
Tujuh tahun kemudian.
Pernikahan Khanza dan Antonio sudah berjalan tujuh tahun lamanya. Hari ini adalah hari aniversary mereka yang ketujuh tahun pernikahan. Empat tahun lalu setelah melahirkan anak laki-laki yang diberi nama ‘Farghani Almair’, Khanza kembali di nyatakan hamil setelah putranya hampir berusia satu tahun dan kembali melahirkan anak berjenis kelamin laki-laki yang di beri nama ‘Reyndra Ardhana’ dan saat ini Rey baru berusia sepuluh bulan dia kembali di nyatakan hamil lagi.
Sekarang kandungan Khanza memasuki minggu ke-18 merupakan fase saat janin mulai melakukan pergerakan di dalam perut ibu. Hamil 18 minggu berarti berada di bulan ke-5 kehamilan sehingga ia harus menunggu empat bulan lagi hingga waktu persalinan tiba. Ia juga sudah melakukan USG dan hasilnya mengejutkan sekali yang akan menjadi di kado spesial aniversary mereka.
Kehamilannya yang keempat membuat Khanza sangat manja dengan Antonio. Bahkan ia tak ingin berjauhan dari Antonio, pernah sewaktu itu Antonio meminta ijin padanya dan mengatakan akan ke luar negeri hanya satu minggu karena ada meeting penting yang tak bisa di tinggalkan. Tetapi Khanza dengan tegas menolak mengijinkan pergi dengan alasan dirinya tak bisa ditinggal karena ia akan sangat merindukan. Mau tak mau Antonio meminta sang papa Andreas untuk menggantikannya melakukan meeting di negara tersebut.
Tapi jika Antonio pergi bekerja ke kantor, Khanza tak akan melarangnya. Ia juga mengerti suaminya adalah seorang Ceo dimana ada puluhan karyawan kantornya yang harus di gajihnya. Seperti sekarang Khanza membangunkan sang suami untuk bersiap ke kantor.
“Mas, bangun udah jam 8 loh,” ucap Khanza membangunkan suaminya dengan cara yang sangat lembut, yaitu dengan mengelus rambut suaminya dimana itu malam membuat sang suami merasa nyaman.
“Mas,” ulang memanggil, membangunkan kembali. Tetapi sama tak ada respon dari Antonio.
“Mas, bangun sekarang atau nanti malam kamu tidur diluar,” ancam Khanza, padalah itu semua hanyalah ancaman semata, karna sudah dipastikan Khanza tak akan bisa tidur jika tak ada Antonio di dekatnya.
“Morning honey,” Antonio yang mendengar ancaman Khanza langsung membuka matanya bangun dan tak lupa memberikan kecupan untuk istri tercintanya.
“Mandi cepat, aku udah siapan sarapan pagi,” ujar Khanza, Antonio mengangguk dan masuk ke kamar mandi untuk membersihkan diri.
Setelah siap dengan setelan kerjanya Antonio segera ke bawah untuk sarapan pagi bersama anak-anaknya. Disana ia tak melihat keberadaan Rhea dan hanya ada para putra-putra kecilnya. Lalu Antonio menghampiri putra-putranya dan mencium satu persatu.
Arcell yang tak suka di cium oleh daddynya membuat mengelap bekas ciuman dari daddy.
“Dadd, jangan menciumku. Aku tak suka dicium,” katanya.
“Iya aku tau dad, tapi aku tak suka dicium,” balesnya.
Khanza yang sedang menyuapi Rey merasa terganggu dengan pertengkaran Antonio dan Arcell. Membuatnya langsung angkat suara untuk menghentikan pertengkaran di meja makan.
“Sudah sudah semua makan dengan diam, Mas jangan menganggu Arcell. Kamu sudah tahu kan Arcell memang tak suka diciuam jadi berhenti untuk membuat putra kita kesal,” urai Khanza dengan nada tegas tapi penuh kelembutan.
“Honey Rhea kemana, kenapa tidak ikut sarapan bersama?” Tanya Antonio mencari Rhea.
“Oh itu mas, tadi pagi sekali Rhea di jemput sama tante Raya. Katanya mereka mau ke butik, untuk mencoba gaun pengantin,” beritahu Khanza.
Antonio hanya mangut-mangut mengerti sebentar lagi putrinya akan segera menikah. Hanya beberapa hari dari sekarang, Khanza memang tak ikut pergi menemani Rhea karena dirinya ingin menyiapkan sesuatu untuk nanti malam.
Selesai makan Khanza mengantar suami dan kedua putranya sampai depan pintu. Twins sudah masuk sekolah dasar dan kadang Antonio yang akan mengantar mereka ke sekolah, seperti sekarang ini.
“Kalau ada apa-apa cepat kabarin mas ya, baby jangan nakal di perut mommy ya. Dua jagoan daddy jagain mommy kalian,” pesan Antonio dan mencium perut istrinya serta mengingatkan kedua putranya yang akan bersama istrinya di mansion.
“Iya suamiku, kamu juga jangan ngebut bawa mobilnya,” balik Khanza berpesan kepada suaminya. Setelah berpamitan dan berangkat...
“Ayo sayang kita masuk ke dalam,” ajak Khanza kepada kedua putranya.
Khanza beristirahat sebentar di kamar bawah yang memang sudah ada khusus untuk dirinya ketika tak ingin naik ke lantai atas. Kedua putranya ikut berbaring di dekatnya, ia akan beristirahat sebelum nanti berkutat di dapur untuk membuat kue spesial untuk nanti malam.
****