
H-3 Persiapan pertunangan Rhea dan Leo sudah 99%. Khanza merasa sangat lega, akhirnya persiapannya sudah tuntas. Semua keluarga bisa istirahat satu hari full.
Seperti pagi ini, di dalam kamar tepatnya diranjang Antonio dan Khanza masih nyaman tertidur tanpa terganggu. Sampai twins dibawa oleh Kirana dan Aditya pun mereka tidak mengetahuinya.
Perlahan mata Antonio terbuka, matanya menatap kesamping dan tersenyum saat melihat sang istri tercintanya masih tertidur. Tangan Antonio menyingkirkan rambut yang menutupi wajah istrinya.
Merasakan sentuhan di wajahnya, Khanza berbalik membelakangi Antonio.
“Honey, ini udah siang loh,” ujar Antonio berbisik di telinga istrinya.
Khanza yang merasa hembusan nafas Antonio merasa sedikit geli.
“Honey!” Serunya ulang, tetapi kali wajah Antonio didekatkan ke bibir Khanza.
“Aku masih ngantuk mas,” ucap Khanza berbalik tetapi tertahan karna bibirnya dan suaminya menyatu.
Antonio tak tinggal diam, meurutnya kesempatan ini tidak datang dua kali. Jadinya ia mencium istrinya, hanya beberapa menit saja langsung melepaskannya.
“Mas, kamu nyebelin banget sih,” kesal Khanza dengan wajah cemberut.
‘Cup’ dahi
‘Cup’ pipi kanan kiri
‘Cup’ terakhir bibir
Seluruh wajah Khanza di ciumi Antonio dengan tangannya merangkum. Agar sang istri tetap diam di tempatnya.
“Honey, kamu pasti cape” ya? Sampai tidurnya pulas banget.”
“Memangnya ini sudah jam berapa mas?” Tanya Khanza bangun dan duduk bersandar di ranjang.
“Ini udah jam 11 siang honey,” jawaban Antonio membuat mata Khanza membola lebar.
“Yang benar mas, yaampun mas, twins mana?” Mata Khanza mengelilingi seluruh ruangan kamarnya, tetapi tak melihat keberadaan kedua putranya.
“Mas juga ngga tahu... tapi mungkin sama mama,” ucap Antonio baru mengingat kedua putranya tak berada di ranjang.
“Mas kamu ngga kerja hari ini?” Tanya Khanza menatap suaminya yang hanya santai saat tahu mereka bangun kesiangan.
Antonio menggeleng dan tersenyum arti menatap Khanza.
“Apaan sih mas, jangan aneh-aneh...
Ini udah siang, aku mau mandi terus masak buat makan siang. Karna kita kesiangan jadi sarapan pagi di ganti siang,” sungut Khanza, lalu beranjak dari ranjang. Tetapi sebelum kakinya menyentuh lantai, tangan Antonio sudah lebih dulu menariknya hingga sekarang Khanza berada di atas dada bidangnyau.
“Honey mau ya! Mas kangen, beberapa hari kamu sibuk ngurus acara pertunangan Rhea dan Leo belum lagi ngurus twins.Padahal yang lain banyak bisa bantu ngurus acaranya, mas juga butuh perhatian dari kamu,” keluh Antonio berpura-pura agar istrinya mau menerima ajakannya seharian di dalam kamar.
Melihat tatapan suaminya yang benar-benar menginginkannya membuat Khanza luluh seketika itu mengangguk. Ia juga merasa kurang perhatian sama suaminya beberapa hari, karena kesibukan mengurus acara pertunangan, padahal yang di katakan suaminya benar, masih banyak yang lainnya yang bisa membantu mengurusnya. Tetapi entah mengapa dirinya sangat antusias dan merasa bahagia sendiri bisa mengurus acara ini.
“Beneran sayang? Kamu ngga terpaksakan,” ujar Antonio memastikan arti dari anggukan istrinya.
“Iya mas nio sayang,” ucap Khanza.
Kesempatan ini tak boleh di sia-siakan oleh Antonio. Tanpa buang waktu, ia langsung melakukannya. Sampai jam dua barulah selesai pertempuran mereka, tak tanggung-tanggung Antonio melakukannya sampai tiga jam.
“Terimakasih honey,” ucap Antonio mengakhirnya dengan mencium Khanza.
“Iya mas, aku juga mau minta maaf karena beberap hari ini kurang perhatian sama kamu,” kata Khanza meminta maaf.
“Tidak sayang, mas tahu kamu pasti sangat cape mengurus acara pertunangannya. Mas yang harusnya minta maaf, karna udah minta jatah padahal mas tahu kamu pasti cape bangetkan?”
“Ngga apa-apa mas, itu sudah menjadi kewajiban aku sebagai istri.”
Keduanya pun mengakhiri obrolan mereka dan berbaring sebentar mengistirahatkan tubuh mereka. Lalu setelah itu membersihkan diri dengan mandi bersama-sama, tapi tanpa melakukannya kembali.
Setelah berpakaian, keduanya segera turun ke bawah bersama. Khanza langsung saja memasak makan siang dan sangat kebetulan sekali dapur sedang kosong. Membuat Khanza merasa sedikit lega, karna tidak akan ada yang bertanya mengapa mereka baru kelihatan.
Selesai memasak, Khanza dan Antonio menikmati makan bersama dengan sepiring berdua. Itupun Antonio yang memintanya, mau tak mau Khanza menurutinya. Seperti sekarang ini Khanza merasa memiliki bayi besar, karna Antonio juga meminta untuk di suapin. Sampai akhirnya makanan mereka habis dan keduanya memutuskan untuk kembali ke kamar, memutuskan untuk beristirahat saja. Mereka juga sudah mengetahui bahwa twins bersama Aditya dan Kirana, jadi itu membuat mereka bisa punya kesempatan berdua-duaan tanpa ada yang mengganggu.
****