
"…😒…".
"…😒…".
"….😌…"
aduh, situasi apa ini?. Mereka berdua saling diam dan tidak mau melihat satu sama lain dan selain itu, mengapa aku harus terjebak di antara mereka?!. Keira merasa bingung dengan situasi canggung diantara mereka apalagi ia terpaksa duduk ditengah karena kedua laki-laki itu mengapit lengannya seakan mereka tidak mau membagi gadis itu dengan laki-laki lain.
Disatu sisi, Leo sang kakak merasa lebih berhak atas Keira karena hubungan darah sedangkan di sisi satunya, Alex juga berhak atas Keira karena hubungan cinta.
Pilih yang mana? Keira bingung.
Semua ini terjadi persaingan antar kakak vs pacar karena…
Sebelumnya…🤷
Dion dan Alex berjalan menghampiri mereka. Saat itu Leo melepas pelukannya saat menatap tajam ke Alex.
''apa kabar kak Myesha''.💦 Sapa Dion yang memilih menyapa Myesha ketimbang Leo karena ia merasa takut dengan tatapan Leo yang tidak bersahabat melainkan tatapan yang sangat dingin.
"apa kabar juga Dion. Senangnya aku melihat kalian berdua sehat-sehat saja".
"Hei Dion, kau tidak mau menyapaku?".
"ah, aku mau menyapamu juga kakak".💦
"selain itu, siapa dia?". Tunjuk Leo ke Alex yang berdiri di depannya.
"ng… dia bernama Alex… Alexander Adrian".Ucap Dion yang terpaksa memperkenalkan Alex ke Leo karena Keira sudah bungkam seribu bahasa.
Alexander Adrian, ya. Pantas saja aku merasa familiar dengan namanya. Ternyata dia adalah putra si manusia Sombong itu.
"namaku Alex".Alex dengan baik hati menjulurkan tangan kanannya untuk berjabat tangan tapi Leo diam saja karena matanya sedang memperhatikan Alex dari atas sampai bawah.
dari baju, Jaket, celana sampai sepatu Sudah pasti buatan densainer ternama. Tentu saja ia akan memakai barang branded begini karena anak manusia kaya kan selalu begitu demi menunjukkan betapa kayanya mereka dengan memakai atau menggunakan barang-barang mahal.
Padahal yang kaya kan orang tua mereka. Mereka yang berkerja keras, malah anak-anak yang menghambur-hamburkan uang untuk membeli hal yang tidak berarti.
anak kaya sombong mana yang mau pakai pakaian buatan pabrik apalagi dengan dia yang putra si manusia Sombong itu, sudah pasti ia merupakan bagian mereka.
Lagipula, mau apa dia kemari? ah, aku baru ingat kalau sekolah yang ditempati Keira dan lainnya merupakan salah satu milik dia. Tapi, apa urusannya kemari?.
aku harap tidak ada hubungannya dengan Keira.
''Leonidas Retizen dan aku biasa dipanggil Leo''. Leo membalas jabat tangan itu walaupun hanya sekilas saja berjabat tangan karena mereka tidak suka hal yang bersifat basa basi apalagi dengan Leo memasang tampang diwajahnya menunjukkan bahwa dia tidak menyukai Alex dan Alex tahu itu.
dari wajahnya saja, Sudah pasti ia tidak suka padaku. Ia pasti bertanya dalam hatinya mengapa aku disini. Bayangkan saja jika ia sampai tahu bahwa aku adalah kekasih Keira sekarang?.
dari Melihat betapa dekatnya ia dengan Keira, Sudah pasti ia akan menolakku mentah-mentah tidak peduli dengan apakah aku Kaya atau tidak.
Yah, kayanya seseorang bukan berarti seorang keluarga bakalan setuju.
dalam hubungan pasti ada saja rintangan, dan salah satunya yang berada di depanku ini.
"Ini sungguh mengejutkan teman kedua adikku datang ke rumah kami ini apalagi anak kaya manja seperti dirimu harus repot-repot berjalan kaki masuk ke dalam hutan untuk sampai disini'kan?".
"Leo".
"Kakak".
