The Hot Blood Of Saga

The Hot Blood Of Saga
Chapter 138 : Flashback IV : (Unknown Guest)



''maksudmu, aku ?".


"!!!". Keira terkejut saat tidak menyadari kehadiran Emery yang salah satu tangannya merangkul pinggangnya.


Keira Benar-benar tidak tahu kehadirannya karena Emery mempunyai kemampuan untuk tidak terdeteksi oleh insting dan Indra serigala sehingga baik insting maupun serigala Keira tidak menyadari kehadirannya.


Ia tidak menyadari sama sekali dan saat dan berbalik…


...JLEB!!...


"Arrrgh!!".Keira menjerit saat Emery menancapkan sebuah belati perak dibahu kiri Keira tepat di bekas luka lama sehingga kapak yang dipegangnya perlahan terlepas dari tangannya dan jatuh ketanah bersamaan dengan yang telah jatuh ketanah. Ia menahan rasa sakit itu sambil menatap penuh dengan kebencian terhadap Emery yang tersenyum puas melihat dirinya yang terluka.


''bagaimana rasanya menjadi sekarat Keira?. Aku tahu kau punya bekas luka yang akan muncul rasa sakit yang luar biasa setiap tiga bulan akibat pertarunganmu dengan Osmond dulu sehingga disaat yang tepatlah aku mengambil kesempatan untuk menyerang bagian itu untuk melemahkan dirimu''.


Bagaimana dia bisa tahu?!. Ia sudah coma tepat dihari aku melawan Osmond Oerloom dan pastinya keluarga Dasper dan keluarga Vampire lainnya tidak tahu akan hal ini. Kecuali…!!


''siapa yang mengatakan tentang ini kepadamu?!". Emery menyunggingkan senyumnya saat melihat raut wajah Keira yang meminta sebuah kebenaran yang tidak diketahui darimana ia bisa mengetahui rahasia itu dan ia berniat untuk mengatakannya kepada Keira sebelum ia menghabisi Keira.


"Osmond Oerloom. Ia memberitahukan hal itu kepadaku".Bola mata Keira langsung membulat seketika saat ia tidak menyangka bahwa dugaannya tepat.


dugaanku ternyata tidak salah. Tapi jika dari Osmond yang mengatakannya kepada Emer, itu berarti…


"akhirnya aku bisa menggunakan kesempatan ini untuk menghabisimu dengan menusuk kelemahanmu walaupun aku harus menggunakan mereka yang tidak berguna ini untuk menjadi umpan agar kau lengah".


"kau benar-benar bajingan jahat. Kau mengorbamkan kelima anak buahmu yang setia pada keluargamu dalam mencari kesempatan untuk menghabisiku?!.


Cih! tidak mengherankan jika kau mengkhianati Silvana, karena kalian adalah bangsa yang selalu mengkhianati satu sama lain, culas, bahkan kalian adalah bangsa yang tidak setia satu sama lain.


dan aku ragu bahwa bangsa kau sendiri juga tidak setia dalam cinta seperti yang kau lakukan terhadap Silvana". Ucap Keira sambil tersenyum mengejek kemudian saat ia menyinggung tentang pengkhianatannya terhadap Silvana.


dan ekspresi wajah Emery yang mendengar nada ejekkan dari Keira, sudah pasti ia merasa marah sehingga tidak ada lagi senyuman yang terpajang di wajahnya.


"diaaaamm kau @njing !!". dengan marah, Emery langsung menginjak dengan kuat tepat di bagian perut Keira sehingga Keira meringis kesakitan tapi tidak ia tunjukkan karena tidak mau memberikan sebuah kepuasan terhadap Emery yang ingin mendengar suara jeritan darinya.


''ukh! kau marah?. Tentu saja kau pasti marah karena kenyataannya adalah, aku benar bukan? dan aku sangat senang melihat kemarahan di wajahmu itu Emer.


Kau tahu pendapatku mengenai dirimu, Emer?.


Biar kuberitahu padamu, kau tidak lebih dari vampire bajingan pengkhianat, brengsek, pengecut dalam betarung, bisanya mengandalkan anak buahmu, bahkan menurutku kau sangat…menyedihkan".Ucap Keira menghina Emery sehingga Hinaan Keira Telah menyakiti perasaan Emery sendiri dan Keira tersenyum puas melihat Emery memelototinya dengan kemarahan terpancar di kedua mata merahnya akibat ucapannya yang menghina dan menusuk ke dalam hati dan pikiran Emery.


