My Best Friend'S Daddy Is My Husband

My Best Friend'S Daddy Is My Husband
Episode 77



Sepanjang keluar dari kamar mandi, Khanza masih saja manyun. Bahkan baju dipegangi terus olehnya, karna takut jika terbuka.


"Kamu kenapa sayang, bajunya dipegangi kaya gitu," ujar Antonio.


"Bajunya seksi banget mas, coba liat ini celananya pendek banget," keluh Khanza menatap Antonio.


"Yaudah ngga pa-pa sayang, untuk malam ini aja kamu pakainya. Sekarang tidur ya udah malam," Antonio perlahan membaringkan tubuh Khanza, lalu menyelimuti sebatas dada.


Setelah itu Antonio berpindah baring disebelahnya, jujur saja sedari tadi Antonio menahanya. Ia tidak ingin melakukan malam ini, karna Khanza terlihat kecapean. Ia juga tak ingin membahayakan anaknya, jadi dia ingin berkonsultasi pada dokter terlebih dulu.


.


Antonio dan Khanza memasuki sebuah mobil yang sangat mewah hitam mengkilap. Mobil yang baru saja dibeli oleh nyonya Erina dan tuan Andreas sebagai hadiah hari pernikahan mereka.


"Eduard, kita berhenti direstoran sebentar. Saya dan istrinya ingin sarapan pagi dulu," ujar Antonio.


"Mas, aku ngga mau makan di restoran," ucap Khanza, Antonio menatap bertanya. "Kita langsung pulang aja ya, aku pengen makan masakan rumah aja," lanjutnya.


Antonio menurutinya, "Baiklah, Eduard kamu sudah dengarkan kata istri saya,"


"Iya tuan," jawab Eduard menjalankan mobil menuju arah jalan pulang.


Mobil telah sampai di mansion, Antonio dan Khanza bergegas turun dan langsung masuk ke dalam mansion.


"Assalamualaikum," seru Khanza mengucapkan salam.


"Waalaikumsalam," sahut Bi Inahya.


"Bi, semua orang kemana ya? Kok mansion sepi begini," tanya Khanza mata berkeliling melihat ke segala arah mencari keberadaan mama mertuanny dan Rhea.


"Apa neng Khanza dan tuan tak di beritahu. Nyonya Erina dan tuan Andreas berserta non Rhea. Mereka berangkat ke kota B, dirumah hanya ada non Clara. Sedangkan tuan Vinno berada di rumah sakit," beritahu Bi Inah.


Kevinno yang awalnya bertugas di rumah sakit di kota B. Sekarang memutuskan memegang rumah sakit milik 'Horison' berada di kota J. Kini Kevinno telah menetap di kota J dan tinggal bersama di mansion.


"Mereka ada bilang ngga bi, berapa hari disana?" ujar Khanza bertanya lagi.


"Ngga ada neng, nyonya Erina cuman bilang itu saja," jawab Bi Inahya.


"Oh yasudah bi, makasih ya bi," kata Khanza. Bi Inahya membalas dengan anggukan dan ingin pergi tetapi suara Antonio menghentikan.


"Tunggu bi!"


"Ada apa tua?"


"Sayang kamu ingin makan apa? Tadikan kamu bilang mau makan dirumah, jadi mau di masakan apa?" tanya Antonio menatap Khanza.


"Aku mau nasi goreng, tapi mas yang memasaknya," kata Khanza penuh semangat, karna kemaren sewaktu ia sakit Antonio membuat nasi goreng dan itu sangat enak.


"Baiklah sayang, saya akan memasakan nasi goreng spesial untuk bumi," ujar Antonio.


"Kalo gitu bibi permisi ke dapur dulu," pamit Bi Inahya menuju dapur. Medengar ucapan tuannya tadi membuat Bi Inahya tidak tenang sendiri, ia mengingat sesuatu. Ternyata yang tuan buatkan nasi goreng kemarin untuk neng Khanza.


"Bagaimana ini, apa yang harus ku lakukan," guman Bi Inahya mondar mandir di dapur, pekerjaan telah selesai sedari. Sekarang dirinya memikirkan tuannya yang ingin membuat nasi goreng lagi.


Sebenarnya nasi goreng yang kemarin pernah Antonio buat itu rasanya sungguh hancur, beruntunglah Bi Inahya mencicipi lebih dulu. Karena Bi Inahya sangat penasaran akan rasanya, Bi Inahya mengenal bagaimana majikannya tidak pernah menginjak dapur ataupun memasak. Dan yang kemarin adalah pertama kalinya Antonio menginjak dapur serta memasak. Ya, kalian bisa menebak sendiri masakan Antonio hanya berasa garam. Maka itulah Bi Inahya mengantinya dengan memasak kilat, Antonio tak mengetahui jika masakan nasi goreng telah berganti menjadi sangat enak.


"Bibi kok masih di dapur?" ujar Khanza bertanya.


"Neng, gimana biar bibi saja yang memasakan nasi gorengnya," ucap Bi Inahya.


Khanza malah menggeleng, menatap heran pada Bi Inahya. "Gausah bi, mending bibi istirahat aja dikamar. Biar mas nio yang memasakannya," katanya, ia menyingkat nama Antonio dengan mengambil tiga huruf terakhir.


