The Hot Blood Of Saga

The Hot Blood Of Saga
Chapter 39 : Side of Mambayo



"lalu, bagaimana dengan suara detak jantung semakin kencang sebagai bentuk mereka semakin dekat?".


"hihihi. Si kembar enam hanya menyisakan kerangka dalam jiwa sehingga mereka sudah lupa bagaimana rasanya hidup memiliki dan mendengar suara detak jantung sebagai bukti mereka hidup. Mereka menghabiskan hidup selama tiga ratus tahun dengan rasa kehampaan dan tersiksa yang dimiliki mereka satu-satunya".


"lalu bagaimana...".


"sudah sudah. Kau bertanya terlalu banyak".


"hei, aku hanya ingin tahu dan bukankah kau akan menjawabnya?".


"aku memang akan menjawabnya namun sekarang sudah jam dua belas malam. Kau tidak kasihan dengannya?".


Mambayo melirikkan matanya ke Keira yang sedang tidur.


"ya ya ya. Aku tahu".


"aku punya satu kamar tamu. Kalian berdua bisa tidur disana dan aku sudah mempersiapkannya untuk kalian, hihihi".


"dimana kamarnya?". Tanya Alex sambil menggendong Keira yang sedang tidur. Ia tidak mempertanyakan mengapa dia harus satu kamar dengan Keira.


"Di lorong kiri, tidak jauh dari tempat kalian menjemur pakaian kalian dan Alex..."


"ya?".


" walaupun kau adalah manusia yang menyebalkan, aku akui cukup menyukaimu,nak".


"heh? maaf nenek. Aku sudah punya orang yang aku sukai. Cari saja pria muda lain". Kata Alex dengan nada datar dan mengibas -ngibaskan tangan kanannya sambil menatap Mambayo dengan tatapan aneh.


"bukan menyukai yang seperti itu, bodoh! 💢".


Mambayo kesal saat Alex mensalahartikan ucapannya.


"oh, aku kira maksudnya begitu".


"aish, sudahlah. Aku memberikanmu ini".


Mambayo memberikan sesuatu ke telapak tangan Alex. Seketika mata kirinya melotot karena terkejut saat melihat benda yang diberikan oleh Mambayo. Bagaimana Alex tidak terkejut? Mambayo, memberikan sebuah benda yang di dalam bungkusan itu terdapat sebuah benda yang selalu di pakai oleh laki-laki sebagai pelindung di area yang panjang sebelum melakukan sesuatu dengan sang wanita di. Sontak saja Wajah Alex menjadi merah seketika saat mengetahui benda itu apalagi nenek-nenek aneh yang memberikannya.


"i-ini! ko-ko...!!!". Alex tergagap. Tidak sanggup lagi untuk melengkapi ucapannya.


Aku tidak percaya... dia memberikan ini padaku!!! bagaimana jika Keira tahu nenek ini memberiku ini!? dia akan menganggapku laki-laki cabul!. Pikir Alex sambil melirik Ke Keira yang sedang tidur dalam dekapannya.


"kau tidak suka,ya? Jangan khawatir, manusia. Kebetulan aku punya yang lain dengan tiga rasa. Mau Strawberry, Mint atau pisang?". Tanya Mambayo dengan tampang bodohnya sambil menunjukkan tiga bungkusan lain dengan tiga rasa.


"dasar nenek gila! mengapa kau memberikan ini padaku!? kau pikir aku ini laki-laki macam apa!!?". Alex berbicara sepelan mungkin agar gadis itu tidak mendengar percakapan mereka yang terdengar... nyeleneh??.


"huh? kukira kau bakalan menyukainya kau dan dia... 👉👌".


"hei, aku bukan laki-laki semacam itu, tahu".


Wajah Alex bersemu merah merona saat mengetahui maksud Mambayo dari gerak tangannya Mambayo.


kecuali... jika dia menginginkannya juga. Tapi, sumpah. Baru pertama kalinya aku menjumpai orang tua seperti Mambayo ini. Jika dia mempunyai benda-benda ini... mungkinkah dia !!!.


