The Hot Blood Of Saga

The Hot Blood Of Saga
Chapter 125 : A Talk From Bad Father and The Youngest Son



Alex menghentikan makannya saat mendengar ucapan dari Harold. Sebuah perasaan takut mulai menghantui dirinya dimana ia takut Harold akan menghancurkan hubungannya dengan Keira jika Harold tidak menyukai Keira.


Alex ingat bagaimana Harold menghancurkan hubungan Saudarinya dengan orang yang dicintai Saudarinya itu hanya karena kasta.


dan Keira?


ia tidak tahu dan tidak peduli dengan berasal dari kasta mana Keira berasal karena baginya yang terpenting adalah perasaan yang dihati.


Tapi apakah Harold peduli dengan perasaan putranya? tentu saja tidak.


jika ia tidak peduli dengan perasaan kedua anaknya bagaimana mungkin dia peduli dengan perasaan anak bungsunya itu.


"apa maksudmu berkata begitu?". Alex mencoba untuk setenang mungkin agar bisa mengorek informasi yang diketahui oleh ayahnya itu.


"hm, aku mendengar sebuah kabar bahwa kau sedang bersama dengan perempuan, apakah itu benar?".


dari Ucapannya ia tidak tahu bahwa aku memiliki seorang kekasih. Aku harus pintar membohonginya sebisa mungkin untuk menghindarinya mencari tahu siapa Keira. Aku tidak mau ia akan berbuat macam-macam dengannya. pikir Alex yang mencari siasat untuk menipu ayahnya demi Keira.


"menurutmu? bukankah seorang pewaris bisnis keluarga selalu menjadi pusat perhatian para perempuan-perempuan?. Jangankan satu, kau tidak tahu bahwa aku sering bersama dengan perempuan-perempuan lainnya. Apakah itu salah untukku bersenang-senang dalam masa mudaku?".Ucap Alex yang menggunakan statusnya sebagai seorang pewaris Fallen Group agar Harold mengira bahwa Alex Hanya bersenang-senang dengan para gadis-gadis agar Harold tidak menyuruh orang untuk mencari tahu apa dan siapa itu Keira.


Biarlah aku merahasiakan Keira dan hubunganku dengannya agar ia tetap aman dari si kambing tua ini.


tapi berapa lama hal ini bisa disembunyikan darinya?. Ucap Alex secara batin


"hm? tidak salah tapi jangan harap untuk bisa menjadikan salah satu dari mereka untuk pasangan hidupmu.


Kau harus ingat bahwa masa depan kehidupanmu dari dengan siapa yang akan kau nikahi, ayah yang akan memutuskannya. Karena aku adalah ayahmu dan kau tidak bisa seenaknya saja memilih siapa yang akan kau nikahi suatu hari nanti".Ucap Harold menekankan bahwa sesenang dan sebebas apapun Alex diluar sana, Alex tetaplah seorang anak yang terbelenggu olehnya bagaikan Rantai yang tidak terlihat namun dapat dirasakan Alex dan sampai kapanpun Alex tidak akan bisa bebas dari belenggu yang menjeratnya setiap hari.


Mendengar ucapan dari Harold membuat Alex diam namun ia mengepalkan tangannya kuat-kuat karena kemarahan yang dia pendam sebisa mungkin karena setidaknya ia masih ingat bahwa Harold adalah ayahnya walaupun dia sangat membencinya.


Aku diam namun bukan berarti aku akan betul-betul diam. Hidupku terbelenggu oleh rantai yang kau ciptakan selama bertahun-tahun namun aku tidak pernah berhenti untuk lepas dari belenggu yang kau jeratkan padaku dan aku yakin bahwa suatu hari nanti aku akan bebas dan kau akan benar-benar menjadi orang yang sangat tidak berarti bagiku.


"aku sudah selesai. Aku pergi". Ucap Alex bangkit dari duduknya dengan masih menyisakan makan siang mewah itu di piring.


meninggalkan Harold yang masih santai menikmati makan siangnya sementara itu dalam mobil sport yang dikemudikannya, Alex mengemudi dengan kecepatan penuh dengan perasaan berkecamuk di dalam dirinya.


