
Tanggal telah berganti...
Hari telah berganti.....
tanpa terasa sudah seminggu lebih Keira berada disekolah itu dengan gangguan yang terus datang setiap hari dari Alex dan murid-murid sekolah itu. Untunglah Keira bukan manusia sehingga Keira bisa melewatinya bahkan dengan tiga orang yang menemaninya membuat dia bertahan Jika tidak, mungkin Keira sudah memilih untuk melompat sejak dulu.
untuk Trinity...?
Danny memenangkan taruhannya dengan Noah sedangkan Alex terus memikirkan ide-ide untuk membully Keira.namun entah mengapa ada perasaan yang aneh dalam dirinya.Semenjak kejadian yang dilihatnya di ruangan musik itu, ia merasakan sesuatu yang tidak bisa dijelaskan perasaan itu sendiri.
Mengenai peristiwa dipakiran yang disebabkan oleh Keira beberapa hari yang lalu, dengan cepat tidak ada lagi yang membicarakannya seperti angin lalu.Entah Karena SMA Fallen merupakan sekolah berisi orang kaya semua sehingga kerusakan pada mobil mereka masing-masing dapat mereka ganti dengan yang baru atau mungkin The Aurora telah bertindak.
Sedangkan Keira?
dia lebih banyak menghabiskan malamnya dengan memantau atau berburu di hutan dan jarang tidur dirumah saat malam karena mimpi yang dialaminya malam itu masih terasa sampai sekarang. Ia tidak mau merepotkan Dion yang berusaha sangat keras menenangkannya.
Dan dimana para guru SMA Fallen saat ada Siswa atau Siswi dibully Trinity?
mereka memilih bungkam saat kejadian siswa yang hampir lompat itu yang membuat Keira terhubung dengan SMA Fallen Secara tidak langsung dan bungkam saat Keira menjadi sasaran Trinity.
Kenapa?
saat seseorang bekerja disekolah itu,maka menjadi anugerah dan kebebasan yang terkekang. menjadi Anugerah karena mendapat gaji yang lebih tinggi,nama yang baik bahkan memudahkan untuk mendapatkan pekerjaan ditempat lain saat memilih berhenti.
dikatakan kebebasan terkekang karena, saat terjadi penindasan murid yang berasal dari Trinity, mereka tidak boleh mengkritik maupun melawan dan ikut campur dalam urusan mereka atau konsekuensi yang didapat bukan hanya dipecat tetapi tidak mendapatkan akses untuk bekerja di tempat lain karena mereka tidak mau atau takut menerima mereka yang berasal dari Fallen Group tapi berhenti secara tidak hormat.
Jadi, Jangan berharap para murid yang menjadi korban Trinity bisa merengek kepada guru untuk melindungi mereka karena guru tidak bisa berbuat apa-apa.
"Seminggu... sudah seminggu".
"tentu sudah seminggu,apa ada sesuatu yang specials dari seminggu, Keira?".
"seminggu sudah aku bertahan dari gangguan Alex dan para murid sekolah ini.Entah rencana apalagi yang dipikirkan Alex terhadapku sekarang".
"manusia itu... haruskah aku membereskan dia?".
"Jangan Tania.dia hanya manusia,dan kita tidak bisa menyerang manusia kecuali mereka menjadi ancaman terhadap rahasia kita".
"Keira benar. lagipula Alex itu anak yang terkenal. Jika sesuatu terjadi padanya maka akan menarik berita dunia tentang apa yang terjadi padanya". Silvana membenarkan perkataan dari sang Alpha.Tania menghela napas sedangkan Dion sibuk bermain di Smartphone miliknya hingga dia melihat sesuatu.
"Hei,apa ini?".
"ada apa Dion? kau melihat sesuatu?". Tanya Tania dengan penasaran saat Dion melihat sesuatu.Keira dan Silvana juga melakukan hal yang sama.
"ini ada berita khusus!".
"oh ya? berita khusus apa?".
"disini dikatakan ada siswi sekolah ini yang sedang hamil di luar nikah!".
"apa?!".
Tania dan Silvana terkejut sedangkan Keira hampir saja tersedak coffe favoritnya saat mendengar berita yang dikatakan oleh Dion.
"mana?".