"Jangan salah paham, aku mendapatkan benda ini saat berbelanja di toko kota Altair. Saat membeli snack keripik kentang, selalu saja dapat benda beginian. Memang hadiah jaman sekarang pada aneh-aneh". Ucap Mambayo menggelengkan kepalanya seakan dia membaca pikiran Alex.


"Kalau begitu, Kenapa gak kau tuntut saja? viralkan kek?".


"oh tidak bisa. Aku suka keripik ini. rasanya enak dan lebih banyak isinya daripada bungkusan keripik kentang yang lain. Jika di viralkan atau dituntut, tidak ada lagi keripik ini bakalan beredar di pasaran. Buktinya saja, tidak ada yang berkomentar'kan?".


oh, pantas saja. Jika isinya lebih banyak daripada isi Snack pada umumnya dan orang-orang menyukainya, siapa yang peduli dengan isi hadiah yang....😳😳😳💦


"lalu, kenapa kau berikan padaku?".


"hihihi. Karena kau ini laki-laki. Pastinya selama ini kau pasti sudah melakukannya dengan wanita lain'kan?".


"apa yang kau bicarakan? aku ini masih perjaka, tahu". Ucap Alex membantah pernyataan Mambayo dan memang benar bahwa Alex tidak pernah melakukannya dengan perempuan manapun.


"masih perjaka? ck ck ck".


Astaga. Nenek ini, benar- benar...💢💢


"sudahlah. Selamat malam". Ucap Alex sambil membawa Keira dalam gendongannya dengan nada ketus. Sementara Mambayo Melihat mereka berdua pergi sambil membuka snack keripik kentang kontroversi itu.


"wow, rasa nenas". Kata Mambayo saat menemukan sebuah bungkusan alat pelindung laki-laki berwarna kuning.


Alex tiba di kamar yang dimaksud Mambayo. Ia terkejut bukan main Melihat dekorasi kamar yang disiapkan Mambayo. Lilin Aromaterapi, kelopak-kelopak mawar betaburan di tempat tidur double bed membentuk hati dan balon-balon yang berasal dari alat pelindung laki-laki terbang di langit-langit kamar. Alex Kehilangan kata-kata saat melihatnya.


Ia senang namun bukan di waktu yang tepat karena Alex menyadari bahwa dia dan Keira masih belum memiliki status hubungan. Pelan-pelan Alex membaringkan Keira sebentar di atas karpet bulu berwarna coklat yang lembut lalu Alex menyingkirkan kelopak-kelopak mawar di atas tempat tidur itu. Setelah kelopak bunga mawar sudah disingkirkan, Alex mengangkat tubuh Keira dan membaringkannya di atas tempat tidur.


Alex membelai lembut Kepala gadis itu. Terlihat kenyamanan di wajah Keira saat Alex membelainya. Ia tersenyum melihat wajah gadis itu hingga ia menjadi murung saat teringat kejadian yang mereka alami di dalam sumur saat hujan di bulan purnama mengenai Keira. Alex tidak akan lupa bagaimana rasa sakit yang dirasakan Keira dan bagaimana rasa ketakutannya saat ia hampir saja Kehilangan Keira.


Syukurlah, Mambayo datang disaat yang tepat. Jika tidak..... aku tidak sanggup membayangkan bagaimana rasanya hidup tanpamu, Keira..... kau adalah gadis yang penuh dengan misteri. Hanya sedikit tentang dirimu yang kutahu selain alergi dan luka yang tidak aku ketahui bagaimana cara kau mendapatkan luka di bahumu. Aku ingin tahu tentang dirimu namun entah mengapa rasanya aku takut untuk mengetahui tentang dirimu yang tidak aku ketahui.


Yang bisa aku lakukan sekarang.... Hanya menunggumu membuka hatimu, Keira.


"hiks.... hiks.....". Sebuah air mata mengalir dari pipi kiri Keira. Alex Melihat Keira mulai terisak-isak dalam tidurnya sehingga ia tahu bahwa Keira sedang mimpi buruk.


" Jangan menangis, Keira.... semuanya akan baik-baik saja". Ucap Alex menghapus air mata yang mengalir di pipinya dan menenangkan Keira dengan suaranya yang lembut dan menenangkan walaupun dia tidak tahu mimpi apa yang membuat Keira menangis.


"Jangan..... pergi..... hiks hiks". Ucap Keira bernada lirih.


