My Best Friend'S Daddy Is My Husband

My Best Friend'S Daddy Is My Husband
Episode 106



"Dan kami berinisiatif mengecek CCTV, ternyata nona Khanza menuju ke toilet Mall, karna toilet restoran yang rusak. Disana kami melihat dua orang berjubah hitam dengan krudung dan kacamata serta masker, mereka membius nona menggunakan sapu tangan hingga pingsan. Lalu membawa nona Khanza lewat tangga darurat. Hanya sampai disitu tuan, selanjutnya CCTV sepertinya sengaja di rusak," jelas Eduard bergantian menjelaskannya.


Antonio yang mendengar penjelasan dari kedua bodyguardnya. Membuatnya kadang memejamkan mata meredamkan emosi dalam dirinya. Tidak tangannya, tak tertahan ingin memukul orang di depannya, melampiaskan sedikit emosinya.


BUGH!


BUGH!


Antonio memukul kedua bodyguardnya, seperti yang di bilangnya tadi, hanya untuk melampiaskan sedikit emosi dalam dirinya.


"Kalian berdua bodoh, menjaganya istriku saja tidak becus," ketus Antonio memijit kepalanya yang kembali berdenyut.


"Maafkan kami tuan, kami akan mencari nona Khanza sampai ketemu, kami berjanji," ucap Alvaro, ia tak ingin di keluarkan dari pekerjaannya, dirinya sudah sana betah bekerja dengan Antonio.


"PERGI!! Keluar dari ruangan saya, cari istriku sampai ketemu, jika terjadi sesuatu dengan istriku, kalian berdua akan tanggung sendiri akibatnya," geram Antonio, bukan waktunya ia memukul kembali kedua bodyguard bodohnya sekarang dirinya akan ikut dalam pencarian Khanza.


.


Antonio juga melakukan pencarian, dia menjelahi jalanan. Untuk menemukan istrinya, tetapi nihil. Sampai sekarang pun Satya belum menemukan Khanza, bahkan ini sudah memasuki waktu isya.


Ia memberhentikan mobil di sebuah masjid, lalu keluar dari dalam mobil. Berjalan mengambil wudhu, dan melaksanakan shalat berjamaah.


Selesai shalat, kini Antonio berada di dalam mobil kembali, saat ingin menyalakan mobilnya, handphonenya malah berbunyi. Munculah nama si penelpon, yaitu Satya... Membuatnya segera mengangkat,


"Tuan kami sudah menemukan lokasi penculikan nona Khanza,"


"Kirimkan alamatnya aku akan segera kesana,"


"'Sebaiknya tuan jangan gegabah, kita atur startegi agar bisa masuk ke sana,"


"Memang ada apa, kenapa kita tidak langsung saja kesananya?"


"Tempat itu di jaga puluhan bodyguard, tuan.. Mereka berjaga di depan, kita harus mengatur startegi dulu tuan, sepertinya orang yang menyekap nona Khanza memiliki kekuasan hingga bisa menyewa puluhan bodyguard,"


"Apa kamu tahu siapa orang di balik penculikan ini?"


"Saya sudah mencari tahunya tuan, orang itu seorang wanita berusia kurang lebih sama dengan tuan. Namanya, Jessica,, tuan.. Apa tuan mengenalnya?"


"Tidak saya tak mengenalnya, mendengar namanya saja bari ini... Ouh ya, kirimkan lokasi dimana keberadaan mu, saya akan segera kesana,"


"Baik tuan,"


Tutt!


Sambungan telpon berakhir, Antonio menancapkan gas menuju tempat Satya terlebih dulu..


Bagi Antonio, Satya adalah asissten kepercayaan yang benar-benar bekerja sangan cepat. Terbukti saat ia meminta mencari keberadaan istrinya, hanya dalam hitungan menit. Satya sudah menemukan orang yang menyekap istrinya...


Hanya 15 menit saja Antonio menghabiskan waktu untuk sampai di lokasi Satya. Ia turun dari mobil, menghampiri Satya yang sedang berdiri dengan beberapa bodyguard dari mereka.


"Sekarang jelaskan bagaimana cara kita memyelamatkan istriku," ujar Antonio.


"Saya sudah menghubungi puluhan bodyguard kita tuan, untuk menuju kesinin, tunggu sebentar lagi mereka akan sampai tuan," jelas Satya membertahunya.


Benar saja! Tak berselang lama puluhan bodyguar datang. Mereka turun dari mobil masing-masing, Satya segera menjelaskan startegi yang memang telah di susunnya.


Selesai menjelaskan ide nya, mereka pun berangkat, Satya pergi bersama Antonio. Ia menyetirkan sang tuannya, dia tahu betul dengan tuannya yang emosi sewaktu-waktu menghampirinya yang malah membahayakan nyawa tuannya sendiro. Maka dari itu ia berisiatif menyetirkan tuannya...


Selama satu jam perjalanan Antonio hanya terdiam dengan tangan yang selalu mengepal. Tangan sudah tak sabar ingin membogem orang yang menyekap istrinya, bahkan dia tak perduli mau orang itu wanita atau laki-laki, yang jelas orang itu akan mendapatkan yang setimpal dengan apa yang sudah di lakukan terhadap Khanza.


Jika Khanza sedikit saja terluka, lihat saja ia akan memotong tangan orang yang telah menyakiti istrinya...


Akhirnya mobil mereka sampai di tempat penyekapan. Seperti startegi yang tadi telah mereka atur sebelumnya. Beberapa bodyguar keluar duluan untuk melumpuhkan para penjaga di depan.