"mana??".
ketiga Gadis itu segera mengerubungi Dion padahal mereka tinggal melihat beritanya di Smartphone mereka masing-masing.
"nona Inisial akhiran "R" , murid SMA Fallen kelas 2 telah diketahui sering bersama seorang pria di hotel dan sering keluar masuk rumah sakit...".
"Akhiran R ? siapa Itu? Tania...nama belakangnya Rhyes, aku Hart dan Keira Retizen. ... siapa lagi?".
"bisa siapa saja Silvana tapi, mungkinkah yang mereka maksud ada dihotel yang sama saat kita berjumpa dengan guru Madoc atau rumah sakit yang sama saat aku mengantar makanan pesanan keluarga pasien?".
"entahlah Keira.aku harap bukan bagian dari prank Alex karena ini berasal dari buletin sekolah".
"Aku harap bukan Dion".
mereka kembali ke kelas, kecuali Tania dan Silvana.Mereka berada di kelas 2 IPA-2 hingga kemungkinan mereka bersama disekolah saat istirahat.
Keempatnya menaiki tangga menuju lantai atas. selama ke atas, Silvana memperhatikan murid-murid di sekitar mereka memperhatikan mereka tetapi mata mereka tertuju pada satu orang.
Silvana berbisik kepada Tania Yang di sebelahnya. Tania memperhatikan tatapan murid-murid itu juga.
"kenapa mereka melihati keira terus?". Bisik Silvana.
"aku tidak tahu? mungkinkah mereka ada rencana mengganggu Keira lagi?".
"ada apa?". Tanya Keira ketika ia menyadari bahwa kedua gadis itu berbisik-bisik dari tadi.
"Ng... tidak ada apa-apa".
"oh...".
"selain itu,apa yang sedang kau pikirkan Keira?".
Dion mendapati keira sedang memikirkan sesuatu. Keira menghentikan langkahnya. yang memberi instruksi kepada ketiga orang itu untuk mengikutinya. Mereka pun pergi mengikuti Keira hingga akhirnya mereka tiba di balkon bagian timur gedung yang menjadi tempat pertemuan mereka.
"sekarang apa kamu menceritakan ke kami?".
"ya.Dion, Tania, Silvana.aku masih memikirkan kejadian 3 hari yang lalu itu kalian masih ingatkah?".
(Flashback...)
3 hari sebelumnya...
Keira memasuki kamar mandi wanita yang terletak di gedung kolam renang setelah menghabiskan dirinya berenang untuk menghilangkan rasa penat dan stress yang dihadapinya baik di wilayah utara maupun di sekolah.
kamar mandi itu terdapat 16 Pancuran didalamnya ditambah Sebuah bak mandi besar berisi air panas di sana. bak mandi itu bisa memuat 15 orang setidaknya. kamar mandi itu menggunakan dinding keramik pink kotak-kotak dan lantai pink membuat kamar mandi itu memiliki kesan Girly. untungnya setiap pancuran memiliki sekat sehingga tidak ada siapapun yang mengintipnya. keira mandi Di Pancuran nomor 5. saat mandi yang memikirkan sesuatu, ya sebenarnya ingin sekali pergi dari sekolah ini karena gangguan yang didapatkannya Terkadang sangat keterlaluan namun ia tidak akan menyerah demi satu orang.
saat dia mandi, terdapat dua orang siswa yang berada di luar kamar mandi wanita.salah satunya memegang smartphone dan menyalakan bagian video. sudah jelas ada niat buruk di antara keduanya saat itu keira merasakan ada seseorang yang mendekat.Keira mematikan Shower dan langsung memakai handuk dan segera mengunci pintu kamar mandi.
sebaiknya aku segera berpakaian sekarang
"Hei,pintu kamar mandi ini dikunci. kita harus bagaimana?".
"kita Tunggu dia keluar lalu kita sergap dia".
mereka berdua menunggu tanpa disadari seseorang berada di belakang mereka.kedua siswa itu merasa merinding dan merasa ada yang berasa di belakang mereka. mereka berbalik. Mereka melihat seseorang yang dari fisiknya jelas laki-laki dibalik jubah dan menatap mereka dengan mata merahnya sambil memamerkan taringnya.Mereka berdua terkejut melihat gigi taringnya dan berteriak hingga Keira mendengarnya.
ada apa dengan mereka? kenapa berteriak? apa mereka sengaja berteriak supaya aku keluar dan melakukan sesuatu terhadapku? aku tidak akan tertipu.