"Jangan khawatir, aku disini". Ucap Alex sambil memeluk Keira. Secara refleks Keira memeluk erat tubuh Alex dan perlahan, gadis itu mulai tenang saat Alex menyanyikan sebuah lagu tidur di telinga kiri Keira. Sebuah lagu tidur yang pernah dinyanyikan oleh ibunya dulu saat Alex merasa sulit tidur. Setelah bertahun-tahun lamanya, Alex masih ingat dengan lagu pengantar tidur yang selalu dinyanyikan ibunya dulu dan dia menyanyikan lagu pengantar tidur itu kepada gadis yang telah membuatnya jatuh cinta padanya.


Syukurlah, dia sudah tenang sekarang... Ucap Alex dalam hati saat melihat Keira sudah betul-betul tenang sehingga Alex tersenyum melihatnya.


"selamat tidur, Keiraku...". Ucap Alex sambil mengecup kening gadis itu dan ia tertidur sambil berpelukan satu sama lain.


Keesokan paginya, Keira membuka matanya perlahan dan dihadapannya, ia terkejut melihat Alex tidur sambil memeluknya, lagi.


!!! Oh, jangan lagi!. Secara perlahan, Keira melepaskan diri dari pelukan Alex. Pelan-pelan dan berhasil. Ia memperhatikan pakaiannya sekali lagi. Masih melekat ditubuhnya.


Fiuh... syukurlah. Tapi, tidurku tadi malam begitu nyenyak. Apakah karena bau dari lilin aromaterapi atau... Keira memandang wajah Alex. Laki-laki itu begitu nyenyak tidurnya dan wajahnya begitu tampan saat ia sedang tidur. Keira ingin sekali membangunkannya dan mencecarnya dengan pertanyaan kepada laki-laki itu mengapa dia bisa tidur bersama dengan Alex walaupun dia yakin bahwa mereka tidak melakukan apa-apa namun dia tidak tega membangunkan orang yang menyelamatkan hidupnya.


Nanti saja deh membangunkannya. Aku tidak tega apalagi yang sudah dilakukannya.


Keira beranjak pergi keluar dari kamar dan menuju ke tempat ruang tamu dimana ia dan Alex menjemur pakaian mereka yang basah di dekat perapian.


"Selamat pagi, Mamba". Ucap Keira saat ia melihat Mambayo sedang menuangkan teh yang baru saja matang ke tiga buah cangkir bercorak pohon Willow.


"selamat pagi, yang mulia Putri. Silahkan duduk". Ucap Mambayo memberi hormat pada Keira. ia baru bisa memanggil Keira dengan sebutan yang mulia Putri dan hormat padanya saat tidak ada manusia disekitarnya termasuk Alex. Laki-laki itu pasti akan bertanya-tanya karena dia tidak tahu bahwa Keira adalah seorang putri Werewolf sekaligus Alpha Utara bangsa werewolf.


Wanita itu memberikan secangkir teh yang sudah dituangkannya kepada Keira yang sedang duduk di atas sofa yang terbuat dari bambu.


"terima kasih, Mamba". Ucap Keira sambil menyesap teh buatan Mambayo.


"apakah manusia itu masih tidur?".


"Begitulah. Biarlah dia tidur lebih lama, aku tidak tega membangunkannya walaupun aku ingin bertanya mengapa dia tidur di sebelahku?".


"oh,itu karena aku hanya punya satu kamar tamu bekas ayah dan ibuku dulu jadi kalian harus tidur berbarengan".


"tapi, bukankah di kamarmu, ada enam single bed? kenapa kami gak disana saja semalam?".


"hihihi. Aku tidak bisa karena aku dan kelima saudaraku yang selalu tidur disitu. Kami tidak bisa membiarkan orang lain tidur di tempat kami. Lagipula dia tidak melakukan apa-apa padamu".


"hm, memang benar sih. Aku ketiduran saat mendengar ceritamu".


"Jangan khawatir, aku akan menceritakan bagian pentingnya saja kepadamu".


