
Aditya dan Kirana mendatangi mansion Horison untuk menemui cucu-cucu mereka. Yunia yang mendengar suara bell mansion berbunyi segera membukakan pintu.
“Silahkan masuk nyonya, tuan,” ucap Yunia bicara menunduk dan mempersilahkan kedua orang yang di ketahuinya adalah orangtua dari nyonya Khanza.
“Dimana cucu-cucu ku?” Kirana bertanya pada pelayan yang berana Yunia.
“Tuan muda Ghani dan Rey masih belum pulang nyonya. Tuan muda Arcell berada di kantor dengan tuan Antonio. Di mansion hanya ada tuan muda Arsen yang baru pulang dari rumah sakit dan nona Alesha lagi beristirahat dikamarnya.” Tutur Yunia memberitahu.
“Tuan dan nyonya mau minum apa, biar saya buatkan?” Lanjut Yunia bertanya kembali.
“Tidak usah repot-repot Yunia, biar saya buat sendiri saja minuman. Lanjutkan saja pekerjaamu,” ucap Kirana saat melihat namtag di seragam pelayan tersebut dan menyebut nama sang pelayan berdiri tak jauh dari sofa yang didudukinya.
Yunia yang sudah mendapatkan jawaban Kirana langsung pamit undur diri. Melanjutkan pekerjaannya kembali.
“Mas mau ku buatkan kopi,” tawar Kirana ingin membuatkan kopi untuk suaminya.
“Nanti Rana... Kita lihat keadaan princess dulu,” ujar Aditya.
Kirana mengangguk, kedua pasangan itu langsung memasuki lift menuju lantai atas. Pintu kamar Queen terbuka, didalam ada Arsen yang tengah melakukan pemeriksaan kesehatan Queen.
“Oma Opa!” Seru Queen saat melihat Kirana dan Aditya memasuki kamarnya.
Arsen berbalik badan saat adiknya memanggil Opa dan Oma. Arsen berdiri dan menyalimi Opa dan Omanya. Arsen bergeser dan membiarkan Omanya duduk ditepian ranjang dekat princess.
“Oma kangen...” Queen memeluk erat Kirana.
“Oma juga kangen banget sama princess...” balas Kirana memeluk sama eratnya dan tak lupa mencium seluruh wajah cucunya.
“Oma aja dipeluk, Opa enggak ni,” ujar Aditya pura-pura merajuk pada princessnya.
“Opa sini samping aku, aku mau peluk Opa juga...” Aditya menuruti permintaan cucunya dan naik ke ranjang duduk di samping cucunya.
Aditya mengangkat tubuh Queen dan mendudukan kepangkuannya. Queen menjadi leluasa memeluk Opanya, bersandar di dada bidang Opanya.
“Manja banget cucu Opa.” Aditya memegang kedua pipi Queen dan melakukan hal yang sama dilakukan Kirana, yaitu menciumi seluruh wajah Queen.
“Opa sama Oma kok datang kesini ga ngomong dulu. Aku kan jadinya enggak nyambut kedatangan Opa sama Oma,” kata Queen merasa bersalah, biasanya memang Aditya dan Kirana selalu menelpon mengabari akan datang dan Queen akan menunggu di ruang tamu menyambutnya.
Kirana mengelus pipi cucunya. “Maaf ya sayang, Oma sama Opa lupa mengabari,” katanya.
“Tapi aku senang Oma Opa kesini, karena aku rindu banget banget banget,” ucap Queen ceria dengan ekspresi lucunya.
Queen yang terlihat menggemaskan, membuat Aditya tidak tahan melihat pipi gembil cucunya sampai menciuminya beberapa kali.
Arsen ikut bahagia melihat princessnya terlihat ceria dengan adanya kehadiran Opa dan Oma mereka.
“Sen gimana keadaan princess, setelah kamu priksa tadi?” Aditya bertanya menatap cucu kembarnya yang menjadi seorang dokter.
“Keadaan sudah lebih membaik Opa, hanya saja princess harus banyak istirahat dan jangan sampai lupa minum obat,” kata Arsen menyindir adiknya yang kadang melupakan minum obat vitamin yang sering dikasihnya.
“Udah princess cantik Opa, jangan gitu dong sayang wajahnya. Princess jadi tambah gemesin..” Aditya kembali memberi ciuman di wajah cucunya.
“Princess Oma sama Opa bakal menginap disini selama beberapa hari,” ujar Kirana.
“Wah asik, benaran kan Oma Opa mau nginap?” Tanya Queen memastikan bahwa Omanya tak berbohong.
“Benaran sayang...” Bukan Kirana yang menjawab melainkan Aditya.
“Kenapa hanya beberapa saja Opa Oma, kenapa engga selamanya aja,” ujar Queen.
“Opa sama Oma kan punya rumah sendiri sayang. Tapi princess tenang saja Opa sama Oma bakal sering nginap disini,” tutur Aditya lembut.
Queen mengangguk dan mendongak menatap Opa dengan senyum yang mengembang.
“Princess mau makan apa malam ini? Biar Oma masakin.” Kirana bertanya pada cucunya ingin dimasakan apa buat makan malam.
“Princess mau makan sate taichan,” jawab Queen bersemangat. Tapi setelahnya gadis itu menatap abangnya.
Arsen yang mengerti maksud dari tatapan sang adik pun mengangguk memperbolehkannya.
“Kalau gitu princess istirahatnya ditemanin Opa ya. Oma mau ke dapur buat masak makan malam,” ucap Kirana.
“Mas nanti kopinya aku antar ke kamar saja,” sambung Kirana.
“Tidak sayang, nanti biar mas ambil sendiri kebawah,” tolak Aditya.
Aditya mana tega melihat Kirana bolak balik. Lebih baik biar dirinya saja yang turun mengambil kopinya.
“Abang juga mau istirahat di kamar,” ucap Arsen.
Arsen dan Kirana keluar bersamaan dari kamar Queen.
...****************...
Guys! Ayo guys join grup chat antiloversn!!!
Guys baca karya baru aku yuk judulnya "YOU'RE MINE, SERRA"
Follow ig aku yuk guys : @dianti2609
Bersambung. . .
Follow juga ya!!
Like, comennt, rate 5. jangan lupa gifts+vote nya.
Terimakasih💓