Keira memilih mengabaikan suara itu yang menghilang kemudian tetapi saat mengacingkan kemejanya,Indra penciuman Keira merasakan sesuatu.
a..apa ini? bau darah dan.... Vampire?!! ada vampire disini!? bagaimana bisa... jangan-jangan!
keira segera keluar dari kamar mandi. kedua siswa itu sudah tak ada disana. dia melesat mengikuti penciumannya hingga dia berada di sebuah koridor dan melihat genangan darah berasal dari pintu salah satu kelas. keira mengintip di kaca pintu dan melihat kedua siswa itu tewas secara mengenaskan.
Astaga! mereka sudah... gigitan itu!!?
cara melihat di salah satu leher murid itu terdapat dua bekas gigitan Yang pastinya bukan gigitan binatang biasa melainkan gigitan musuh bebuyutan bangsanya. kira akan masuk tetapi tiba-tiba bayangan hitam itu lansung menarik Keira pergi dan membawanya ke ruang kolam renang tadi. Keira melepaskan diri darinya dan menjauh darinya.di hadapannya, terdapat seseorang memakai jubah hitam.
Dia... aku tidak bisa merasakan Aura kedatangannya saat dia menarikku pergi.. Indra penciumanku tidak bisa merasakan kedatangannya. dia bukan vampir sembarangan aku harus berhati-hati.
"siapa Kau?! vampir berasal dari mana?".
Keira berubah menjadi kuning menyala dan pose bertahan. laki-laki itu membuka penutup kepala jubahnya.terlihat mata merah seperti darah, Rambutnya yang hitam dan gigi taringnya ia Perlihatkan kepada Keira. sebuah cahaya sinar matahari masuk melalui langit-langit jendela mengenai wajah Vampir itu namun dia tidak apa-apa.
dia tidak kenapa-napa saat wajahnya terkena sinar matahari.bagaimana dia bisa bertahan dari sinar matahari?
"ini aneh. biasanya para vampire muncul saat malam hari karena sinar matahari kelemahan mereka tetapi bagaimana kau bisa...".
"ini rahasia. aku tidak bisa memberitahumu sekarang. kau memang tidak tahu aku tapi aku tahu siapa kau, putri Lestat. aku mengawasimu tapi aku tidak akan menyakitimu".
"cih! kau mengatakan tidak akan menyakitiku tetapi kami tahu bangsa kalian tidak bisa dipercaya dan kau membunuh 2 siswa itu".
"mereka memiliki pikiran jahat. tidak termasuk dengan gangguan yang kau alami. aku menyelamatkanmu dari mereka".
"aku tetap tidak bisa percaya padamu. kau pasti mata-mata untuk membunuhku".
Vampir itu tersenyum, dengan cepat dia langsung menghampiri Keira meniupkan sesuatu di tangannya kepadanya.
Keira mundur dan terbatuk-batuk karenanya.Keira langsung menyerangnya namun terhenti saat ia merasakan sesuatu dalam dirinya.ia mulai merasakan tubuhnya terasa kesemutan,dan ia merasakan irama jantung nya terasa cepat dan tidak teratur.
Kakinya mulai terasa lemah sehingga dia akan jatuh kedalam kolam renang tetapi beruntung laki-laki itu menangkap tubuhnya Sebelum jatuh ke dalam air dan mengangkatnya ke pangkuannya.
beraninya vampire ini. setelah memberikan sesuatu padaku,dia mencegahku jatuh dan membuatku duduk dipangkuannya!
"bubuk apa yang kau hembuskan padaku, brengsek".
matanya menatap tajam Vampir itu dengan perasaan marah tapi Vampir itu malah tersenyum kepadanya.
"bubuk yang ku hembuskan padamu itu adalah aconitum Vulparia dan kalian mengenalnya dengan...".
"Wolf's Bane!!".
"Jangan khawatir, hanya sedikit yang kuberikan padamu hingga hanya membuat mu lumpuh sementara saja. aku tidak ada niat untuk membunuhmu. Aku hanya ingin berbicara saja".