Mambayo mulai menceritakan secara pendek namun penting dimana dalam cerita itu Arhen dan Nuria ketahuan atas apa yang mereka lakukan selama bertahun-tahun lamanya hingga mereka dieksekusi oleh para penduduk dan ke-enam anak perempuan itu di kubur hidup-hidup oleh mereka namun sesuatu terjadi dimana mereka bangkit dari kubur dan membalas perbuatan para penduduk. Mereka membunuh Damble dan membakar para penduduk dan mereka mengutuk para penduduk dengan memerangkap jiwa-jiwa mereka di tubuh mereka yang tinggal kerangka saja dan di pohon-pohon mati sebagai pohon mistis.


"karena itulah mereka disebut sebagai penunggu bukit hitam atau kerangka malam".


"ceritanya sungguh sedih... apalagi cerita itu merupakan kisah nyata tentang dirimu dan saudaramu, Mamba".


"hihihi.Bagaimana kau tahu bahwa cerita pulau ini berdasarkan cerita kami?". Keira tersenyum dan menjawabnya.


"tentu saja aku mengetahuinya, Mamba. kakak pernah cerita bahwa,Tiga ratus tahun yang lalu kakekku dan ayah paman Hara pernah kemari. Diketahui bahwa mereka pernah bersahabat dan berhubungan dengan seorang pria di pulau ini dan membantunya untuk menyelamatkan anak-anak yang pernah ada di pulau ini hingga saat kakek memutuskan untuk menginjakkan kakinya di pulau ini demi menyelamatkan sahabat dan keluarga sahabat manusianya namun saat berada di sini, mereka menyadari bahwa tidak ada satupun manusia yang tinggal di pulau ini selain enam anak perempuan kembar berusia lima belas tahun".


"lalu?".


"aku pernah mendengar bahwa sebelum diriku telahir kembali sebagai Keira, aku ingat bahwa dikelahiranku yang pertama, kau hadir bersama dengan kelima saudarimu untuk memberkatiku. Apalagi kalian masih hidup dari jaman kakekku hingga ke kami. Aku benar?".


"hihihi. Benar sekali, yang mulia. yang mulia raja werewolf sebelumnya membantu ayah kami menolong anak-anak ke sebuah tempat dimana mereka dapat memulai awal hidup yang bahagia tanpa ada rasa takut, tanpa ada rasa was-was terhadap orang-orang yang akan mengorbankan mereka. Itulah mengapa kami mengabdi pada kalian, kebaikan raja sebelumnya bahkan kami rasa belumlah cukup".Ucap Mambayo sambil berdiri dan menatap sebuah bingkai foto kayu diatas meja. Sebuah foto pertama dan terakhir sebuah keluarga yang terdiri dari ayah ibu dan keenam putri mereka dengan latar belakang pintu masuk gua.


"mereka memang baik. Mereka mengorbankan diri mereka sendiri demi mencegah adanya pengorbanan yang dilakukan oleh penduduk sebelumnya walaupun nyawa mereka yang menjadi korban karena penghianatan".


"kau benar. Ayah dan ibu kami memang baik namun sayangnya... sampai kapanpun kami tidak akan pernah bisa berjumpa lagi dengan orang tua kami... atas kebaikan mereka, aku yakin mereka pasti berada di surga sekarang. Sedangkan kami.... kami telah menjual jiwa kami kepada iblis untuk membalas dendam dan membuat penduduk itu menjadi seperti sekarang. Tidak ada jaminan bahwa kami akan masuk surga juga.....".


Sebuah kesedihan tergambar di wajahnya. Mambayo tahu, surga dan neraka merupakan tempat yang berbeda setelah kematian. Ada keberuntungan sebuah keluarga akan berada disebuah tempat yang sama dan kembali berkumpul bersama namun ada juga sebuah keluarga terbagi di dua tempat. Sampai kapanpun tidak akan pernah bisa bertemu.


"tapi, kalian sangat baik... walaupun kalian menggunakan ilmu hitam, kalian tidak menggunakannya untuk kejahatan dan selalu membantu bangsa kami".


"kau benar, nak. Hanya saja, kenyataan adalah bahwa jiwa kami berada pada iblis yang tertinggi. Kami diberikan kekuatan dan umur yang panjang walaupun kami tidak awet muda. Kami tidak pernah tahu berapa lama lagi jiwa kami masih ada dalam raga yang rentah dan lelah dengan kehidupan".