The Hot Blood Of Saga

The Hot Blood Of Saga
Chapter 95 : She ls The Spirit Of My Life



Alex tertegun setelah mengucapkan penyesalan yang diperbuatnya dulu di depan nisan Elias. Keira yang mendengar bisa terdiam tetapi ia sudah melupakan kejadian itu sejak dulu.


"Semenjak itu… pandanganku berubah.


Detak jantung yang kuabaikan saat didekatnya berdetak kencang. Hatiku yang dingin mendadak mulai mencair.


Bahkan karena dirinya, aku yang sudah lama tidak melukis karena menurut ayahku bakatku tidak berguna membuatku kembali merasakan indahnya saat melukiskan sesuatu yang indah dalam hati dan pikiran kita.


Aku menyadari bahwa aku memiliki perasaan untuknya. Kau tahu apa yang aku lakukan pertama kali agar ia menjadi milikku, aku menculiknya dari sekolah".


Aku ingat kejadian itu. Setelah menculikku, ia meminta maaf dan menawarkan hartanya untuk bisa berpacaran denganku. Tapi aku menolaknya. Enak saja dia ini... Ucap Keira secara batin saat ia teringat kejadian waktu itu setelah ia membanting Alex.


"aku menculiknya tapi jangan khawatir, aku tidak melakukan apapun untuk menyakitinya. Ia kuperlakukan dengan baik saat penjaga membawanya ke kediamanku"


(Flashback…)


Alex POV...


di kediamanku, aku baru saja berganti Setelan jas dengan dibantu pelayan.


Mengapa?.


dikarenakan Aku ingin bertemu dengan gadis itu dengan model pakaian yang terbaik. Asal tahu saja, aku selalu berganti pakaian setiap kembali dari suatu tempat karena aku sangat tidak nyaman jika aku tetap memakai pakaian yang sama walaupun habis dari mana.


Apalagi aku menunggu gadis itu yang mungkin sudah dibawa oleh pengawal suruhanku dengan cara apapun bahkan mode penculikan jika perlu.


Mengapa aku melakukan itu?.


Karena dari sifatnya yang keras sudah pasti ia akan menolak mentah-mentah untuk diajak ke rumahku yang begitu besar dan mewah dan kujamin rumahku lebih dari pada rumahnya.


Saat ia berada dirumahku, aku yakin dia akan terpukau dengan perabotan rumahku yang begitu mewah dan mahal dan aku yakin jika aku menawarkan hidup mewah untuknya, dia pasti akan mau... menjadi milikku.


Karena wanita sudah pasti menginginkan kekayaaan walaupun wanita itu kaya, ia pasti mendambakan pria yang lebih kaya darinya untuk kehidupannya yang mewah dan glamor.


"Tuan muda, mereka sudah kembali dan mereka membawa seorang gadis yang tidak sadarkan diri. Kalau boleh tahu, siapa gadis itu, tuan muda?".


Aku berpaling dan tersenyum saat Tuan Jhon memberitahu bahwa mereka berhasil membawanya.


"dia tamuku, lebih baik siapkan kue yang terbaik untuk tamuku itu dan suruh mereka membawanya kepadaku".


"baik tuan muda".


Cara yang aku lakukan memang terlihat brengsek, tapi apa yang mau dikata…


Ini pertama kalinya aku jatuh cinta pada seorang perempuan sehingga aku tidak tahu apa dan bagaimana caranya memperbaiki hubunganku dengannya yang dari awal sudah jelek.


Mungkin dia akan memaki diriku tapi akan kuterima dengan baik dan aku berharap dia akan menjadi milikku ketika aku menawarkan hidup mewah untuknya dan jika Seandainya dia benar memiliki seorang tunangan, aku harap dia mau memutuskan lelaki itu karena aku yakin lelaki itu tidak sekaya Fallen Group.


tidak lama kemudian, orang-orang suruhanku membawa gadis itu dan menyerahkannya kepadaku. Setelah mereka pergi, dia yang berada dalam gendonganku ala putri kubaringkan ke tempat tidurku.


Saat membaringkannya, aku dapat melihat wajahnya yang begitu manis saat tertidur namun aku bisa melihat beban kesedihan yang tidak kuketahui di dalamnya.


Apakah dia sedih karena kelakuanku...?


"Maafkan aku jika aku harus melakukan ini untuk membawamu kemari. Aku harap aku bisa mendapatkan dirimu...".


(Flashback end…)


''aku mengira semua perempuan akan tergiur dengan harta. Aku mengira Uang bisa membeli segalanya namun aku salah...