"kau...apa maumu...?".
"... tidak ada.tidurlah.kita akan bertemu lagi".
tidak... aku harus tetap sadar. banyak hal yang ingin kutanyakan padanya. Mungkin dia tahu tentang Luc...
pandangan Keira mulai kabur, semuanya terasa gelap di sekelilingnya.
"Keira..Keira...? Keira!".
perlahan mata Keira terbuka. kira melihat di samping kirinya terdapat seorang yang terlihat khawatir padanya.
"ke..i...tha?".
"syukurlah kau baik-baik saja".
"apa yang terjadi? dimana aku?".
"aku menemukanmu pingsan di pintu masuk kolam renang jadi aku membawamu ke UKS ini".
"kolam renang...?".
saat keitha mengatakan tentang kolam renang, Entah mengapa dia merasa familiar. dia mencoba mengingat-ingat apa yang terjadi padanya hingga ingatan Itu mulai muncul terhadapnya dari saat ada dua korban di sebuah kelas, pertemuannya dengan vampir yang tidak pernah diketahui di kolam renang dan bagaimana dia dilumpuhkan oleh vampir itu dengan wolf's bane.
aku ingat sekarang.vampir sialan itu!
Keira mencoba bangkit Namun karena masih dalam pengaruh wolf's Bane, membuatnya terasa lemah.
"jangan bangkit dulu, Keira.istirahatlah. Aku sudah memberitahu saudaramu untuk kemari".
"terimakasih dan Keitha...".
"ya?".
"Ng...kurasa tidak.ada apa?".
"tidak ada apa-apa.kau bisa pergi sekarang dan sekali lagi terimakasih".
Keitha tersenyum dan mengusap kepalanya dan entah kenapa Keira merasa familiar dengan sentuhannya.
"sama-sama.aku ke kelas dulu,ya".
Akhirnya Keitha pergi meninggalkannya sendiri. setelah memastikan dia telah pergi, kira mengambil smartphone di saku roknya dan menekan nomor kontak yang dituju.
"Halo,ini Keira.bisakah datang ke UKS?. baiklah aku menunggu".
Keira membaringkan dirinya dan memandangi langit-langit ruangan itu sambil berpikir tentang apa yang terjadi padanya.
***ini aneh... vampire itu,aku tidak merasakan keberadaannya bahkan Indra penciumanku gagal mengetahuinya.
dan juga dia mengetahui siapa aku tetapi... mengapa dia tidak membunuhku? wilayah Utara salah satu wilayah yang ingin dikuasai bangsa Vampire dan apa yang terjadi pastinya menguntungkan bagi mereka bukan jika aku mati tapi mengapa dia....?
dan wolf's Bane... bagaimana dia bisa mendapatkan wolf's Bane? tanaman itu susah didapat dan terletak di pegunungan bagian Utara bumi dan daerah itu dihuni oleh aliansi bangsa Werewolf yaitu bangsa Phanter dan bangsa itu juga membenci bangsa Vampire***.
"Keira,kau baik-baik saja?". Suara James Madoc membuyarkan lamunannya. ia melihat James menghampirinya.Ekspresi khawatirnya terlihat di wajah guru itu.
"aku baik-baik saja.dan aku ingin kau mengetahui sesuatu. saat aku...".
Keira menceritakan apa yang terjadi pada James Madoc dimulai dari suara teriakan, korban vampire, perjumpaannya dengan vampire itu dan bagaimana dia berakhir disini.
***mungkinkah bangsa Phanter menghianati kami...?
tidak . Kurasa tidak mungkin. bangsa Phanter setia terhadap kami sudah lama sekali dan kami selalu saling membantu satu sama lain saat bangsa Vampire menyerang***.
"jangan khawatir,aku akan memberitahukan ke Aurora tentang apa yang terjadi. Keira, ada apa?".
Keira menyipitkan matanya ke James.James merasa Keira mencurigainya ingin menanyakan sesuatu padanya.
hanya ada satu cara bagaimana vampire itu mendapatkan Wolf's Bane... ada pengkhianat di bangsa kami.
