My Best Friend'S Daddy Is My Husband

My Best Friend'S Daddy Is My Husband
Episode 25



Antonio masuk kedalam lift khusus petinggi perusahaan. Dia langsung memecet lift ke lantai 35 paling atas dan menuju ke ruang meeting.


Didepan pintu meeting sudah ada sekretarisnya mrnunggu kedatangannya.


"Apa berkasnya sudah siap?" tanya Antonio.


"Sudah pak," jawab Nada sang sekretaris profesional berada di depan mata Antonio. Berdiri sopan dan berpenampilan pakaiannya yang tidak mencolok.


"Periksa ulang," tintah Antonio membuat Nada mendengus kesal.


"Sudah saya periksa berulang ulang pak," ujar Nada.'Sampai sampai mata saya sakit ngeliat ni berkas banyak banget elah, tapi harus sabar Nada.' lanjutnya dalam hati.


"Apa Aditya ada didalam?"


"Ada pak, Satya juga sudah berada didalam."


Setelah itu Antonio langsung masuk dan mendapati sahabatnya menunggu sambil sedikit mengobrol dengan Satya assistennya. Antonio melihat disebelah Aditya ada seorang perempuan yang tidak dikenalnya, setahunya sahabatnya itu tidak memiliki sekretaris perempuan dan hanya memiliki assisten laki-laki bernama Alberto yang merangkap juga sebagai sekretaris.


"Silahkan duduk tuan." Satya menyadari adanya tuannya, langsung berdiri dan mengeser kursi untuk tempat duduk Antonio.


Nada juga berada disitu dengan duduk disebelah Satya. Dia merasa senang akhirnya bisa duduk berdekatan sama orang yang dia suka. Nada tersenyum senyum tapi semuanya tidak ada yang menyadarinya.


"Nada mana berkasnya," ujar Antonio meminta berkas dokumen kerjasama.


"Ini pak." Nada menyerahkan dokumen tersebut.


Antonio menyerahkan dokumen itu kepada Aditya, lalu dibaca dengan teliti oleh assisten kepercayaan Aditya. Setelah selesai meeting ini mereka berdua berjabat tangan.


"Dit, saya mau bicara sama kamu. Tapi diruang kerja saja," tukas Antonio diberi anggukan Aditya.


"Saya tunggu diruangan." setelah mengucapkan itu Antonio keluar dari ruang meeting menuju ruang kerjanya. Kedua assisten dan sekretarisnya juga keluar pergi keruangan mereka masing-masing.


Setelah Antonio menghilang dibalik pintu, Aditya beralih menatap assisten kepercayaan siapalagi kalau bukan Alberto.


"Albert saya minta kamu dan Winda kekantor duluan saja, saya masih ada urusan sama Antonio," perintah Aditya.


"Engga Adit, aku mau kekantor bareng kamu aja," tolak Winda tidak ingin kekantor duluan bersama Albert seperti perintah Aditya.


"Mengertilah Winda, saya masih ada urusan. Jangan membantah jika kamu masih ingin menajdi sekretaris saya," tegas Aditya.


"Oke, aku duluan ke kantor." sahut Winda sedikit kesal.


Winda berjalan keluar mendahului Albert dengan menghentak-hentakan high heels. Albert langsung pamit kepada tuannya menyusul Winda. Aditya merasa lega akhirnya wanita itu tidak bersamanya, walaupun hanya beberapa jam kedepan saja. Tapi itu sudah sangat membuatnya merasa bebas dari wanita ular itu. Aditya bergidik sendiri menyebut wanita ular.


.


.


"Duduklah dit," setelah menyuruh Aditya duduk di sofa. Antonio berdiri dari kursi kebesarannya dan duduk didekat Aditya.


"Apa yang mau kamu omongin?" tanya Aditya tidak menggunakan bahasa formal lagi saat berduaan dengan Antonio.


"Tumben sekali kamu punya sekretaris wanita," ujar Antonio.


"Wow... Ternyata sahabatku ini menyuruh ku kesini hanya ingin menanyakan itu."


"Hemm... jawab saja?"


"Terpaksa... Mami nyuruh gue buat nerima wanita itu kerja dikantot, menjadikannya sekretaris. Gue udah nolak tapi mami maksa, karna gue takut jantung mami kambuh lagi. Gue juga sangat terpaksa menerima perjodohan dengan wanita itu." jelas Aditya.


Jika Antonio bertanya dia tìdak bisa menutupi dan selalu menceritakan. Karena mereka sahabatan sudah sangat lama bahkan dari kecil apapun masalahnya. Kedua orang tua mereka juga bersahabat baik. Sedangkan Roy mereka bersahabat dengannya pertama kali masuk SMA. Diantara mereka Roy lah yang paling hamble orangnya.


"Jadi sekarang kamu gimana? Setahuku kamu hanya mencintai Kirana kan," ujar Antonio.


"Aku sangat mencintainya An, tapi aku tidak tahu keberadaannya dimana sekarang. Entahlah, hatiku mengatakan kalau dia berada di kota ini," tutur Aditya.


"Percayalah kalian pasti dipertemukan jika waktunya sudah tepat," kata Antonio menepuk bahu sahabatnya.


"Aku denger Laura sama Rhea liburan berdua, kenapa kamu ga ikut An. Padahal ini saatnya kalian berdua memperbaiki hubungan kalian," ujar Aditya.


"Pernikahanku tidak bisa diperbaiki lagi dit, sekarang surat cerai yang ku ajukan di pengadilan, sedang diproses. Aku membiarkan Rhea liburan bersama Laura, agar Rhea merasakan perhatian dan kasih sayang mommy nya," tutur Antonio.


"Hak asuh Rhea gimana?"


"Aku membiarkan Rhea sendiri yang memilih ingin tinggal dimana."


Sekarang Aditya mengerti permasalahannya, dia hanya bisa mendoakan ini yang terbaik untuk sahabatnya. Dari awal dia sudah tahu, jika Laura tidak pernah mencintai Antonio. Mereka menikah karna perjodohan yang dilakukan oleh para orangtua.


***


Bersambung. . .


Follow juga ya!!


Like, comennt, rate 5. jangan lupa gifts+vote nya.


Terimakasih💓