Uang tidak bisa membeli cinta dan kasih sayang bahkan Keira tidak tergiur dengan harta yang aku akan berikan untuknya.


Hatiku sakit saat ia menolakku waktu itu dan tidak mengerti mengapa ia memilih dirimu dibandingkan denganku hingga ia mengatakan bahwa kau mencintainya dengan setulus hatimu dan tanpa alasan.


Jika ditanya apakah aku tahu atau tidak seperti apa cinta yang tulus itu, aku tidak tahu...


Selama bertahun-tahun aku tidak pernah melihat cinta Dimata ayahku terhadap ibuku.


Bagi ayahku, cinta itu tidak berarti dan cinta itu harus punya alasan. Alasan cinta dalam hidup ayahku adalah Harta dan tahta dunia bisnis.


Bahkan aku merasa ambisinya dalam mencapai puncak terlalu jauh. demi semua itu, kedua kakakku yang tidak sempat merasakan cinta seperti yang kurasakan kepada Keira karena mereka dikorbankan olehnya demi ambisinya''. Sebuah air mata berlinang di pelupuk mata kirinya dan jatuh membasahi Nisan Elias.


Keira hanya diam mendengarkannya dan terpaku menatap punggung laki-laki itu namun dalam hatinya menangis melihatnya. Lelaki itu mencintainya namun selama ini pikirannya melarangnya untuk membalas cintanya karena dua hal. Cinta dimasa lalu dan dunia yang berbeda.


Cinta tidak memandang bulu saat hadir di dua insan tapi takdirlah yang menentukan apakah dua insan akan bersatu dalam cinta atau berpisah dalam tragedi.


"yah?".


"Jika boleh… bolehkah cuma aku sendiri disini sebentar saja?. Banyak hal yang ingin aku katakan padanya".


"…baiklah. Aku akan segera kembali".


Sebenarnya, apa yang ingin kau bicarakan?. Keira pergi menuju ke prajurit yang menjaga sementara itu, Alex melanjutkan kembali ceritanya.


''Aku marah, kecewa dan sedih dengan penolakannya dan memilih dirimu hingga aku mengetahui dari James Madoc bahwa kau telah tiada setahun yang lalu.


Mendengar dari Madoc membuatku menyadari bahwa cintamu Sangat tulus kepadanya. Aku tahu bahwa kau adalah cinta pertamanya…


Cinta yang tulus…


aku juga mencintainya secara tulus.


Aku ingin sekali menjadi laki-laki seperti dirimu, yang selalu menyayangi dan mencintai Keira dengan segenap hati dan jiwa.


Karena itu, aku tidak menyerah untuk mendapatkan dan akan terus berjuang untuk mendapatkannya hingga perasaanku akan terbalaskan…


Aku berusaha hingga suatu hari…


Aku menyadari bahwa dia tidak hadir disekolah. Aku mengira ia mencoba menghindar dariku hingga aku mengetahui dari sahabatku bahwa dia tidak masuk karena sakit.


Jujur saja, aku tidak menyangka bahwa gadis seperti dia bisa sakit sehingga aku ingin menjenguk dirinya namun mengetahui bahwa alamat rumahnya tidak tercantum didatanya membuatku kesulitan untuk menemui dirinya.


Aku mencari tahu hingga kemudian takdir memberiku petunjuk. Walaupun aku harus mendaki, aku tidak peduli asalkan aku bisa melihat dia, aku sudah bahagia''. Alex terus bercerita bagaimana ia akhirnya bisa datang pertama kalinya ke rumah Keira. Ia terus bercerita seakan Elias mendengarkan di hadapannya.


''Yang mulia... jika kami boleh tahu, siapa manusia yang berpakaian bagus itu?". Tanya salah satu prajurit yang memicingkan matanya ketika ia memperhatikan Alex dari jauh.


"… dia hanya teman di tempat aku menempuh pendidikan bersama dengan Tania dan Silvana. Kebetulan ia adalah keluarga pemilik sekolah itu".


"kalau begitu, apakah manusia itu mengenal tuan muda Elias?".


"tidak. Ia tidak mengenal Elias, ia hanya tahu dari Madoc dan melihat wajah Elias dari foto. Tidak pernah berjumpa secara langsung".


"kalau begitu, Mengapa manusia itu disana yang mulia?".


"entahlah… aku tidak tahu mengapa dan apa yang dia bicarakan disana. Hanya ia dan Elias yang berada disana yang tahu apa yang dibicarakan olehnya". Ucap Keira memperhatikan Alex di sana.


