My Best Friend'S Daddy Is My Husband

My Best Friend'S Daddy Is My Husband
Episode 114



Kebetulan sekali mobil Aditya dan Bagaskara datang bersamaan. Lalu parkir bersampingan, saat keluar Aditya melihat Rhea yang keluar dari mobil di sampingnya.


"Rhea," seru Aditya.


"Om Adit," sahut Rhea.


"Pasti kamu mau jenguk bunda kamu kan," tebak Aditya.


"Iya om, re baru tahu hari ini kalau bunda ternyata udah melahirkan. Dan ga nyangka bunda melahirkan tepat di hari ulang tahun daddy," ujat Rhea malah bercerita.


"Astaga, om melupakannya. Ternyata hari ini Antonio ulang tahun," tukas Aditya.


Rhea terkekeh melihat Aditya yang seperti itu.


"Ouh ya om mau jenguk bunda juga?


Ehm itu di sebelah om siapa? Pasti kekasih om ya, ciee,, akhirnya om Adit laku juga," ujarnya sambil tertawa menggoda Aditya.


"Sembarangan kamu ya, dari dulu om emang udah laku kali re. Ini memang kekasih om.. Sebenarnya juga om mau jenguk Khanza, tapi om ada urusan lain. Nanti om nyusul ke sana kok," balas Aditya.


"Kenalin atuh om yang di sampingnya," ucap Rhea.


"Sini sayang ada yang mau kenalan sama kamu," kembali lagi Aditya memanggil sayang, karena greget Kirana mencubit pinggang Aditya.


"Awshh," ringis Aditya.


"Kenapa om?" tanya Rhea heran melihatnya.


"Om ngga papa re, cuman pinggang om sedikit sakit aja," kata Aditya yang malah mengundang tawa ketiga orang di hadapannya.


"Hai tante, kenalin nama aku Rhea," ujar Rhea sambil mengulurkan tangannya.


"Kirana," balas Kirana menjabat tangan Rhea.


Rhea pun mencium tangan Kirana sebagai tanda menghormati orang yang lebih tua darinya. Raya dan Bagas pun ikut memperkenal diri mereka yang membuat Kirana sedikit bingung, pasalnya Bagas menyebut dirinya adalah orang tua kandung dari Rhea dan Raya adalah mamah sambungnya. Lalu Antonio siapa gadis ini? Dalam otak Kirana bertanya-tanya yang manakan orang tua kandung sebenarnya.


"Sayang aku tahu kamu pasti bingungkan, aku juga sebenarnya bingung, tetapi Antonio mengatakan akan menceritakannya saat waktunya sudah tepat," bisik Aditya. Kirana hanya mengangguk.


"Om, tante, kalau gitu kami duluan ke kamar rawat bunda," pamit Rhea sopan.


Setelah kepergian mereka yang berpisah arah tujuan. Aditya merangkul pinggang Kirana, mereka berjalan bersama menuju ruangan salah satu dokter yang di minta oleh Aditya melakukan tes DNA. Bukan dia tidak percaya bahwa Khanza memanglah putrinya, tetapi ia melakukan ini untuk pembuktian pada Kirana dan Khanza nantinya saat sudah siuman.


Tokk...tokk


"Ya, masuklah," sahut dokter yang berada di dalam.


'Ceklek' Aditya segera masuk dengan Kirana yang masih tidak tahu apa-apa, hanya diam saja di bawa masuk ke ruangan dokter.


"Silahkan duduk pak, bu," dokter mempersilahkan keduanya untuk duduk.


Aditya dan Kirana pun duduk saling berhadapan dengan dokter di depan. Dokter itupun mengambil sesuatu di dalam laci dan menyerahkan ke Aditya.


"Bagaimana pak, apa hasilnya memuaskan?" tanya dokter.


"Sangat memuaskan, terima kasih atas kerja samanya dok," sebelum keluar dari ruangan tersebut, Aditya berjabat tangan dengan dokter sebagai tanda terima kasihnya.


Baru Aditya keluar besama Kirana yang masih sangat bingung, karena Aditya belum juga menjelaskannya.


"Adit, ada apa sih sebenarnya. Dari tadi kamu belum juga menjelaskannya," protes Kirana melepaskan tangan Aditya di pinggangnya. Lalu ia mendudukan dirinya di bangku yang terletak di ruangan dokter tersebut.


Aditya mengikuti Kirana dan duduk di sebelahnya. Dia menyerahkan kertas di tangannya pada Kirana. Kirana malah menatap Aditya, seperti bertanya.


"Bacalah isinya," ujar Aditya.


"Kha...nza, jadi dia a..anak-"


"Ya, dia putri kita. Kemarin Antonio ke tempat ku, dan menceritakan tentang kita. Aku pun menunjukkan sebuah foto kalung di pakai oleh putri kita, lalu Antonio mengatakan bahwa kalung yang aku tunjukan sama persis dengan yang di pakai Khanza. Maka dari itu Antonio pulang ingin menanyakannya pada Khanza, tetapi tiba-tiba tadi malam aku mendapatkan telpon dari Satya dan memintaku ke rumah sakit. Ternyata Khanza membutuhkan donor darah, karena darah Khanza sama denganku. Jadi aku mendonorkannya sekalian aku meminta sampel darah Khanza dan membawanya kepada salah satu dokter untuk tes DNA. Sebenarnya tidak di tes pun aku percaya bahwa Khanza memanglah anakku, karna dari awal pertemuan kami pun aku sudah merasakan ada ikatan dengan gadis itu. Tes DNA itu hanya ingin kutunjukkan padamu dan Khanza setelah dia bangun nantinya," Aditya menceritakannya.


"Hiks... Aku ngga nyangka ternyata anak kandungku sangat dekat dengan diriku sendiri. Aku memang ibu yang bodoh tidak terpikir dengan ikatan yang aku rasakan selama ini," tangis Kirana, Aditya merebahkan kepala Kirana di dadanya mendekapnya dan mengelus rambut wanita itu.


"Akulah yang paling bodoh sayang, aku sangat, sangat, sangat merasa bersalah terhadap dirimu. Karena aku baru mengetahui jika sebenarnya aku telah memiliki anak, selama bertahun-tahun baru sekarang aku merasakan kebahagian yang sesungguhnya," tutur Aditya.


Kirana mendongak menatap Aditya yang juga meneteskan air matanya. Kirana melepaskan diri dan menangkup wajah Aditya.


"Terima kasih untuk semuanya Dit. Tolong jangan pernah menganggap dirimu bodoh, karena bagiku kamu adalah pahlawan untukku," ucap Kirana tersenyum.


"Sekarang ayo, kita temuin Khanza mengatakan bahwa kita adalah orang tua kandungnya," ajak Kirana.


"Tunggu sayang, ada satu lagi yang perlu kamu ketahui," ujar Aditya.


"Apalagi dit?"


"Sebenarnya Khanza koma, setelah melahirkan bayi kembar yang dilakukan dengan cara operasi," beritahu Aditya.


Kirana yang mendengarnya menutup mulut, air matanya kembali turun...


"Ayo dit, aku ingin melihat keadaanya."


Mereka berdua pun segera berjalan bersama-sama menuju ke kamar rawat Khanza. Tapi sebelum itu mereka bertanya dulu ke bagian Administrasi, letak kamar rawatnya.


****


Follow ig aku yuk guys : @antiloversn


Bersambung. . .


Follow juga ya!!


Like, comennt, rate 5. jangan lupa gifts+vote nya.


Terimakasih💓