
Setelah Alvaro melangkah pergi, barulah Antonio menutup pintunya dan mendekati ranjang. Melihat tidak ada reaksi sama sekali dari putrinya setelah mendengar penjelasannya, mungkinkan penjelasan tidak cukup membuat putrinya mempercayainya.
"Daddy enggak masalah kok kalau princess belum bisa percaya, dadd tahu kejadian tadi siang masih membuat kamu shock. Sekali lagi daddy benar minta maaf sayang! Ini makanannya daddy taruh di atas nakas ya sayang, jangan lupa di makan, daddy mau keluar dulu," ucap Antonio sendu melihat putrinya masih belum memberikan respon padanya.
Tangan Antonio sudah memegang gagang pintu, ketika mau membukanya. Sebuah teriakan nyaring mengurungkan niatnya dan merasakan pelukan dari tangan kecil princessnya.
"Daddy stay with me..."
"Queen percaya daddy gak akan pernah gantiin posisi mommy dengan orang lain. Karna di hati daddy cuma ada mommy..." kata Queen bicara dengan masih memeluk daddynya, bahkan kepalanya bersandar di punggung daddynya.
"Yes, of course sayang..." balas Antonio, ia merasa baju basah di punggung.
Perlahan Antonio melepaskan tangan putrinya yang memeluknya dan menghadap putrinya menghapus air mata yang masih mengalir di pipi putrinya. Lalu Antonio membenamkan kepala putrinya di dada bidangnya, mengecup pucak kepala putrinya berkali-kali.
"Maafin aku udah marah sama daddy sampai gak mau bicara," lirih Queen dalam pelukan.
"Enggak papa sayang dadd ngerti perasaan kamu saat melihat kejadian tadi siang. Jadi kita lupakan masalah itu ya sayang," kata Antonio mengusap kepala putrinya.
"Daddy aku lapar," ucap Queen manja, terlihat menggemaskan.
"Hampir daddy lupa kalau sedari tadi princess kelaparan. Sekarang princess makan, tadi daddy udan minta Alvaro beliin sate ayam..." Antonio tertawa dan merangkul putrinya, mereka kembali ke ranjang dan duduk disana.
"Kita makan bersama ya dadd," pinta Queen.
"Princess aja yang makan, daddy masih kenyang kok sayang," bohong Antonio padahal sepulang dari kantor dan malam ini dia belum ada mengisi perutnya sama sekali. Bagaimana Antonio bisa makan jika putrinya saja masih marah padanya.
"Kalau dadd gak mau makan bersama aku. Mending aku juga enggak makan.." Queen menaruh piring yang berisi sate di nampan dan melipat tangannya.
"Oke, sekarang kita makan bersama," putus Antonio akhirnya.
Tentu saja ia mau, mana mungkin ia membiarkan putrinya kelaparan sampai sakit gara-gara tidak makan. Keduanya pun makan bersama saling menyuapi. Tak terasa sate ayam satu porsi pun habis hanyan tersisa bumbu kacangnya saja lagi. Setelah lima belam menit duduk menenangkan perut yang sudan terisi. Queen yang ingin merebahkan diri lantas dicegah Antonio.
"Sikat gigi dulu sayang, baru lanjut tidur," ujar Antonio dituruti oleh Queen yang berdiri dan berjalan masuk ke kamar mandi menggosok gigi sekalian membasuh wajahnya.
...****************...
Di lain tempat Rani tengah berbaring di kasur lusuh yang masih bisa menjadi tempat tidurnya. Rani terus menatap cincin yang di pegangnya, memutar-mutar cincin tersebut.
Rani kembali mencoba mengingat, sayangnya hanya ada putih dan wajah yang tak jelas kelihatan dan suara yang tidak kedengaran. Rani memegang kepala yang malah terasa sakit ketika terus mencoba mengingat sesuatu tentangnya.
"Arghh... kepala sakit sekali, kenapa aku belum bisa mengingat juga. Jika terus begini kapan aku bertemu keluarga dan mungkin anak-anak ku," ucap Rani..
Tanpa sadar air matanya mengalir begitu saja tanpa diminta. Tangan meraba pipinya terasa basah.
"Mengapa aku sampai tak sadar menangis," katanya.
Rani berdiri dan keluar dari kamar menuju dapur mengambil air minum, merasa sangat haus dan kembali ke kamar berbaring memejamkan matanya. Jam sudah menunjukkan pukul dua belas malam.
...****************...
Guys! Ayo guys join grup chat antiloversn!!!
Guys baca karya baru aku yuk judulnya "YOU'RE MINE, SERRA dan ISTRI SIMPANAN”
Follow ig aku yuk guys : @dianti2609
Bersambung. . .
Follow juga ya!!
Like, comennt, rate 5. jangan lupa gifts+vote nya.
Terimakasihđź’“