Baik Keira dan Myesha tidak menyangka bahwa Leo berkata sinis dan terasa mengejek Alex dan Alex tentu saja merasa tersinggung karena ucapan Leo.
huh, dia menyebalkan sekali. Jika saja aku tidak ingat bahwa kau adalah saudara tertua Keira, sudah pasti aku akan… Alex berusaha untuk menahan emosinya sebaik mungkin dan bersikap sesopan mungkin walaupun dia sudah merasa cukup kesal dengan komentar Leo yang terdengar sinis baginya apalagi saat Leo menekankan kata anak kaya manja.
"sebenarnya, sebagai seorang teman kurang tepat untuk Keira. Aku akui bahwa aku memang bersusah payah untuk kemari dengan berjalan kaki dan bahaya mengintai sepanjang perjalanan. Tetapi karena cintaku pada Keiraku begitu besar membuatku rela menembus hutan belantara".
"kalau begitu ap-".
Eits, tunggu dulu!. Barusan dia bilang 'karena cintaku pada Keiraku?!'. Aku tidak salah dengar'kan?. Oh tidak, tidak! jangan bilang kalau Manusia ini!!.
Leo menatap wajah Keira untuk meminta penjelasan terhadap ucapan Alex yang membuatnya takut bahwa yang dia takutkan menjadi nyata.
Keira melihat tatapan mata Leo seakan tatapan itu meminta sebuah penjelasan terhadap ucapan Alex namun disaat ia ingin menjawab, lidahnya mendadak terasa keluh saking gugupnya saat Leo meminta penjelasan melalui tatapan.
aduh… apa yang harus aku Jawab sekarang?.
Dasar Alex. Kenapa ia memakai kata-kata itu?!. Sekarang kakak pasti meminta penjelasan terhadapku.😬
"apakah kamu pacarnya Keira?".😃
Ah kak Myesha!.😱 Keira terkejut saat Myesha langsung bertanya tentang hal itu kepada Alex dengan ringannya. Saat Myesha bertanya tentang hal itu kepada Alex, mata Leo tertuju kepada Alex.
"iya… aku pacarnya"😳. Jawab Alex dengan pipinya yang berubah menjadi merah saat menjawabnya tapi dalam hatinya ia sungguh senang sedangkan Leo?.
Ia merasa murka sehingga wajahnya menjadi merah seperti teko air mendidih lupa diangkat sehingga…
"aku tidak menerima hubungan ini!!".
Keira:" huh?".
Myesha:"Leo!"
Alex: "apa!?"
Dion: krauk krauk (suara keripik kentang).
setelahnya kejadian itu, diruang tamu…🤦
"hei, bisakah kau melepaskan tanganmu dari lengan adikku?".💢
"mengapa aku yang harus melepaskan? seharusnya dirimu yang melepaskan tanganmu dari lengan pacarku".Ucap Alex yang tidak mau mengalah pada Leo walaupun dia adalah saudara Keira.
"enak saja!. Dia'kan adikku. Tentu saja orang asing seperti dirimu yang harus melepaskan tanganmu dari ADIKKU!".
"hei, bagimu aku adalah orang asing tapi bagi Keira, aku adalah kekasihnya jadi daripada memegang terus lengan Keira, mendingan kau perhatikan saja kekasihmu yang ikut denganmu".
Wah, Sibrengsek ini benar-benar...💢
"bisakah kalian berdua melepaskan lenganku?!. Aku capek tahu!!".💢 Pekik Keira sambil melepaskan diri dari dua laki-laki yang memperebutkan dirinya sehingga mereka melepaskan tangan mereka dari lengan-lengan Keira lalu Keira melotot ke mereka berdua.
''Kakak, duduklah bersama dengan kak Myesha!. Kau duduk bersama dengan Dion!".
"Ta-tapi-". Ucapan mereka berdua tidak selesai saat Myesha bangkit menarik Leo dengan menjewer telinga kirinya sedangkan Dion bangkit menarik lengan Alex.
"kau sudah dengar kata Keira'kan? ayo kemari".
"aduh sayang, sakit". Leo meringis saat Myesha memaksanya bangkit disebelah Keira dengan menjewer telinga.
"ayo, duduk bersamaku. Daripada kau kena amukan Keira".
"Hmrp! iya iya". Alex terpaksa menurut bangkit dari sebelah Keira dan terpaksa duduk di sebelah Dion sehingga akhirnya Keira duduk sendirian di sofa itu.
Tapi baik Leo maupun Alex menatap tajam satu sama lain seakan benang biru terhubung ke mereka berdua sebagai saingan.