Keira pun tertawa sehingga ia lupa dengan belati yang menikam bahu kirinya seakan sebelum ia mati, ia ingin sekali memaki dan mengina Emery.


''sebaiknya kau diam atau-".


"atau apa?. Kau tetap akan membunuhku walaupun aku diam. yah, setidaknya aku ingin sekali mengatakan banyak hal kepadamu sebelum aku mati.


sampai mana tadi aku menghinamu? oh yah!


kau ini tidak lebih dari seorang vampire penakut seperti ayam. diantar kau dan saudara-saudaramu, aku rasa Kaulah yang paling pengecut dan menyedihkan.


bagaimana bisa Kendrick Dasper memiliki seorang putra yang sangat menyedihkan seperti dirimu yang bersembunyi di balik jubah anak buahmu sendiri?. Sungguh kasian bagi Kendrick memiliki putra sepertimu, pasti dikediaman Dasper, kau selalu berlindung di balik jubah ayahmu, haha.


dan mengenail Samuel, kurasa ia malu memiliki adik sepertimu".


"diaaamm!!". Teriak Emery yang telah hilang kesabaran saat mendengar hinaan dan cacian dari Keira sehingga ia pun langsung mengambil kapak Keira yang ditanah lalu mengayunkannya tepat menuju ke bagian lehernya disaat Keira sudah sangat lemah.


Ah… aku rasa hidupku sudah sampai disini.


Maafkan aku Elias… aku belum bisa membalaskan dendamu.


aku belum sempat mengatakan selamat tinggal kepada Tania, Silvana, Cio, mommy Daddy, kakak, Dion, paman Hara, bibi Antonia, dan semuanya…


aku belum sempat mewakili Alex untuk minta maaf kepada guru Madoc…


aku juga belum sempat minta maaf kepada dirimu Alex…


aku juga belum mengatakan padamu bahwa aku sayang kepadamu, Alex…


ah, mungkin lebih baik Alex tidak usah mengetahui dan mendengar bahwa aku sayang padanya karena mendengar ucapan itu sebelum diakhir hayatku ini pasti akan membuat sedih dan perih dihatinya.


aku juga belum mengatakan siapa diriku yang sebenarnya kepadamu Alex…


Selamat tinggal semuanya…


Ucap Keira dari melalui lubuk hatinya yang paling dalam sebelum Kapak itu akan memenggal kepalanya. Ia menutup mata karena lelah dan tersenyum walaupun ada yang dia sesalkan karena banyak hal dalam kehidupannya yang belum selesai.


WUUUUUSSSH


''!! argh!". Seketika Emery terjatuh dan menabrak sebuah pohon saat akan memenggal kepala Keira, karena entah dari mana sesuatu telah memukul Emery sehingga Kapak itu terlepas dan menancap hampir mengenai kepala Keira.


aku sudah mati?. Pikir Keira sehingga ia membuka matanya secara perlahan namun ia tidak melihat Emery lagi tapi Indra pendengarannya menangkap sesuatu seperti bola mata kanannya melirik dan ia melihat sesuatu.


dengan siapa Emery betarung?. aku juga mencium aroma vampire lain selain Emery. Apakah yang dilawan Emer sekarang adalah Vampire?.


jika ia, mengapa ia melawan Emery?.


Apakah ia melawan Sibrengsek itu untuk menolongku atau untuk mencuri kesempatan untuk membunuhku?.Pikir Keira. Ia ingin bergerak namun tidak bisa karena belati perak telah membuat tubuhnya melemah hingga lama kelamaan pandangannya menjadi buram dan menghitam.


siapa dia…?.pikir Keira sebelum akhirnya Kehilangan kesadarannya.


( Flashback end…)


"jadi begitulah, guru".


"mungkin saja kau benar bahwa yang melawan Emery adalah salah satu dari bangsanya sendiri".Ucap Madoc Setelah mendengarkan cerita Keira.


"tapi guru, mengapa vampire itu menolongku?".


"itu yang kita harus cari tahu. Mungkin saja ada yang melihat bagaimana cara perlakuan Emery Kepada pengawal keluarganya sehingga ia pun melawan Emery. Jangan pikirkan hal itu dulu dan istirahatlah".


"yah, aku harap dugaan guru benar. Andai saja aku bisa melihat wajahnya, ia berjarak jauh dariku saat melawan Emery" Ucap Keira yang masih mengingat kejadian saat itu.: