
saat duduk di tepi pantai...
"ayolah Tan, jangan bersedih begitu. Ini hanya masalah waktu saja. Nanti pasti secara perlahan pasti tumbuh". Kata Keira. Gadis itu menepuk punggung Tania sembari mencoba menghibur sahabatnya yang merasa sedih karena masih memiliki ukuran yang mirip seperti papan cucian.
"hiks, kau bisa berkata begitu padaku karena kau memiliki ukuran dada yang bagus. Kau beruntung memiliki ibu seperti yang mulia ratu yang memiliki tubuh bagus seperti jam pasir. Kau tidak tahu bagaimana rasanya memiliki ukuran dada yang mirip seperti papan cucian. Aku khawatir jika suatu hari aku punya putri dan jika ia tumbuh besar ia pasti akan mewarisi ukuran dadaku dan ia pasti akan bertanya-tanya mengapa dia memiliki dada yang rata seperti papan cucian".😢
Aish, Bagaimana caranya menghibur ini anak???
"Ayolah Tania. Yang dikatakan Keira benar lagipula, ada cara lain loh caranya untuk memperbesar dada selain keturunan".
"benarkah!? bagaimana caranya???".😃😃😃 matanya menatap ke Silvana dengan tatapan mata yang berbinar-binar saat Silvana memberikan sebuah harapan.
"hm... aku dengar katanya salah satunya... adalah dengan menggemukkan badan".
"kau... ini bergurau,ya?". Tatapan Tania kembali datar dan dingin setelah mendengar jawaban dari Silvana.
"hei, itu yang aku dengar dari manusia". 💦
"mana mungkin menggemukkan badan dapat terjadi pada kita. Kita ini Werewolf, memiliki badan ramping dan atletis adalah salah satu karunia dari bangsa kita. Jika wanita manusia makan banyak, yang ada menjadi lemak dan berakhir dengan kegemukan, berbeda dengan wanita dibangsa kita yang makan banyak akan menjadi otot dan tetap ramping".
Walaupun, Mengapa tidak sekalian saja aku diberikan Karunia memiliki dada seperti Keira atau Silvana sih.💢
"Tania benar juga, Silva".
Tapi sayang... ukuran dada tidak termasuk, yah...🙄
"tapi, setidaknya kau masih beruntung bahwa dadamu masih dalam pertumbuhan, Tania".
"heh? apa yang masih diuntungkan dengan dadaku yang masih dalam masa pertumbuhan sedangkan aku sudah enam belas tahun, Kei?".😖
"Ng... beruntungnya itu...ng...ah! kau bisa memakai baju model apapun tanpa merasa sesak. Hehe". Jawab Keira Setelah gadis itu berpikir panjang.💦
"yah. Keira benar Tan, lihat saja aku selama ini. Aku ini Model, dan kesukaanmu dalam berpakaian ialah model Innocent akan tetapi...".
"tetapi apa?". Tanya Tania setelah melihat Silvana menarik nafas panjang dan panjang. Bukan panjang lebar.
"karena dada besarku, banyak baju yang aku inginkan malah membuatku yang aturannya terlihat manis atau Innocent malah terlihat seksi. Ini sangat menyebalkan, disaat Melihat-lihat baju-baju yang manis malah tidak muat karena ukuran dadaku".😥
Silvana mencoba menjelaskan kepada Tania tentang kekurangan yang dialaminya karena ia berharap dengan begitu, Tania akan mengerti dan mencintai baik kelebihan dan kekurangan yang ada di tubuhnya. Seperti yang dikatakan orang-orang, cintailah dirimu sendiri. Lagi pula, sebenarnya pertumbuhan dada Tania hanya terlambat saja tumbuhnya seperti yang lain.
" kenapa kau tidak operasi mengecilkan dada saja ? kau termasuk anak kaya jadi ti-". 😯
BLEETAAK!!
"hei, kenapa kau memukul kepalaku, Silva? aku'kan hanya memberi saran".💢
"yah, tapi saranmu sungguh menyebalkan. Bagaimana bisa kau menyuruhku untuk merubah sesuatu ditubuhku yang menjadi karuniaku sejak lahir!?".💢
"hei, aku hanya memberimu saran agar kau bisa memakai baju yang kau inginkan dari dulu".💢
"oh yah?. Mengapa tidak kau saja yang operasi membesarkan dada!? kau bisa mendapatkan ukuran dada yang lebih besar dari Keira atau dariku. Kalau perlu, ukuran semangka sekalian".💢
BLEETAAK!!. kali ini, Tania memukul balik di kepala Silvana karena dia merasa kesal dengan pernyataan Silvana.
Waduh...! mereka bertengkar, nih. Pikir Keira saat melihat kedua sahabatnya sedang beragumen yang disebabkan hanya gara-gara masalah tentang dada dan dada.
"Ng, kali-".
"Hei, aku ini menyarankan tahu, dasar menyebalkan!".💢
"kau juga menyebalkan! makannmu lebih besar dan rakus, tapi malah punyamu yang menang dan berukuran cup C plus".💢
"hei, su-".
"oh yah! kau sendiri sangat menyebalkan sehingga saking menyebalkannya, dewi dada memperlambat pertumbuhan dadamu!".💢
Hei, yang benar saja dong, Mana ada dewi dada. Silvana asal bicara asal saja nih.😧 Aku harap Tania tidak per-.