"Nio? Siapa neng, bibi baru dengar namanya," ujar Bi Inahya, tak mengetahui siapa 'Nio' yang di maksud oleh Khanza.


"Owalah neng, bibi kira siapa atuh,"


"Sayang!" seru Antonio memanggil istrinya.


"Aku di dapur mas," teriak Khanza. "Tuh udah ada mas Nio, jadi bibi sana istirahat di kamar aja. Bibi pasti cape seharian berada di dapur," ujarnya menyuruh Bi Inahya pergi ke kamar untuk beristirahat.


"Bibi ga cape', ini emang udah tugas bibi," jelas Bi Inahya.


"Tetap aja bibi butuh istirahat, untuk mengembalikan tenaga bibi lagi," kekeh Khanza yang pada akhirnya Bi Inahya menuruti dan pamit balik ke pavilium.


"Ada apa sayang? Seperti tadi kamu bicara serius sekali dengan Bi Inah."


"Itu tadi mas, bibi nawarin biar dia yang memasakan nasi gorengnya. Tapi aku kekeh menolak, aku tahu bi Inah juga butuh istirahat. Walaupun memang sudah tugasnya, tapikan bi Inah juga manusia biasa seperti kita yang pasti butuh istirahat juga."


Antonio tersenyum paham, bahwa istrinya ini sangatlah baik dan pengertian. Setelah itu Antonio segera memakai celemek berwarna biru dan mengeluarkan bahan-bahan yang ada dikulkas. Berkutat memotong bawang merah dan putih yang memang sudah terkupas hanya tinggal mengirisnya saja lagi.


Hingga tak berselang lama nasi goreng yang telah dibuatnya sudah jadi dan tinggal di hidangkan ke dalam piring.


Antonio berjalan membawa piring berisi nasi goreng, menaruh di hadapan Khanza yang sudah menunggu duduk di kursi meja makan.


"Heum, harumnya. Pasti enak, yang kemarin saja enak pasti ini juga dong," Khanza tersenyum mengatakannya.


"Ayo di makan sayang," seru Antonio.


"Mas ga makan?" tanya Khanza sebelum menyuapkan nasi goreng tersebut ke dalam mulutnya.


"Nanti saja sayang, rasa lapar saya jadi menghilang saat memasak tadi," jawab Antonio.


"Maaf mas, aku bikin kamu repot terus," ucap Khanza menunduk.


"Hey, siapa bilang kamu ngerepotin saya. Saya ngga pernah merasa direpotkan oleh kamu sayang. Jadi jangan pernah berpikir begitu ya. Sekarang kamu makan, biar saya tungguin," Antonio memegang dagu Khanza lalu mendongakan agar menatapnya dan Antonio memberikan senyuman terbaiknya untuk pertama kalinya yang belum pernah dilihat oleh siapapun.


Akhirnya setelah mendengar perkataan suaminya, Khanza menjadi lebih merasa lega. Dia pun menyuapkan nasi goreng tersebut ke dalam mulut.


DAN YA! Rasanya sangatlah asin, membuat Khanza rasanya ingin memuntahkan. Tetapi tertahan melihat Antonio yang tengah menatapnya.


"Gimana masakan saya kali ini, apa rasanya sama seperti yang kemarin atau lebih enak?" tanya Antonio bersemangat untuk mengetahui jawaban dari istrinya.


"Eum, rasanya seperti kemarin mas. Enak," jawab Khanza menelan nasi goreng itu dengan paksa. Ia terpaksa berbohong, dia harus menghargai suaminya yang telah mau memasakannya.


'Aneh sekali, yang kemarin nasi gorengnya sangat enak dan ini sangat berbanding terbalik. Mungkin jika kurang berasa sedikit masih wajar, tapi ini rasanya sangat asin sekali. Apa mungkin yang kemarin itu nasi goreng buatan Bi Inahya. Pasti bi Inah, aku yakin sekali, apalagi bi Inah seperti memaksa biar dia yang memasaknya. Sudahlah lebih baik aku makan saja, walau bagaimanapun mas Nio sudah bersusah payah membuatkannya."


"Benarkah sayang, boleh saya mencobanya," ujar Antonio ingin sekali mencobanya juga, karena penasaran.


"No, tidak boleh mas. Ini buatku saja, kalo mau mas bikin lagi sana," kata Khanza menghalangi Antonio untuk tidak mencobanya. Dengan memakan cepat.


"Oke sayang, saya tak akan memintanya. Tapi kamu makannya pelan-pelan saja ya," ujar Antonio. Ia ngeri sendiri melihat istrinya yang makan sangat cepat, dia takut istrinya tersedak. Jadi ia lebih baik mengalah tidak mencicipinya.


Akhirnya nasi goreng telah habis di makan Khanza. Antonio memberikan minum pada istrinya dan segera di teguk oleh Khanza. Bukan karena kehausan Khanza meneguknya dengan cepat, tapi karna rasa asin di lidahnya yang begitu terasa masih tak hilang walaupun sudah dibawa minum.


****


Follow ig aku yuk guys : @antiloversn


Bersambung. . .


Follow juga ya!!


Like, comennt, rate 5. jangan lupa gifts+vote nya.


Terimakasih💓