My Best Friend'S Daddy Is My Husband

My Best Friend'S Daddy Is My Husband
Season 2. 53



Dalam kamar seorang ibu tengah memeluk putrinya yang masih menangis.


“Udah dong nangis sayang. Abang Rey mungkin ngga sengaja ngomong keras sama princess,” kata Khanza, sambil mengusap punggung putrinya.


“Hiks tapi mom, queen takut sama abang,” cicitnya memeluk erat mommynya.


“Abang pasti minta maaf sama princess, jadi princess jangan nangis lagi dong sayang. Nanti badan princess malah panas loh, mom ngga mau sampe princess kesayangan mommy ini sakit.”


“Ta-pi mom, ini bukan salah abang hiks. Ini salah queen.”


“No, ini bukan salah princess kesayangan abang,” seru Arcell melangkah mendekati princessnya yang berada di ranjang dan tengah memeluk erat mommynya.


Arcell mengambil alih princess dan mendudukan kepangkuannya. Tangan menghapus air mata dipipi sang adik.


“Princess jangan takut lagi ya. Ini bukan kesalahan princess, tapi murni kesalahan abang Rey, abang Rey sudah abang hukum karena kesalahan berbicara keras terhadap princess. Jadi princess abang jangan nangis lagi ya sayang,” jelas Arcell tersenyum menatap wajah adiknya yang mengangguk.


“Mau ke taman sama abang?” Tanya Arcell mengajak princessnya agar tidak bersedih lagi.


“Mau, tapi mau es krim. Boleh?” Tanya queen balik menatap kedua abangnya berserta mommynya.


Sebelum memberikan jawabannya, Arcell menatap mommynya. Karena persetujuan ada di mommynya.


“Boleh sayang, tapi hanya satu tidak boleh lebih,” ucap Khanza membolehkan princess memakan es krim, hanya untuk hari ini. Karna dia tak tega melihat wajah princessnya yang menginginkan makanan dingin itu.


“Asik, makasih mommy.. muaahh.” Saking senang gadis kecil itu mencium pipi mommynya. Dengan bersemangat gadis kecil itu turun dari pangkuan sang abang lalu melangkah keluar.


“Makasih abang sudah mengembalikan kecerian princess,” ujar Khanza tersenyum kepada putranya.


“Sama-sama mommy, abang juga senang kalau princess sudah tersenyum kembali,” kata Arcell.


“Oh ya, tadi Rey engga abang hukum yang macam-macam kan. Mommy engga mau sampe adik kamu demam gara-gara hukuman dari kamu.”


“Engga mommy, tadi Rey hanya disuruh abang Arcell push up 25 kali mom,” perkataan Ghani mendapatkan tatapan tajam dari Arcell.


“Arcell benarkah itu yang dikat-“


“Abang Arcell, abang Ghani, ayooo kita ketaman,” teriak queen menongolkan kepalanya.


“Mom, kita ke taman dulu.” Arcell memberikan ciuman di pipi mommy dan segera berlari melangkah keluar. Ghani pun melakukan hal yang sama seperti abangnya.


Khanza menghela nafas, putra benar-benar keterlaluan. Khanza sangat tahu bahwa Rey tidak suka dengan olahraga push-up, pasti anak itu mengeluh saat dihukum oleh Arcell.


“Yaampun aku baru ingat, kalau Rey belum sarapan pagi.” Khanza menepuk jidatnya sendiri dan segera beranjak dari ranjang dan turun ke lantai bahwa untuk menyiapkan makanan untuk putranya.


Setelah makanan siap di dalam nampan, Khanza segera membawa menuju kamar Rey.


Tokk...tokk..


“Rey, mommy boleh masuk,” seru Khanza dari luar pintu kamar.


“Masuk aja mom, pintunya engga Rey kunci.” Setelah mendapatkan jawaban dari orang di dalam. Khanza segera masuk dan melihat putra bergelung dengan selimut berbaring miring ke kanan membelakanginya.


“Rey marah sama mommy?” Mendengar pertanyaan mommynya spontan Rey berbalik badan menatap mommy dan menggelengkan kepalanya.


“Terus kenapa engga mau lihat mommy,” cecar Khanza pada putranya.


“Tangan Rey nyeri mom,” keluh Rey.


“Tangan yang mana sayang?”panik Khanza bertanya.


“Dua duanya mom,” jawabnya. “Oh iya mom, apa princess menangis gara-gara Rey. Rey beneran engga sengaja bicara keras sama princess mom.” Lanjutnya berkata lirih.


“Mom tahu kok Rey pasti engga sengaja bicara keras terhadap princess. Karna mom tahu Rey sangat menyayangi princess. Tadi princess memang sempat menangis dan merasa bersalah, tapi princess sudah kembali ceria kok sayang.”


“Tapi mom ini bukan salah princess, ini salah Rey. Rey bakal minta maaf sama princess, aku engga mau princess membenciku mom. Apa princess ada di kamarnya mom?”


“Princess diajak ketaman sama abang Arcell. Jadi minta maafnya nanti saja ya sayang, lebih baik Rey makan dulu ya nak. Mom tahu Rey belum ada sarapan tadi pagi,” ujar Khanza mengambil piring berisi makanan dan menyerahkan ke anaknya.


“Rey mau disuapin mom,” kata Rey manja pada mommynya.


Khanza hanya tersenyum mendengarnya. Beginilah Rey jika sedang manja, pasti anak itu akan meminta disuapin oleh mommya atau tidak biasanya akan meminta dibuatkan cemilan.


“Sayang apa tadi kamu dihukum abang Arcell disuruh push-up?” Tanya Khanza sambil menyuapi putranya.


“Iya mom, disuruh 25 kali. Karena itu tangan Rey jadi sakit, mom kan tahu Rey ga suka olahraga push up. Malahan tadi ya mom, daddy malah belain bang Arcell. Katanya bagus Rey disuruh push-up, Rey kesel sama daddy, daddy nyebelin.” Rey malah menceritakan kekesalan pada daddynya.


“Benarkah begitu sayang, nanti mom marahin daddy kamu,” ucap Khanza.


“Benean ya mom, marahin daddynya.”


“Iya sayang, nanti mom marahin. Sekalian sama abang kamu.”


“Makasih mommy, Rey sayang mommy.”


“Mom juga sayang Rey.”


“Habis ini mom urut ya tangannya yang sakit.” Rey mengangguk sebagai jawaban.


Akhirnya makanan Rey habis setelah disuapin oleh Khanza. Sebelum keluar Khanza menyempatkan unruk mengurut tangan putranya dulu.


****


Follow ig aku yuk guys : @dianti2609


Bersambung. . .


Follow juga ya!!


Like, comennt, rate 5. jangan lupa gifts+vote nya.


Terimakasih💓