"kau bilang... de-dewi dada telah mem-per-lam-bat pertumbuhan dadaku... !?".
Jangan beritahu aku bahwa anak ini percaya dengan ada nya Dewi dada.😧. Pikir Keira ketika menyadari bahwa dari syoknya Tania jelas ia mulai memikirkan ucapan Silvana.
"ah... maafkan aku, Tan. Aku tidak maksud...💦".
"oh, Dewi dada yang berada di antah berantah dimana kau berada..... mohon tambahkanlah ukuran dadaku ini, hiks. Aku berjanji gak akan mengatakan Silvana rakus lagi walaupun memang benar...". Ucap Tania dengan pose berdoa, ia menatap ke langit yang lagi cerahnya.
"Woi!"💢💢💢
Ck ck ck. Dasar Tania... Kok percaya banget adanya Dewi dada 😧. **** banget... Silvana lagi. Aku tidak tahu apakah aku senang atau sedih Memiliki sahabat seperti mereka...😥
"Ng...Tan. Mengenai perkataannya barusan mengenai de-".
"Maafkan aku,ya Silva". Ucap Tania sembari memeluk Silvana sehingga Silvana tidak menyelesaikan kalimatnya. Padahal ia mengarang saja tentang Dewi dada yang diucapkannya barusan karena marah. Semua ini hanya gara-gara ukuran dada.
"ah..... tidak apa-apa,kok. Aku minta maaf juga kok".
Walaupun Kaulah yang mulai. Mengenai Dewi dada, semoga saja ia melupakannya. Ucap Silvana secara batin sembari membalas pelukan Tania.
"Tapi, Silva... tidakkah kau terlalu cepat menerima manusia itu menjadi kekasihmu? kita tidak tahu apakah dia tulus atau tidak dan juga kita tidak tahu apakah dia adalah matemu atau tidak dan kita tidak tahu sejak kapan dan bagaimana bisa kalian menjadi dekat". Ucap Keira. Gadis itu membahas topik yang sebenarnya sebelum teralihkan gara-gara Tania dan dadanya.
"mengenai itu... aku yakin pada takdir bahwa Noah pasti juga Mate dalam hidupku ini, Kei. Entah mengapa rasanya aku sangat yakin akan itu...".
Aku juga merasakan hal yang sama denganmu, Silva... Aku yakin bahwa Elias juga Mateku namun... takdir merampasnya dariku...
gadis itu kembali bersedih. Ia kembali teringat saat salah satu dari anak keluarga Oerloom telah membunuh orang yang dia cintai. Ia bersedih saat mengingatnya namun ia tidak ingin menunjukkan kesedihannya itu di hadapan Tania dan Silvana. Terutama Silvana yang sedang berbahagia.
"selain itu, sebenarnya aku dan dia sudah lama mengenal satu sama lain saat masih kecil, saat aku masih manusia".
"Huh!?". Kedua gadis itu terkejut mengetahui bahwa selama ini Silvana dan Noah memiliki sejarah.
"ceritakan pada kami!". Kata Tania yang begitu penasaran dengan sejarah Silvana dan Noah Archer.
"aku akan menceritakannya tapi nanti,ya. Karena ceritanya bakalan panjang dan aku tidak mau menceritakannya disini".
"oke. Kau berutang penjelasan, kawan".
"pasti dan selain itu, kau jangan terlalumemikirkan tentang dadamu lagi, Tania. Dadamu hanya terlambat tumbuh saja dan juga...".
"juga apa???". Tanya Tania. Seketika Silvana menatap Tania menatapnya tajam tanpa ekspresi di wajahnya.
Sedangkan Keira? gadis itu malah diabaikan oleh mereka berdua.
"ukuran dada tidak menjamin bahwa sebuah pasangan itu setia . Ibuku buktinya, Ia memiliki tubuh indah dan wajah cantik. Ukuran dadaku menurun darinya namun ayahku yang brengsek menghianatinya dengan wanita sialan itu!. Apa yang kurang dari ibuku?. tubuhnya tetap langsing walaupun dia habis melahirkanku... ia setia juga selalu mengurusku dan laki-laki itu. Apalagi dia memiliki dada yang besar sehingga ibuku terlihat seksi di depannya. Namun, dari banyaknya pasangan di dunia ini hanya sedikit yang setia dan laki-laki itu bukanlah salah satu dari persenan sedikit itu".
Kok, ceritanya merembet ke sini sih? aku tidak enak mendengarnya.
Tania tidak merasa enak karena tanpa disadari, ia telah menabur garam diatas luka kehidupan Silvana.
"Ng...Sil-".
"mungkin Ibuku lupa bahwa dia adalah seorang laki-laki yang masih belum merasa puas. Hanya karena dia kaya, dia berhak mengkhianatiku dan ibuku!?".
"tidak. Dia tidak berhak. ya'kan, Kei?".
"benar. Dia tidak berhak mengkhianati wanita yang baik seperti ibumu".
"kau benar. Wanita Sialan itu! mengingatnya membuatku ingin segera mengakhiri hi-"
"mengakhiri siapa, Silvana?" Seseorang bertanya di belakang gadis itu. Ia terkejut saat ia berbalik melihatnya.