Alex putraku sayang, ibu ingin kau bahagia… jadi ingatlah satu hal dariku. apapun yang terjadi, jika kau mempunyai sesuatu yang sangat berarti dan membuatmu bahagia, kau harus mempertahankan kebahagiaanmu itu walaupun kau harus melawan ayahmu sendiri demi kebahagiaanmu.


''ibu…". Alex menitikkan air mata saat mengemudi mobil ketika ucapan Dylan berputar kembali dalam memori otaknya. Ia sangat merindukan sosok ibunya sehingga ucapan ibunya itu begitu membekas dalam dirinya.


Dylan, seorang wanita yang rapuh dalam pernikahannya yang tidak bahagia walaupun hidupnya selalu bermandikan akan kemewahan tapi jika suami tidak memberikan cinta dan kasih sayang kepadanya untuk apa semua itu?.


ditambah lagi bagi Harold, pernikahan adalah sebuah kesepakatan dua pihak untuk membuat perusahaan semakin besar dan menguntungkan dan Dylan baginya tidak lebih dari seorang istri yang tidak berarti dan tidak pantas untuk dihargai dan dicintai olehnya karena Dylan hanyalah seorang perempuan dari kalangan biasa yang dipilih menjadi istri oleh kakek nenek Alex dulu.


Semua orang diluar sana menganggap Dylan adalah seorang perempuan yang beruntung mendapatkan seorang laki-laki tampan dan sangat kaya seperti dongeng namun tidak ada yang tahu selain pekerja dirumah betapa menyedihkannya Dylan karena mengalami penghinaan dari Harold dan selalu lebih melukai batin daripada psikisnya.


di luar Dylan tersenyum namun dihatinya ia menangis karena hidupnya namun Dylan berusaha untuk tegar menahan hinaan Harold dan keterpurukannya karena Harold demi ketiga anak-anaknya yang tumbuh tidak bahagia karena memiliki ayah yang bernama Harold.


Hingga suatu hari kesabaran seorang Dylan habis dan melawan Harold demi ketiga Anak-anaknya namun tragedi telah membuatnya berada di antara hidup dan mati sedangkan ketiga anaknya?.


dua anaknya menjadi korban dari keserakahan dan ketamakan orang tua demi tujuannya Dan yang tersisa adalah Alex yang berusaha untuk bebas dari belenggu sang ayah yang dia benci selama bertahun-tahun dan kedua saudaranya Alfa juga Alexa sangat berharap agar Alex bisa terlepas dari belenggu yang menjerat mereka selama ini karena dengan Alex berbahagia maka Harold akan kalah untuk pertama kalinya dan dengan kekalahan Harold akan melukai hatinya untuk selamanya.


mengenai darimana Alex dan kedua saudaranya bisa mengetahui betapa hidup Dylan menyedihkan bersama dengan Harold?.


tentu saja karena dari kecil mereka bisa melihat perlakuan Harold yang tidak pernah ia tutupi ke Dylan bahkan Alexa pernah bercerita bahwa ia hampir mati dikandungnya Dylan saat berusia tiga bulan ketika Harold memukul Dylan terlalu keras hingga ibunya terjatuh dari mengalami pendarahan


Namun Tuhan masih memberikannya kesempatan untuk hidup. Jika tidak, mungkin kisah hidupnya berakhir sampai disitu dan pastinya tidak akan pernah ada kisah Alex dan Keira sekarang.


"ibu… aku menyayangimu bu… aku akan bahagia bu…


aku akan bahagia dan mempertahankan gadis yang kucintai bu walaupun aku harus melawan kambing tua itu namun aku tidak akan pernah menyesal karena aku tahu kau akan bahagia jika putramu bahagia". Ucap Alex Sambil tetap melihat ke depan lalu ia mengeluarkan ponselnya dan ia melihat Foto Keira yang manis saat tidur di wallpaper ponselnya.


Alex tersenyum saat melihat foto yang dia ambil diam-diam saat tidur bersama di pulau Lamiya karena dia tidak memiliki foto Keira bahkan ia tidak punya foto ia dengan Keira sama sekali tapi ia tetap bahagia dengan foto itu seakan jika ia perasaannya sedang buruk maka Keira akan membuat perasaannya menjadi baik.


aku sangat menyayangimu Keira…


aku akan melakukan apapun untukmu bahkan akan melawan siapapun walaupun aku harus melawan ayahku sendiri karena itu…


...aku mohon…...


...Jangan tinggalkan aku…...