"guru... sebenarnya apa tujuan guru disini? apakah Aurora memberi misi pada guru?".
(Flashback end...)
Keira menceritakan kejadian itu tetapi tidak semuanya kepada mereka.ia tidak menceritakan tentang percakapannya dengan James Madoc.ia sudah berjanji padanya untuk merahasiakannya karena misi yang dijalaninya merupakan misi rahasia.hanya ayah Tania dan dirinya yang tahu misinya.
jangan beritahu kepada siapapun bahwa misiku adalah mengetahui tentang salah satu vampire menjadi salah satu murid SMA Fallen.
ucapan James terngiang-ngiang di kepalanya. dia berjanji tidak akan mengatakannya kepada siapapun bahkan Tania dan Silvana juga Dion tidak tahu.tetapi entah kenapa ia merasa James Madoc tidak mengatakan semuanya.
aku memang telah berjanji tetapi bukan berarti aku tidak akan mencari tahu. Aku tidak mengatakan pada Guru bahwa aku merasa ada penghianat diantara bangsa werewolf.dan aku merasa dia tidak bercerita Secara keseluruhan. aku harus mencari tahu.
mereka tiba di kelas 2 IPA-1. saat masuk,ia melihat semua murid sekelasnya menatapnya bahkan beberapa di antaranya menulis sesuatu dipapan tulis tentang Keira.Firasat Keira benar, berita tentang gadis hamil dengan inisial nama keluarga "R" sudah pasti tentang dirinya padanya berita itu berita yang beredar di buletin sekolah adalah berita bohong dan siapa lagi yang menyebarkan berita bohong itu jika sudah pasti Alex pelakunya.
Ada kemungkinan dia menyewa seseorang untuk memfoto dirinya saat di hotel menjumpai guru Madoc dan dirumah sakit mengantar makanan pesanan dari Twinsbell dan foto-foto itu tertempel di papan tulis putih itu berseta hinaan tentang dirinya.
"apa-apaan ini!".
Dion segera merebut penghapus dari salah satu siswa yang memegangnya dan menghapus papan tulis itu yang berisikan:
gadis Twinsbells itu sangat menjijikkan, dia pasti sudah bersama banyak pria, cafe itu bukan menyajikan makanan tetapi dirinya sendiri , seharusnya kau pergi saja Keira,, dan masih banyak lagi hinaan untuk Keira. beruntung Tania dan Silvana tidak melihat ini jika mereka melihatnya entah apa yang terjadi pada seluruh murid di kelas ini.
Alex,kau... benar-benar...
sementara itu di Kelas Trinity.....
jam peran ketiga pria itu belum mulai dan guru Madoc belum datang tetapi mereka sudah ada di kelas. semenjak James Madoc menjadi salah satu guru khusus Trinity, secara tidak langsung dia berhasil mengambil hati Ketiga murid itu terutama Alex saat dia memberikan buku cerita waktu itu walaupun Alex masih penasaran dengan Penulis itu. dan tidak seperti biasanya Alex tampak diam dan tersenyum licik.
"ini sangat aneh kau diam Hari ini". Noah memecahkan kesunyian antara mereka bertiga.
"Mungkin dia menyerah mengganggu gadis itu.sudah seminggu dan sangat menakjubkan dia bertahan dari gangguan Alex".
"hei Danny. aku tidak akan menyerah hingga Dia meminta maaf padaku.lihat dan tunggu, Secepatnya Dia akan segera mencariku".
"apa yang lakukan lagi padanya?".
suara guru Madoc menghentikan pembicaraan mereka bertiga, tidak tahu Sejak kapan dia sudah masuk ke dalam dan jujur saja dia tidak suka muridnya diganggu oleh manusia menyebalkan seperti Alex.
"ini bukan urusanmu guru".
Kata Alex sembari menyipitkan matanya ke James Madoc,ia memang menyukai guru ini tetapi bukan berarti dia berhak mengaturnya.
Tentu saja Ini urusanku. Yang kau ganggu adalah murid Kesayanganku, Yang mulia Putri kami
"maafkan aku karena ikut campur, tuan muda".
