My Best Friend'S Daddy Is My Husband

My Best Friend'S Daddy Is My Husband
Episode 93



Sudah satu mingguan lebih Khanza ikut Antonio ke kantor. Dan hari ini juga dia akan ikut lagi bersama ke kantor. Sebenarnya Khanza sangat bosan ke kantornya Antonio, dia ingin jalan-jalan, tetapi Rhea lagi sibuk belajar mau ujian.


Di sisi lain, Antonio sudah rapi dengan kemeja biru dongker dan bawahannya. Khanza kini berada di dekat Antonio, mengambil alih dasi di tangan suaminya. Lalu memasangkan di kerah leher baju suaminya.


"Sudah selesai mas, sekarang mas duduk. Biar aku sisirkan!" ucapnya menyuruh suaminya duduk.


Antonio menuruti perintah istrinya, ia pun duduk di kursi meja rias. Khanza segera menyisirkan rambut suaminya dengan rapi.


Setelah selesai, mereka berdua keluar dari dalam kamar dan segera menuju ke bawah. Mereka sudah duduk di kursi meja makan, Khanza mengambilkan roti untuk Antonio. Tak lupa ia memberi olesan selai di roti itu dan menaruh di piring suaminya.


"Khanza kamu sudah periksa kandungan untuk bulan ini sayang?" tanya nyonya Erina.


"Belum ma, nanti besok aku akan periksa bersama mas Nio," balas Khanza.


"Ma, pa... Apa kalian jadi bulan depan pulang ke kota B?" kini Antonio bertanya pada kedua orangtuanya.


"Em ya, kami akan pulang. Karna sudah lama kami berada disini," jawab tuan Andreas.


"Kenapa papa sama mama tidak menetap disini saja," tukas Antonio.


"Tak bisa Xavi, papa juga punya perusahaan disana yang tidak bisa ditinggalkan terlalu lama," ujar tuan Andreas.


"Ouh ya, apa Rhea setelah lulus ingin ikut oma dan kuliah disana," sekarang nyonya Erina bertanya kepada sang cucu yang duduk di sebelahnya.


Sebelum menjawabnya Rhea menatap bunda dan daddynya. Keduanya menyerahkan semua keputusan kepada Rhea, mereka tak ingin menghalangi Rhea untuk menuntut ilmu dimanapun yang dia mau melanjutkannya. Walaupun sebenarnya melepaskan Rhea jauh dari mereka nantinya sangat berat.


"Em maaf oma, sepertinya Rhea aku masuk universitas di sini. Re ga mau ninggalin bunda sama dad, apalagi ninggalin dedek twins. Re ngga mau pisah, dan ingin jagain adek twins," tutur Rhea penuh kehati-hatian pada oma dan opanya.


"Oma tak apa-apa sayang, lagian nanti saat bunda kamu melahirkan oma juga akan sering-sering datang kesini," balas nyonya Erina.


Akhirnya tak terasa sarapan sambil mengobrol mereka selesai. Rhea berangkat ke sekolah bersama pak Udin yang mengantarnya.


Untuk mewanti-wantinya Khanza harus ikut bersamanya terus ke kantor. Sampai istrinya menuruti larangannya.


"Kapan sih aku bisa gausah ikut ke kantor lagi, aku bosan tahu ikut terus. Nanti dikira aku istri yang manja ngga bisa jauh jauh dari suami," ujar Khanza.


"Kamu akan ikut mas terus sampai waktu yang tidak ditentukan... Sudah jangan banyak protes lagi, ini demi kebaikan bersama," balas Antonio.


"Kebaikan bersama gimana mas? Aku bosan dikantor mas terus, apalagi ga boleh jalan jalan sama aja mas ngurung aku di dalam ruangan mas. Please! bolehin aku jalan jalan ngelilingi kantor mas biar aku ga bosan terus terusan di dalam ruangan," lirih Khanza.


Antonio juga sebenarnya merasa tak tega, melihat istrinya yang kebosanan. Tetapi dia juga merasa takut akan bahaya yang mendatangi, takut seseorang mencelakai istrinya jika tidak berada di dekatnya. Haruskah dia memperbolehkan istrinya untuk ini. Yahh! Sepertinya dia harus membolehkannya, kalau terus terus dikekang yang ada nantinya istrinya malah nekat. Tetapi selama tiga bulan tinggal bersama Antonio begitu memahami istrinya. Khanza sangat jarang membantahnya bahkan malah sering menurutinya.


"Yasudah kamu boleh jalan jalan, nanti ditemanin Nada," ujar Antonio.


"Makasih mas..." Khanza memeluk suaminya. Merasa senang, karna perbolehkan...


Selama perjalanan tangan Khanza terus betengger di lengan Antonio...


****


Follow ig aku yuk guys : @antiloversn


Bersambung. . .


Follow juga ya!!


Like, comennt, rate 5. jangan lupa gifts+vote nya.


Terimakasih💓