
Antonio menyadari, jika istrinya memandangi dirinya yang sedang berolahraga. Bahkan masih berdiri ditempatnya tanpa bergerak sedikitpun, Antonio segera berdiri berhadapan dengan istrinya dan berbisik.
"Ehem! Apa pemandangannya begitu indah sayang, sampai matamu terus saja menatap ke arah pria yang sekarang berada di hadapan mu ini."
Seketika lamunan Khanza buyar, saat mendengar suara seseorang berbisik di telinganya. Wajahnya memerah dan menunduk malu.
Tangan Antonio memegang rahang leher Khanza dan mengangkatnya untuk menatapnya.
"Kamu masih aja suka malu-malu," ujar Antonio.
Khanza membalasnya dengan senyuman...
"Astaga mas, aku lupa! Tujuan aku kesini mau ngasih tahu kamu kalau Rhea lagi demam," kata Khanza.
"Mas udah tahu sayang," balas Antonio.
"Lah terus kenapa mas ngga ke kamar Rhea tadi?"
"Kan Rhea lagi istirahat sayang, mas ngga mau ganggu... Tadi jugakan ada kamu disana yang ngeliat keadaan putri kita," tukas Antonio.
Khanza mangut-mangut. Pinggangnya di rangkul oleh suaminya dan keluar berasama dari ruang olahraga. Mereka besama-sama naik ke lantai atas, memasuki kamar..
"Mas duluan aja mandinya, biar aku siapin pakaiannya. Hari ini mas ngga ke kantor juga kan?"
"Ngga deh sayang," jawab Antonio dan mencondongkan tubuhnya. Lalu berbisik, "Boleh ngga kali ini kita mandi bareng?" Bisiknya.
Khanza langsung saja menjauhkan kepalanya dari suaminya. Pikiran Antonio benar sudah dapat ditebak olehnya, bagaimana tidak didalam otak suaminya selalu saja mesum! Bahkan Khanza hanya bisa mendengus.
Kemudian Khanza menggeleng cepat, "Mas bisa ngga sehari ga mesum!"
"Ouh, tidak bisa sayangkuh. Setiap bersama kamu, entahlah pikiran mas ini ngga bisa di kontrol," kekeh Antonio, apalagi sekarang istrinya tambah seksi. Dengan bagian-bagian tubuh yang membentuk lekukan.
"Tapi aku lagi ngga pengen, badan aku juga cape banget mas," tolak Khanza.
"Yaudah kita berendam di bathup, nanti mas langsung pijitin kamu," balas Antonio.
"Ya tap-"
"Inget nolak suami dosa loh sayang."
Sumpah Khanza bingung ingin alasan apalagi yang bisa dikatakannya. Suaminya padahal tipe pria yang tak banyak bicara, tapi dengannya diluar dugaan. Benar-benar! Pasti semua orang yang mengenal Antonio akan tertipu dengan sifat aslinya.
"Duh bunda manja banget," ucap Antonio.
"Biarin wlee... Siapa suruh ayahnya mesum banget, jadi ga pa-pa dong sekalian digendong."
Antonio mengangkat tubuh Khanza dengan bridal style. Membawanya ke kamar mandi, dengan tangan Khanza mengalung di leher suaminya dan menyenderkan kepalanya di dada bidang suaminya.
Khanza di duduk di closet yang sudah di tutup. Karna Antonio yang sedang mengisi bathup dengan air hangat, karena di luar lagi hujan dan pastilah mereka membutuhkan kehangatan. Selesai dengan itu, Antonio membuka bajunya, sekarang tidak ada kain tersisa sehelai benang pun di tubuhnya.
"Mas..." teriak Khanza menutup matanya.
"Sayang ngapaib tutup mata segala, lagian kamu udah pernah lihat. Bahkan sering merasakannya," Antonio menggoda istrinya. Ia memang senang melihat wajah istrinya yang merah merona.
"Mas, apa-apain sih," kesalnya.
Tanpa membalasnya, Antonio dengan cepat mengangkat tubuh istrinya dan memasukan ke dalam bathup. Dilanjut Antonio yang juga masuk ke dalamnya, membalikan badan Khanza agar mereka saling berhadapan. Ketika merasakan sesuatu Khanza langsung membuka matanya dan sedikit mundur.
Antonio melingkarkan kedua tangannya di pinggang istrinya dan menarik supaya mendekat kembali tapi tak terlalu dekat sangat. Karna perut buncit Khanza memberikan jaraknya.
"Mas mau cium kamu, seperti tidak bisa saling berhadapan," ujar Antonio membalikan tubuh istrinya menjadi membelakangi dan menarik agar bersandar di dada bidangnya.
Khanza langsung menengok ke belakang yang di pergunakan Antonio untuk kesempatan. Antonio menyatukan bibirnya dan istrinya, bahkan sekarang keduanya saling *******. Saat melihat istrinya seperti kehabisan nafas, ia langsung melepaskan tautan bibirnya, beralih mencium hidung istrinya.
"Sepertinya kita tak bisa melakukannya disini sayang." Antonio keluar dari bathup tersebut dan mengangkat Khanza kembali membawanya keluar dari dalam kamar mandi.
Sekarang Khanza sudah terlentang di atas ranjang dengan posisi Antonio berada di atas tubuh Khanza. Antonio sangat berhati-hati sekali, karena ada bayi mereka di perut istrinya.
Mereka pun melakukan kegiatan yang keduanya baru lakukan tadi malam. Dan pagi hari ini akan menjadi panjang, karena Khanza sangat yakin Mas Nio tidak akan cukup sekali melakukan kegiatan ini.
****
Follow ig aku yuk guys : @antiloversn
Bersambung. . .
Follow juga ya!!
Like, comennt, rate 5. jangan lupa gifts+vote nya.
Terimakasih💓