"disana, aku mengaku bahwa aku terlihat seperti lelaki yang mesum. Kau pasti tahu apa yang kulakukan dirumah itu karena kau pasti melihatnya disana. Dan aku minta maaf karena lancang tidur sekamar pertama kalinya bersamanya. Tapi percayalah bahwa aku tidak melakukan apapun untuk berbuat lebih jauh. Aku tidak melakukan tindakan yang sudah kelewatan.


Percayalah namun malam itu sangat bermakna bagiku saat ia tertidur pulas diatasku walaupun jarak diantara kami masih jauh karena baginya aku bukan siapa-siapa selain laki-laki dingin yang mengusik kehidupannya.


Tapi… inilah cinta, Tidak ada cara lain untuk bisa dekat dengannya sehingga aku mengusiknya dan hari itu aku tahu sebuah cara untuk bisa memperkecil jarak kami saat Keira tidak sengaja memberitahukan kepadaku bahwa ia akan berlibur di pulau Lamiya, pulau keluargamu dengan menggunakan kapal pesiar untuk kesana.


Ia merasa sangat senang saat itu karena mengira ia tidak akan melihat wajahku selama liburan musim panas tapi aku sedih dan tidak terima.


Mungkin aku jahat karena menggugurkan kesenangannya itu saat aku membeli kapal pesiar pesanan Adikmu dengan bayaran lebih tinggi dari dia bayarkan sehingga adikmu membenciku karena itu tapi kulakukan agar memperkecil jarak aku dan Keira juga agar Keira tidak menganggapku musuh.


Rencanaku berhasil…


Aku belayar bersamanya walaupun dimulai dari sebuah paksaan hingga sahabatku membantuku memperkecil jarak itu Dengan mengadakan pesta kecil-kecilan.


Apakah kau tahu malam itu, Keira sungguh cantik dan anggun saat memakai dress itu. Kau pasti melihat betapa cantiknya Keira kita malam itu…"


Alex tersenyum saat mengingat momen indahnya bersama Keira saat ia dan Keira berdansa di kapal di bawah langit yang penuh dengan bintang-bintang bersinar disana.


Namun ia tidak mengerti dengan diri Keira. Keira selalu berubah-ubah. Terkadang Senang dengan apa yang dia lakukan Namun terkadang ia merasa Keira menjauh seakan Keira mencoba untuk menjauh darinya disaat ia dan Keira menjauh darinya.


Alex pun melanjutkan ceritanya saat ia berada di pulau Lamiya. Alex bercerita betapa baiknya Antonia dan Hara kepadanya sehingga Alex sangat menyukai pasangan itu terutama Hara. Alex menyukai Hara yang sangat mencintai Istri dan Anak-anaknya sehingga ia bisa melihat perbedaan yang besar antara Harold dengan Hara.


''apa kau tahu betapa ayahmu adalah sosok ayah yang sempurna bagimu, bagi kedua adikmu dan bagi ibumu?. Kau beruntung bisa memiliki ayah seperti dia. Tidak seperti diriku yang tidak beruntung memiliki Harold Adrian sebagai ayahku.


Aku cemburu padamu yang memiliki keluarga dan kekasih yang sangat baik dan mencintaimu. Aku yakin, di kehidupanmu sebelumnya pasti kau adalah seorang yang baik hati.…".


Alex teringat kembali saat Antonia membuatkan bolu kesukaannya dan saat Hara selalu memperlakukan dirinya seperti putranya sendiri. Ia sangat bahagia tapi ia tidak menduga bahwa kebaikan mereka menimbulkan kecemburuan Cio.


Ia ingat betapa buruknya hubungannya dulu dengan Cio gara-gara dia merampas kapalnya dan menyukai gadis yang sama sehingga sampai hati Cio mencelakainya dengan mendorongnya jatuh ke sebuah sumur kering yang dalam.


''aku ingat saat Cio mendorong dan meninggalkanku sendiri di tempat yang tidak aku ketahui dan sangat berbahaya. Aku tidak pernah menyangka bahwa ada makhluk Menyeramkan seperti itu di bukit hitam. Aku tidak tahu tentang makhluk bernama kerangka malam itu. Yang aku lakukan sekarang adalah memanjat dan terus memanjat dinding itu walaupun berkali-kali aku terus jatuh tapi aku tidak menyerah.


Mengapa? Karena aku terus memikirkan Keira kita. dia adalah Penyemangat hidupku sehingga aku tidak akan menyerah untuk bisa keluar dari tempat itu. Aku tidak menyerah".