
"apa maksudmu, kau mau mengencani adikku ?. Apa kau sudah gila, sampah?!".
Tanya Leo bernada tinggi dengan umpatan didalamnya.
"memangnya kenapa jika aku mengajak adikmu berkencan?. dia pacarku. Selain itu, siapa yang kau panggil sampah, Sinting?!. Apa kau tidak tahu siapa aku huh". Alex balik mengumpat dengan nada tinggi.
"a-anu-". Keira mencoba untuk melerai saat melihat kedua orang itu bersitegang tapi entah mengapa suaranya terasa tertahan ditenggorokan dan kakinya tidak mau maju.
"Kau pikir aku tidak tahu anak seperti apa dirimu huh?. Kau tipe anak kaya yang suka foya-foya dan suka main wanita".
"hei, jangan samakan aku dengan orang-orang yang Anda maksud yah. Tidak semua orang seperti itu".Alex tidak suka terhadap tuduhan Leo.
"halah. Menyangkal".Leo tidak percaya lalu ia pun menghampiri Keira dan memegang kedua bahu gadis itu.
"Keira, sebagai seorang kakak, kau harus ingat bahwa tidak semua laki-laki itu dipercaya.
Awalnya manis dan lucu seperti domba namun lama-kelamaan baru ketahuan bahwa domba itu adalah serigala berbulu domba".
"ng… maksud kakak?? ".Keira tidak paham sama sekali.
"maksud kakak, mereka mendekati perempuan ada maunya. Mereka akan melakukan apapun untuk meraih hati mereka. Saat sudah dapat, mereka akan permainkan sampai bosan.
Selain itu, kau masih SMA Keira. Jaman sekarang pacaran anak SMA pada ngeri, bahkan sampai ada siswi hamil duluan sedangkan si laki-lakinya malah kabur tidak tanggung jawab setelah menikmati enaknya masuk-masukin tuh barang.
dan dia, siapa tahu dia sudah pernah main".sembari menjelaskan pada Keira, Leo menatap sinis Alex.
"hei, aku ini masih perjaka tahu. Lagi pula aku tidak akan berbuat seperti itu pada Keira, jangan karena satu laki-laki yang berbuat semuanya disalahkan yah".
Selain itu, dia gak sadar apa bahwa dia laki-laki??. pikir Alex.
"Halah. Aku tahu laki-laki apa yang sepertimu,
setelah berbuat, tidak mau bertanggungjawab melainkan membayar uang untuknya pergi bukan?.
Aku sudah melihatnya di drama-drama. Salah satunya drama 'young mom' ".
"'young mom'?. Kak Leo menonton itu juga?". Tanya Alex.
"iya. Kau juga nonton yah?".
"iya.".
"wah, aku tidak menyangka kau ikut menonton drama itu. Dramanya bagus dan menyentuh sampai-sampai aku mau menangis dibuatnya" Ucap Leo mengakui suka drama itu.
"kak Leo benar. dramanya bagus, kisah seorang gadis SMA yang berjuang hidup sendiri untuk menghidupi dirinya dan dan bayinya yang masih dalam kandungan saat pacarnya tidak tanggung jawab dan orang tuanya mengusirnya membuatku sedih".Alex menjelaskan secara santai bagian yang dia suka dalam drama itu.
Lho…??
apa ini??
padahal mereka sedang cekcok, tapi kenapa jadi akrab begini???. Pikir Keira dengan ekspresi yang benar-benar bingung melihat pacar dan kakaknya yang mendadak akrab hanya gara- gara sebuah drama.
"oh, episode itu. Aku juga lihat kak, laki-laki itu ternyata telah mencarinya selama ini. Ia telah menyesal apalagi ia sangat mencintai gadis itu sehingga ia pun memohon maaf dan memohon untuk hidup bersamanya dan memulai lagi dari awal.
sesungguhnya aku sangat kesal dan memaki-maki laki-laki itu karena telah tidak bertanggung jawab saat gadis itu membutuhkannya terutama saat gadis itu bertahan hidup dikejamnya dunia".
"yah. Aku juga memaki-maki laki-laki itu. Apalagi aku tahu perusahaan laki-laki itu dalam masalah selama lima tahun itu sehingga aku yakin laki-laki itu pasti ada maunya".
"untungnya, gadis itu menolak mentah-mentah bahkan menghinanya dan menatapnya secara jijik. Aku juga suka saat gadis itu meludahi wajah si sampah itu.
Aku puas saat ia menyuruh bodyguardnya yang berotot besar menyeret laki-laki itu pergi dan besoknya, laki-laki itu mendapatkan surat peringatan jaga jarak dari polisi".
"benar kak. Sungguh, aku akan menghancurkan drama itu jika sampai gadis itu dengan bodohnya menerima kembali sampah itu.
Buat apa memberi kesempatan kepada orang yang tidak mendukung dari awal".
"haha, kau benar". Mereka berdua tertawa bersama hingga pada akhirnya…
Hah?. Apa yang kulakukan? kenapa aku malah akrab sama dia?. Pikir Alex dan Leo secara bersamaan. Mereka berdua saling menoleh kemudian bertindak saling tak acuh satu sama lain.
Sedangkan Keira?. Keira hanya bisa menepok jidat melihat tingkah kedua laki-laki itu.
(Beberapa saat kemudian…)
" wah, kakak mengajakku main ke carnival ya? ".
" ya Keira. Hari ini aku ingin bermain-main bersamamu. Lagipula kita kemari dan bermain-main berdua di sini, asyik".
"siapa yang main berdua? kita datang kemari bertiga tahu". Ketus Alex sebal saat menghampiri Leo dan Keira yang masih diatas sepeda motor Keira dimana Leolah yang menjadi pengendaranya.
Mengenai Alex, dia datang dengan raut wajah yang bete dan masam. Bagaimana tidak?
saat masih disekolah, Alex dan Leo kembali cekcok gara-gara kedua orang itu ingin mengajak Keira pergi ke suatu tempat hanya berdua dan keduanya sama-sama saling keras kepala dan tidak mau mengalah sama sekali hingga pada akhirnya, Keira menyarankan permainan batu gunting kertas.
saat memilih tujuan, Alex menang saat mengeluarkan gunting sedangkan Leo kertas sehingga ia menggosokkan kemenangannya dengan sombong kepada Leo yang pastinya darahnya menjadi naik dan Keira harus menggosokkan tangannya ke punggung Leo untuk membuat Leo tenang.
Namun, Alex melupakan satu hal.
Menang di pertarungan belum tentu menang dalam perang.
Bendera perang telah berkibar di kedua mata Leo hingga dengan siapa Keira akan pergi, mereka berdua memainkan gunting batu kertas dan hasilnya.
"hahahahahaha! aku menang!!". Leo beteriak suka cita saat batu mengalahkan gunting milik Alex sedangkan Alex menjadi kesal. Alhasil, begitulah keadaan Alex sekarang ini sedang dalam bad mood
kencan macam apa yang sedang aku lakukan sekarang ini?. Mengapa disaat aku ingin senang- senang malah muncul dia?. ini ibarat seperti pasangan yang sedang honey moon tapi saudara tak tahu malu malah ikut.
Aish…
Bagaimana caranya untuk bisa berdua tapi sikakak siscon menyebalkan ini?. Alex mencoba memikirkan sesuatu rencana dalam otaknya karena bagaimanapun, ia hanya ingin berdua saja dengan Keira bukan bertiga.