The Hot Blood Of Saga

The Hot Blood Of Saga
Chapter 212 : Prank



"apakah kau yakin?. Baiklah, terimakasih". Noah mengakhiri percakapan di ponsel dengan seseorang. dia yang telah berganti pakaian dengan piama terus menatap pakaian yang dipakainya hari ini di tempat tidur.


Benar tuan muda. Pakaian yang Anda kirimkan melalui foto merupakan barang limited dan hanya ada dua pasang, satu yang Anda tunjukkan dan yang satunya telah dibeli hari ini oleh sepasang anak remaja. Ucapan pemilik store terkenal itu masih terngiang di kepala Noah. Kemudian dia duduk di lantai dan merenungkan sesuatu.


Bagaimana bisa aku memakai sesuatu yang baru tanpa aku ketahui?. Ini tidak maksud akal, belum lagi…


Ciri-ciri yang disebutkan pegawai toko itu tertuju pada Danny dan Tania.


Apa yang sebenarnya terjadi padaku?.


Apakah aku hanya paranoid dengan orang-orang yang aku kenal menyembunyikan sesuatu karena mimpi itu?


Atau…


Mimpi itu memang benar dan mereka menyembunyikan sesuatu dariku?. Pikir Noah.


Alex…


aku merasa bahwa Alex tidak tahu apa yang telah terjadi padaku.


Tapi, Silvana, Keira, Tania dan Danny…


Mengapa firasat ku mengatakan bahwa mereka menyembunyikan sesuatu?. Noah mengacak rambutnya dengan gusar. Semakin ia bepikir, semakin dia bingung.


"Sebaiknya aku bertanya padanya besok".


(Sementara itu di rumah Keira…)


"Keira~aa💕".


"eh kakak😅".Keira dan Dion yang baru saja pulang kaget dengan kedatangan Leo yang tiba-tiba. Keira hanya tersenyum saja saat Leo memeluknya erat.


"kakak, tumben kak Leo datang tanpa memberi kabar". Ucap Keira seraya melepaskan pelukan Leo darinya dan memandang wajah Leo yang tersenyum gemas saat melihat dirinya.


"namanya kejutan, adikku yang manis😍".


"💦".


"oh Halo juga Dion". Sapa Leo.


"halo kak Leo".


"kalian bawa apa?". Tanya Leo saat melihat dua plastik besar ditangan Keira dan Dion.


"jamur kak. Mau ku buatkan sesuatu". Tawar Dion menjelaskan.


"boleh. Tumben kalian membeli jamur agak banyak".


Sebenarnya sih, ini semua pemberian Alex. Jika aku memberitahu kak Leo yang sebenarnya, pasti emosinya akan meledak. Kakak sangat cemburuan jika aku bersama dengan Alex. Ucap Keira dalam hati. Ia tidak ingin mengatakan yang sebenarnya.


"ayo kita masuk kak".Ajak Keira.


"ayo💕".


Tidak lama kemudian, mereka bertiga masuk kedalam rumah lalu menuju ke dapur. Mereka sibuk menyimpan belanjaan (hadiah) di dapur


hingga ponsel Keira bergetar di saku celananya. Keira merogoh dan mengecek siapa yang mengechat dirinya malam-malam.


Mata indigo gadis itu membulat saat melihat siapa yang mengechat nya.


"ah, aku ke kamar mandi dulu ya".Keira mencari alasan dari kedua saudaranya itu lalu melesat tapi bukan menuju ke kamarnya melainkan ke ruang tamu


Setelah yakin tidak ada siapa-siapa, ia membuka pesan yang masuk itu.


Alex : Malam Keira, apakah kau sudah tiba dirumah?. Aku merindukanmu.


^^^Keira : Huh gombal. Baru sudah bertemu^^^


...Aku sudah pulang dan kebetulan kak-...


"Keira". Keira kaget saat Leo mendadak memanggilnya sehingga tidak sengaja ia menekan kirim di ponselnya dan buru-buru menguncinya. Ia berbalik dan melihat Leo telah berdiri di belakangnya yang bingung dengan reaksi dirinya.


"kok kaget? ".


"eh kakak😅. hehe".


"bukannya kau mau ke kamar mandi tadi?".


ah! tentu saja mau ke kamar mandi. Keira mandi dulu ya😄".