Madoc membelakangi mereka untuk menyiapkan pelajaran yang dia bawa hari ini namun tanpa mereka ketahui, matanya berubah menjadi kuning karena dia merasa emosi terhadap Alex.
tenanglah James... jangan biarkan emosimu meledak dan membuat Jati dirimu ketahuan terhadap manusia. kau harus ingat tujuanmu di sekolah ini dan Yakinlah bahwa yang mulia Putri akan baik-baik saja karena Panglima dan Jenderal bersamanya.
"guru Madoc, kau baik-baik saja?". tanya Danny yang merasa aneh saat melihat James Madoc dari belakang.Noah dan Alex juga memperhatikannya. tak ingin dicurigai, dia pun menenangkan dirinya sehingga urat nadinya tidak sampai menjalar dan mata kuningnya kembali ke warna mata aslinya. yang memberikan badannya dan tersenyum kepada mereka seakan tidak ada apa-apa.
"aku tidak apa-apa tetapi tuan muda, tidakkah ini terlalu kekanak-kanakan pada seorang gadis?".
"gadis? dia seperti anjing yang tidak tahu batas.Dan aku tidak akan melepaskan gadis itu karena membuat aku seperti ini".
Kasar sekali! lihat saja, manusia sepertimu pasti mendapat balasannya.
Di kelas 2 IPA-1...
Dia telah keterlaluan... Bagaimana bisa dia membuat fitnah seperti ini...? aku di hotel bertemu guru madoc di cafe itu karena di situ kami biasa bertemu dan dan guru membantuku dalam belajar dan mengajariku soal-soal yang tidak kumengerti dan rumah sakit itu tempat langganan yang selalu memesan makanan di Twinsbells.
Keira Ikut membersihkan papan tulis putih itu bersama Dion, disaat ia membersihkan hinaan dan cemoohan itu, Keira melihat terdapat jubah mandi kotor dan handuk mandi kotor di atas mejanya dan ketiga gadis yang tidak lain Britney dan kedua temannya menghampiri Keira untuk mengolok-oloknya.seakan Britney tidak kapok mengganggu Keira walaupun pergelangan tangannya patah dibuat Keira dan perlu sebulan untuk sembuh.
"kau ingin menghilangkannya? apa gunanya?". Britney menunjukkan berita sekolah di Smartphonenya, Keira membaca berita itu yang tertulis: Keira Retizen, identitas asli siswi SMA Fallen kelas 2 IPA-1 yang digosipkan hamil diluar nikah dan melakukan aborsi.
Alexander Adrian...Kau...Kau!!
Brak!
"Hei Dion Retizen!apa yang kau lakukan? Ponselku". Britney memungut puing ponselnya saat Dion dengan sigap merampas smartphone milik Britney dan membantingnya dengan kuat hingga hancur.
"sebaiknya kau diam, kalian tahu berita buletin ini 100% bohong Tapi kalian sengaja mau bertanya karena kalian memang mendukung orang itu untuk membully saudaraku".
Dion membela keira mati-matian karena selain dia tau kebenarannya dia tidak ingin emosi keira bertambah hingga tanpa sadar tidak bisa mengontrol dirinya dan membuat celaka siswa sekolah ini.
"hei, sudah jelas saudarimu yang bersalah karena telah berani menentang Trinity. seharusnya dia bersyukur berita ini hanya satu sekolah yang tahu betapa buruknya di...".
PLAAAK!!
sebuah tamparan keras melayang di pipi kiri Rachel. semua terkejut dia terjatuh akibat tamparan itu, Britney dan violet melihat itu langsung membantunya bangun dan melihat 2 siswa yang tidak mereka kenal ya ternyata adalah Tania dan Silvana.
"kau! beraninya kau temanku.siapa Kalian!?".
"aku Tania dan dia Silvana.kami sebelah dan juga sahabat Keira. TEMANMU MENGHINA SAHABAT KAMI JADI AKU MEMUKULNYA UNTUK MULUTNYA YANG KOTOR ITU".
"Tania, Silvana. Mengapa kalian kemari?".
tanya Dion melihat kedua sahabatnya berada di kelas mereka.Silvana tersenyum dan menghampirinya juga mendekat ke telinganya.
"aku mendekat garis bawah keira dalam masalah dan saat membaca berita itu,kami langsung kemari". bisik Silvana.
