengapa kau menjadi model dalam air".


"hihi. Begitulah… berkat itu aku menjadi Memiliki kemampuan untuk bisa bertahan lama didalam air. Bahkan aku bisa tidur didalamnya"


Mereka sibuk berbicara sehingga seekor kucing orange gembul dan montok bangun dari tidurnya. Ia bangkit dari tempat tidur kucing lalu berjalan menuju ke sang majikan tersayang.


"Meoong".


"Oh Moci, kau sudah bangun sayangku yang gembul seperti roti". Ucap Silvana sambil memangku kucing itu.


"kucingmu?".


"yup. Perkenalkan namanya Moci. Moci, perkenalkan Noah".


"halo Moci. gendutnya.Berapa kilo?".


"dulu tiga kilo sekarang jadi lima kilo".


"wah, kau memberinya banyak makan,yah".


Ucap Noah yang takjub melihat kucing gemuk sehingga ia mengelus kucing itu.


Mereka melanjutkan cerita mereka dan Dallas mendengarkan mereka bagaimana Noah berakhir di rumah Silvana karena awalnya Alex Ngotot ingin ke tempat Elias dimakamkan sehingga Silvana menyuruh salah satu prajuritnya untuk mengantar Alex ke tempat yang diinginkannya itu.


Mereka berbicara Hingga pintu rumah Silvana terbuka sendiri saat…


"Halo Silva, Dalls, dan Noah!?". Sapa Tania yang masuk ke dalam rumah Silvana dan tidak menyangka bahwa Noah Archer berada di rumah Silvana untuk pertama kalinya.


"Halo Tania".


"Halo".


"Halo Tan-AHHHH!!!".Noah beteriak kaget saat melihat sesosok hewan bertangan delapan di atas kepalanya sedangkan Silvana dan Dallas biasa saja karena Tania memang aneh dan sudah biasa dengan hewan yang memiliki tiga Jantung itu.


"maaf membuatmu kaget dengan peliharaanku, Noah. Perkenalkan guritaku Blob. Blop, ayo salam". Ucap Tania dan secara ajaibnya, Blob si gurita besar yang berada di atas kepala Tania menjulurkan tentakelnya ke Noah layaknya seseorang yang sedang berjabat tangan.


(Dan mengenai Bagaimana dan darimana Tania bisa mendapatkan Seekor gurita besar menjadi peliharanya akan diceritakan di chapter selanjutnya. Itu jika Para pembaca tersayang menginginkannya, ehe 😁).


"Ng… Noah". Ucap Noah yang terpaksa menyalami Blob karena Blob menunjukkan kesopanannya sebagai hewan.


Biasanya seorang gadis akan memelihara anjing, kucing, Kelinci atau hewan lucu apapun. Tapi gurita???. Wah wah wah.


"Plop mana?". Tanya Dallas saat mengambil Blob dari kepala Tania untuk bisa di letakkan di bak berisi air karena kasihan hewan itu mungkin lama di darat menemani Tania.


"Plop berada dirumah. Ia sedang menjaga anak-anak". Jawab Tania memberitahu Dallas tentang keberadaan gurita Tania yang lain.


Sementara itu…


"dingin, gelap dan menakutkan…


aku berusaha untuk keluar dari dalam tempat itu demi dia hingga yang tidak kusangka-sangka, Keira… dia datang mencariku dan berhasil menemukanku walaupun kami sama-sama terjebak di tempat itu dengan makhluk mengerikan yang ternyata dikutuk karena dosa-dosa mereka yang kejam.


Aku tidak tahu mengapa entah karena alergi jenis baru atau mungkin ada sebab lain. Apapun itu, Nyawa Keira sangat terancam dan aku takut kehilangannya.


Maka, dia yang tidak sadarkan diri di punggungku, aku mencoba menyelamatkan diri kami saat air sudah meninggi''. Alex kembali teringat saat ia bersusah payah untuk memanjat dinding sumur itu dibawah guyuran hujan dan Keira yang sekarat di gendongannya. Alex berjuang mati-matian untuk bisa naik ke atas hingga usahanya membuahkan hasil. ia berhasil naik ke atas permukaan dan sebuah keberuntungan baginya saat monster-monster itu tidak ada di sekitarnya.


'' suatu keberuntungan kerangka malam itu tidak berada di sekitar kami dan yang kulakukan pertama kali setelah berhasil naik adalah berlari sejauh mungkin untuk mencari tempat yang aman untukku dan untuk Keira. Aku berlari dan berlari hingga akhirnya aku tiba di gua dan semua keberuntungan aku bertemu dengan nenek menyebalkan itu, Mambayo. Sinenek menyebalkan yang mempunyai 15 ribu pengikut di sosial media. Entah apa yang dia lakukan sekarang disana…


Mambayo, walaupun dia menyebalkan tapi aku berhutang budi kepadanya karena menolong kami. dia juga menyelamatkan jiwa Keira. malam itu kami berlindung di tempat tinggalnya, dari Mambayo aku mengetahui tentang sejarah Mengapa Bukit hitam itu bisa ada makhluk-makhluk mengerikan seperti kerangka malam yang ternyata ada masa lalu kelam di dalamnya.


aku sangat bersyukur kami bisa selamat dan aku sangat bersyukur bahwa Keira Selamat dan baik-baik saja. Hidupku sangat tidak berarti Jika dia tiada…


Mungkin sekarang disana kau pasti bingung mengapa aku berbicara seperti ini padahal kau bisa melihatnya disana.