"oke. Nanti setelah mandi, turun kebawah ya. Dion sedang membuat jamur tiram goreng".


"ok".Keira langsung pergi menuju kamarnya tanpa teringat bahwa ia telah meninggalkan ponselnya di atas meja. Sedangkan Leo.…


hm, tadi kulihat Keira sedang menyembunyikan sesuatu deh. Pikir Leo saat teringat akan ekspresi Keira yang kaget seakan-akan ia menyembunyikan sesuatu dan takut ketahuan. Leo melihat ponsel Keira terletak di atas meja tamu, terbesit dalam pikirannya untuk melihat isi ponsel adiknya itu.


tidak Leo, ini namanya melanggar privasi adikmu. Leo menggeleng-gelengkan kepalanya saat pikirannya mencegahnya untuk melihat apa yang sedang dilakukan Keira barusan.


Tapi…


Dengan tangan kirinya yang gemetar, Leo mengambil ponsel Keira. Sebuah tindakan berani untuknya.


"kata sandinya…".


Apa yah… biasanya jika kata sandi ku tanggal lahir Mesha, maka Keira…


Namaku Alex…


Tapi jika dipikirkan lagi, bukankah cuma bedebah itu yang pernah aku temui dirumah ini? bahkan dialah bedebah sialan yang menyukai adikku💢. Pikiran Jengkel, Kesal, semua emosi negatifnya bercampur menjadi satu, ia memang tidak rela jika Keira sang adik tersayang bersama dengan orang seperti Alex yah, walaupun dia tidak akan pernah menyukai Laki-laki manapun yang mendekati Keira.


Leo merogoh ponsel miliknya lalu mencari tentang info Alex di internet hingga dia telah mengetahui tanggal lahir laki-laki itu.


Setelah menemukannya, ia menekan sandi ponsel Keira sesuai dengan tanggal lahir Alex.


Benar!. Itu berarti dia memang berhubungan dengan Adikku?!💢. Gumam Leo saat ponsel Keira telah terbuka yang berarti tanggal lahir Alex adalah sandi ponselnya.


Leo mulai mengecek chat yang terakhir dilakukan Keira. Benar saja ia menemukan fakta bahwa Keira sedang chatingan dengan Alex barusan.


Cih! simata satu ini berusaha merayu adikku,


dasar iblis!. lihat saja💢💢💢.


(Sementara dikediaman Adrian…)


Alex yang sedang dikamar membaca buku mendengar bunyi pesan masuk dari ponselnya, ia mengecek ponselnya yang ternyata sebuah chat masuk.


Keira? :" Hei mata satu, jangan ganggu aku lagi. Aku ingin menikmati hidupku disekolah dengan belajar".


"Huh? baru kali ini Keira mengejekku simata satu. Tapi… tunggu dulu". Insting Alex entah mengapa ia tidak percaya jika yang mengirim pesan seperti itu adalah Keira.


Alex mulai mengecek riwayat chatnya dengan Keira, ia tahu bahwa tidak ada percakapan yang menyakiti atau menyinggung perasaan Keira hingga matanya tertuju pada chat terakhir Keira.


Kak… kurasa Keira tidak menyelesaikan kalimatnya ini dan jika arti 'kak' ini berarti kakak dan panggilan itu hanya tertuju pada orang yang lebih tua dan satu-satunya saudara yang dipanggilnya itu adalah...


"pasti Leo. Ku kerjain ah". Ucap Alex tersenyum licik, ia tahu sifatnya Leo saat pertama kali bertemu dengannya dan firasatnya merasa yakin bahwa Leo dalangnya apalagi ia tahu betapa sisconnya Leo pada Keira.


Alex: "ada apa sayang? apakah aku berbuat salah padamu? apa karena aku melakukan itu padamu?. Jangan marah, bukankah aku bilang aku akan bertanggung jawab?".


Alex membalas chat Leo dengan senyuman yang licik diwajahnya sedangkan


huh? tanggungjawab?? apakah dia telah melakukan sesuatu yang membuat Keira marah. Leo yang merasa binggung membalas chat Alex.


Keira?: tentu saja( ͡° ʖ̯ ͡°)


^^^Alex: tapi, bukankah aku telah mendapatkan persetujuan darimu?. Ah! mungkinkah karena aku melakukannya secara kasar?.^^^


Persetujuan? memangnya melakukan apa? apalagi apa yang dilakukan Alex dengan kasar?.