"kalian memang brengsek! demi Tiga orang itu, kalian tega ikut menindasnya? bagaimana jika hal ini dialami sahabat kami juga dialami kalian, Bagaimana !?".
"cukup... Silvana...".
Keira akhirnya bersuara. semua memperhatikan dia. ada yang bicarakan dirinya secara berbisik-bisik ada juga yang menertawainya. namun mereka diam saat Keira menatap tajam mereka.
"aku akan membereskan ini.kalian jangan ikut campur".
Keira memberi perintah secara halus pada Tania dan Silvana. kedua Gadis itu mengikuti perintahnya. Keira menghampiri Britney dan meraih kerahnya.
"dengar Britney.kalau kalau tidak ingin tanganmu satu lagi patah, beritahu aku di mana mereka sekarang".
Sementara itu...
"jadi..."
tunggu..! aku mencium ada aroma werewolf dan seorang manusia kemari.Apa mungkin...
"ada apa guru?".
Danny bertanya saat melihat James menghentikan pelajarannya secara mendadak.
"Ng.. tidak ada apa-apa. Jadi..--".
BRAAAK!
mereka kecuali James Madoc terkejut melihat pintu telah didobrak dan mereka melihat Keira dan teman-temannya.
Alex senang melihatnya mengira dia akan minta maaf walaupun Alex terkejut melihat kekuatan seorang gadis yang mampu mendobrak pintu.
"aku benar'kan?dia akan datang mencariku.jika kau ingin minta maaf, sudah terlambat".
Keira menghampirinya sedangkan Alex memalingkan wajahnya darinya.
"aku tidak tahan lagi.semua ini kaulah yang berhak menerimanya,kau tahu!?".
Alex membalikkan wajahnya dan menatapnya.ia merasa tidak senang mengetahui ia tidak meminta maaf.
"Hei,apa begini caramu meminta maaf?".
"lalu kau, haruskah korban yang meminta maaf kepada tersangka?".
Dengan kekesalan yang memuncak, Keira melemparkan kain kotor itu tepat di wajahnya.Danny dan Noah terkejut.pertama kalinya seorang Alex diperlakukan seperti itu dan yang melakukannya adalah seorang gadis??? James diam saja tetapi dalam hatinya dia tertawa.tidak setiap hari kau melihat seorang putri werewolf memperlakukan seorang manusia seperti itu.
Tania, Silvana dan Dion tertawa geli.dan Alex?
tentu saja dia marah.ia bangkit dan menatapnya tajam.
"kau sadar yang kau lakukan? Sadar yang kau katakan?".
"aku sadar dan kau akan mendapatkan balasannya".
Keira diam tetapi tiba-tiba kedua tangannya meraih kerah Kemeja hitam Alex dan secara mengejutkan, dalam sikap berdiri ia membanting Alex ke meja Alex hingga Alex terbaring diatas meja yang hancur.
Danny dan Noah terkejut. Alex tidak apa-apa walaupun badannya sakit tetapi juga terkejut hingga dia tidak bisa berkata apa-apa.
"memangnya kau pernah melihat aku tidur dengan laki-laki lain?! pernahkah kau melihat aku bergandengan tangan dengan laki-laki selain saudaraku?!. beraninya kau menyebarkan rumor tentang gadis tak berdosa sepertiku?!. tidakkah Kau tahu bahwa aku memiliki tunangan?! tidakkah Kau tahu betapa sedihnya dia mendengar ini ?!. aku belum pernah melakukan apa-apa atau berciuman dan aku hanya melakukannya suatu saat nanti bersama tunanganku!".
Keira mengatakan semua yang dia katakan.hanya guru, saudara dan sahabat yang tahu bahwa kata-kata terdapat luka didalamnya.Memang Keira tidak melakukannya tetapi Alex tidak tahu bahwa Keira tidak akan bisa melakukan yang Keira inginkan bersama tunangannya karena maut memisahkan mereka.
"kau...Jika kau melakukan hal seperti ini lagi,aku benar-benar akan membunuhmu!".
Keira meninggalkan ruangan itu dengan Dion,Tania dan Silvana mengikutinya. Danny dan Noah merasa kasian dan merasa lucu terhadap Alex sedangkan Alex hanya terdiam.