Sedangkan Antonio dan Satya beserta beberapa bodyguard lainnya menyusul turunnya. Saat mereka mulai penyerangan, mereka pun masuk kedalam gudang yang yang ternyata di dalamnya sangat mewah.


"Siapa kalian?" seru orang berada di hadapan mereka, menanyakan mereka.


Tanpa banyak bicara yang lainnya langsung menyerang. Antonio dan Satya menaiki anak tangga, dengan bersembunyi-sembunyi mereka hanya berdua jadi harus waspada... Beberap meter dari keduanya ada dua bodyguard berdiri di depan pintu...


"Kamu itu hanya wanita pelampiasan Antonio... Antononi hanya mencintaiku, ia menikahi mu hanya karena kamu mengandung anaknya. Palingan nanti setelah kamu lahiran ia akan menceraikan mu, saat itu juga aku akan kembali membuat mencintaiku kembali..." teriak Laura tertawa terbahak-bahak.


Bug,


"Awhh.. sakittt.. tolong hentikan.." mohon Khanza..


"*Hentikan? Jangan harap, kami akan menyiksa mu, sampai kau meminta kematian. Saat itulah kami akan berhenti menyiksa mu, dan anak ini juga akan kami lenyapkan," ujar Clara.


Plak, Clara menampar perut Khanza..


"Arghh.. jangan sakiti anakku ku mohon.. Lepasakan aku... hikss,"


Hati terasa berdenyut sakit mendengar suara-suara itu. Kuku-kuku jemarinya menekan saat tanganya mengepal, karna tak kuat menahanya Antonio keluar dari persembunyiannya.


BUGH!


BUGH!


BUGH!


Dengan tangannya sendiri Antonio melumpuhkan kedua bodyguar berbadan besar di depannya. Lalu memasuki ke dalam dimana seseorang telah menodongkan pisau di leher Khanza dan pistol yang siap kapan saja untuk menembak kepala Khanza.


"Laura, kamu masih hidup," kaget Antonio tekejut melihat mantan istrinyalah yang menyekap Khanza.


"Yapp, aku masih hidup.. Dan sehat sampai sekarang, beruntunglah aku yang tidak sempat menaiki pesawat itu. Hingga sekarang aku bisa membalas dendam saat ini," ujar Laura tertawa sumbang.


Antonio ingin mendekat tetapi di menghentikan langkahnya, akibat suara seseorang...


"Jangan mendekat, atau pistol ini akan menembus kepala istri mu ini," bukan suara Laura, melainkan suara Clara..


"Clara, jadi kalian bersekutu menyakiti istriku. Apa salah istriku sampai kalian menculiknya, HAH!" berang Antonio berteriak.


"Mau tahu kesalahan wanita ini... Wanita ini telah membuat putrinya lebih menyayanginya ketimbang aku yang ibu kandungnya.. Bahkan kamu, setelah menceraikanku kamu malah menikahinya... Dan kalian bahagia sedangkan aku menderita.."


"Urusan kita sudah selesai Laura, dimana kamu sudah menghianati saya, dengan berselingkuh..."


"Ma...mas Nio,,, per..perut ku sa..kit," lirih Khanza.


"DIAM!!" bentak Laura dengan suara meninggi.


"Beraninya kamu membentak istriku," geram Antonio, ingin mendekat. Lagi-lagi di cegah...


"Diam disitu," hardik Clara.


Karena kelengahan mereka, membuat mereka tak menyadari jika Satya diam-diam berjalan ke belakang kedua wanita tersebut, Satya langsung menendang kaki kedua wanita itu hingga terjatuh. Pisau dan pistol kedua terjatuh, Satya langsung menendang menjauhkan pistol dan pisau dari jangkauan keduanya.


Antonio melihat itu, begerak cepat melepaskan ikatan Khanza dengan cepat. Setelah ikatan pada tangan terlepas tangan Khanza melingkar di lehee Antonio, memeluknya dengan erat, sedangkan ikatan pada kaki dalam prosea dilepaskan oleh Satya, memang ikatan pada kakinya terlalu kuat. Tapi saat dia melihat Laura mengambil pistol dan ingin menembak kearah mereka, ketika ikatan di kakinya terlepas. Khanza membalik badan sehingga punggungnya yang terkena tembakan dua kali.


Duar..


Duar..


"M-mas se..la..ma..t.. kan aa..nak ki..ta," Khanza tersenyum mengucapkannya untuk terakhir kalinya. Sebelum akhirnya ia menutup mata di pelukan Antonio.


"Sayang,, sayang jangan tutup mata kamu.. Bukalah!! KHANZA!!" Antonio berteriak sekencang-kencangnya.


"Wanita biadab, kau harus mati di tanganku," ketika Antonio ingin menghajar mantan istrinya. Satya langsung mencegahnya...


"Tuan, jangan sekarang.. Lebih baik kita bawa nona Khanza ke rumah sakit sekarang, untuk menyelamatkannya," sergah Satya.


"Tangkap kedua wanita itu, bawa mereka ke tempat penyiksaan," perintah Antonio sebelum membawa Khanza keluar dari tempat ini.


Mereka masuk ke dalam mobil, dengan Khanza masih berada dalam dekapan Antonio. Sedangkan Satya yang menyetirkan membawa ke rumah sakit, Satya membawa dengan kecepatan di atas rata-rata. Tetapi tetap berhati-hati dalam mebawa mobilnya...


****


Follow ig aku yuk guys : @antiloversn


Bersambung. . .


Follow juga ya!!


Like, comennt, rate 5. jangan lupa gifts+vote nya.


Terimakasih💓