Ah! mungkin Alex telah merusak sepeda motor Keira atau semacamnya ya??.


duh, bingung. Pikir Leo sambil membalas chat.


Keira? : Lupakan saja, aku sudah tidak peduli dengan perbuatanmu.


Alex : kau jahat! bagaimana bisa kau memintaku untuk melupakannya sedangkan itu pengalaman pertamaku berbuat begitu🥺


huh? pengalaman pertama?? memangnya dia melakukan apa????. Leo benar-benar bingung maksud ucapan Alex.


"apa mungkin… kencan???. Ah! mungkin Keira meminta Alex membayar sesuatu saat kencan seperti makanan kali ya".


Keira? : bukankah wajar jika laki-laki yang membayar apapun yang diinginkan perempuan saat kencan'kan?.


"Bwahahaha 😂. Padahal dia lebih tua dariku dan dewasa, masa dia gak ngerti?". Ucap Alex sambil tertawa saat membaca balasan dari Leo. Ia benar-benar tertawa ketika Leo yang dewasa tapi polos terhadap begituan.


Alex : jadi, bagimu kencan kita itu tidak berarti apa-apa?.


"huh! sudah kuduga. Berarti mereka berdua pernah berkencan ternyata".Ucap Leo merasa bahwa pemikirannya benar.


Keira? : Yup


Alex : jadi, saat kita tidur dibioskop kelas velvet saat itu tidak berarti untukmu, yah?.


huh?????. Mereka pernah tidur saat kencan? tapi, bukankah wajar jika ada yang ketiduran dibioskop?. Anak ini aneh banget deh.


Tapi, apa itu kelas velvet???. Baru pertama kali dengar deh. Mungkin karena setiap kali aku nonton di bioskop selalu pesan kelas screen x ya?. Pikir Leo. dengan penasaran, ia mulai mencari apa itu kelas velvet dibioskop dan selagi menunggu loading, ia membalas chat Alex.


Keira? : lah? memangnya kenapa? tidur dibioskop kan wajar.


Alex : yah… memang wajar. Kuakui, akulah yang menggodamu, dan kau bisa melupakannya akan tetapi, anak dalam perutmu adalah anakku. Bagaimana bisa aku melupakannya?. Aku ingin tanggungjawab lho.


"!?''. Balasan Alex terakhir membuat Leo syok, sehingga ia terduduk di lantai apalagi saat pencarian internet di ponselnya berhasil, ia membaca dan melihat seperti apa kelas velvet membuatnya semakin syok.


Jadi maksudnya 'tidur' , tidur yang itu?!. Kenapa Keira tidak mengatakan apa-apa padaku?!. Bedebah itu, apa yang telah ia lakukan pada adikku!!?


dengan tangan yang gemetar, Leo mengetik balasan untuk Alex.


Keira? : Apa yang membuatmu yakin bahwa anak yang ku kandung adalah anakmu?.


Alex : tentu saja aku yakin. Kita sendirian di tempat yang aku pesan, aku mengambil milikmu dan kau mengambil milikku. Saat kau malu-malu karena pertama kali melakukannya membuat dirimu sangat imut.


"AAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA!!!!!". Keira yang baru saja selesai mandi dan berganti piama terkejut saat mendengar teriakan Leo apalagi Dion sampai terkena sedikit cipratan minyak di lengan kanannya karena kaget mendengar Teriakan Leo.


Setelah mencuci tangannya Buru-buru tanpa mematikan air keran dan kompor, Dion belari menghampiri Leo begitu juga dengan Keira, gadis itu khawatir ada apa-apa tanpa tahu Alex mengerjai Leo.


"kakak, ada apa?". Tanya kedua adik Leo. Leo yang syok tidak bisa berkata-kata. Wajahnya menjadi pucat pasi lalu, yang terakhir ia ingat adalah saat Keira dan Dion kaget melihatnya tidak sadarkan diri.


"kak!? kakak kenapa?".


Sementara Keira yang panik melihat Leo yang pingsan karena syok, disisi lain Alex tersenyum senyum sendiri lalu ia pun membaringkan tubuhnya diatas tempat tidur dengan perasaan senang.


"Enak juga mengerjai calon kakak iparku. Hihihi. Mungkin aku akan minta maaf kepada Keira besok". Ucap Alex lalu ia pun tertidur dengan senangnya.