Aku ingin dirimu mengetahui bahwa cintaku padanya sebesar cintamu padanya.


Mungkin kau menganggap bahwa aku sangat menyedihkan bahwa aku memaksa gadis yang tidak tahu perasaannya padaku untuk menjadi milikku dan aku dianggap tidak lebih dari pelarian semata…


Tapi…


Aku sangat mencintainya, Elias. Aku hanya berharap bahwa suatu hari nanti akan ada tempat untukku dihatinya namun jangan khawatir, Walaupun dia mencintaiku posisimu tetap akan ada selalu dihatinya.


Baginya, kau adalah cinta pertama yang terindah dan tidak akan ada satu priapun yang akan merebut gelar itu darimu dan bagiku, Keira seperti bagian jiwaku yang telah lama hilang. Semenjak kehadirannya, ia membuatku menyadari apa itu cinta…


apa itu kasih sayang…


dan seperti apa itu cinta yang tulus.


Walaupun dia tidak mengajariku secara kata-kata, tapi bersamanya telah mengajariku semua itu.


karena itu,Ijinkanlah aku bersamanya...


Ijinkanlah aku untuk mencintainya…


Aku berjanji akan selalu menjaga dirinya".


Ucap Alex yang memohon izin kepada sang yang dipeluk oleh bumi untuk selamanya.


Ia bercerita dan meminta izin Elias untuk mendapatkan Keira.


Alex…


Sebegitukah cintamu kepadaku sehingga kau meminta izin kepadanya…?. Ucap Keira Secara batin saat ia mendengar sendiri ucapan Alex untuk memohon kepada Elias.


Angin bertiup sepoi-sepoi disekitar mereka.


Alex dapat merasakan kehadiran Elias disekitarnya walaupun tidak kasat mata hingga tatapannya tertuju kepada sesosok kupu-kupu biru yang terbang dan hinggap di atas nisan Elias.


''Alex… apakah kau tahu bahwa kupu-kupu melambangkan esensi atau jiwa seseorang?''


Hm, Alex tidak tahu bahwa kupu-kupu melambangkan jiwa, ibu. Apakah kupu-kupu juga memiliki makna, ibu?.


tentu saja sayang. Orang-orang pernah mengatakan bahwa kupu-kupu memiliki makna kehidupan, cinta… bahkan maknanya ada yang berbeda-beda tergantung pada warna sayapnya.


Woah… keren. Makhluk sekecil itu memiliki makna dalam. Apa-apa saja bu makna dari setiap warna kupu-kupu?. Tanya Alex kecil yang begitu antusias dengan cerita Dylan.


Hm… ibu kurang tahu tapi, ada satu warna yang ibu ketahui dan orang-orang Sangat suka jika bertemu dengan warna kupu-kupu itu.


Warna apa ibu?.


Biru…Ucap Dylan yang tersenyum memandang wajah putra kecilnya itu.


Biru?. mengapa biru?.


Karena kupu-kupu biru dikenal sebagai kupu-kupu yang paling indah diantara kupu-kupu lainnya apalagi maknanya yang melambangkan kegembiraan, perubahan keberuntungan bahkan mereka dipandang sebagai pembuat harapan Sehingga


kupu-kupu biru sering disebut perwakilan jiwa seseorang dan jika kau memikirkan seseorang yang tiada, kupu-kupu itu akan muncul sebagai bentuk dirinya yang lain di dunia ini dan memberikan harapan padamu.


Ucapan Dylan terngiang-ngiang di dalam pikirannya saat melihat kupu-kupu biru itu sehingga air mata Alex mengalir begitu saja.


"Ibu… hari ini aku melihat kupu-kupu ini di depan mataku, ibu…


Mungkinkah… Elias menyetujui diriku…?".


"Mungkin memang benar. Elias datang dan mewujudkan keinganmu, Alex". Ucap Keira yang berdiri di belakang Alex. Alex menoleh ke belakang dan ia melihat Keira tersenyum padanya.


Alex bangkit lalu menghampiri Keira seakan ia merasa bahwa Keira mendengar semuanya.


"Kau mendengar semua yang kuceritakan itu kepadanya?".


"tentu saja aku mendengarnya. Kau pikir aku akan setuju saja saat kau memintaku untuk membiarkanmu sendiri disini. Aku memang pergi sebentar tapi aku mendengarkan bagian yang penting.


Aku pernah dengar tentang kupu-kupu biru sehingga aku yakin bahwa Elias mengirimkan perwakilannya untuk merestui dirimu bersamaku". Ucap Keira sembari menghapus air mata Alex dengan tangannya.


"apa itu artinya…''.


''aku… akan membuka hatiku dirimu. Mungkin perlu waktu untuk bisa mencintaimu tapi apakah kau akan menunggu hingga cinta itu-". Keira tidak menyelesaikan kalimatnya saat Alex langsung memeluknya dengan erat saking bahagianya mendengar ucapan Keira.


"pasti. Aku akan menunggu dan akan aku pastikan kau akan mencintai diriku, Keira… Pasti". Bisik Alex dan Keira membalas pelukannya dengan bahagianya.