
"Apa dia cucuku?" celetuk Hanira bertanya dan mengalihkan tatapannya pada Khanza yang berada di samping Aditya.
"Ya, dia putriku mah," jawab Aditya.
"Assalamualaikum oma," sapa Khanza mencium tangan Hanira dengan begitu lembutnya.
"Waalaikumsalam, ka-mu cucu-ku..." tiba-tiba Hanira ingin berlutut di hadapan cucunya.
Khanza dengan sigap menahan bahu Hanira, agar tidak berlutut. Ia tak mau omanya berlutut kepadanya.
"Oma jangan begini.. Khanza sayang oma," Khanza memeluk oma Hanira agar tak jadi berlutur.
"Maaf, maafin oma sayang...
Oma sudah begitu jahat sama kau dan ibu mu, oma dengan teganya memisahkan mu dari ibumu dan ayahmu. Maafkan oma," Hanira melepaskan pelukannya dan menyatukan kedua tangannya.
"Tidak oma jangan begini, bunda saja sudah memaafkan oma.. Jadi kenapa aku tidak bisa, aku sudah memaafkan oma, jauh sebelum kita bertemu," tutur Khanza mencium pipi oma Hanira, sekaligus menghapus air mata omanya.
"Makasih nak, kau dan ibumu sangat berhati baik. Oma saja yang buta akan kebaikan dan kelembutan ibu mu dulunya," ujar Hanira.
Khanza membalasnya dengan senyuman. Hanira pun kembali ke tempat duduknya...
Semua orang merasa lega sekarang, masalah dalam keluarga mereka sudah terselesaikan dengan baik, tanpa ada yang menjadi pendendam lagi.
"Bagaimana kelanjutan kalian, apa kalian berdua akan menikah di bulan ini juga?" tanya Danu.
"Emm, aku memang maunya menikahi Kirana dengan cepat.," jawab Aditya.
"Kalau begitu mamah akan menyiapkan pernikahan yang mewah untuk kalian," timpal Hanira.
"Aku juga akan membantunya mah," sanggah Kumalasari.
"Gimana sayang apa kamu setuju?" tanya Aditya menatap istrinya.
Kirana memberikan senyuman dan mengangguk, "Tapi aku ingin pernikahannya yang sederhana saja dit," ucapnya mengutarakan keinginannya, melihat mereka yang sudah cukup tua dan telah memiliki cucu. Jadi pernikahannya tak usah mewah, cukup sederhana saja.
"Baiklah, sesuai keinginan calon mantu mamah akan memberikan yang terbaik," ujar Hanira.
"Terima kasih tante," balas Kirana.
"Tak usah berterimakasih nak, kamu layak mendapatkannya. Ouh ya, mulai sekarang panggil aku mamah, karna kamu sebentar lagi akan menjadi menantku," kata Hanira penuh bahagia.
"Emm, baiklah m-mah," panggil Kirana.
.
Mereka pun melanjutkan mengobrol-ngbrol sedangkan Khanza pamit menuju kamar Fadil untuk memenuhi janjinya yang akan bermain bersama anak itu. Tapi sesampainya di kamar Fadil, anak itu malah sudah tertidur dengan pulasnya. Khanza pun menghampirinya untuk memberikan kecupan di kening Fadil.
'Cup'
"Tidur yang nyenyak Fadil," ucap Khanza pelan, sambil tangannya memberikan elusan. Lalu beranjak dari ranjang dan keluar mendatangi orang-orang yang masih berada di ruang tamu.
Kumalasari yang melihat Khanza menatapnya bertanya.
"Dia tertidur nyenyak sekali, aku tidak ingin menganggunya," ujar Khanza.
"Maaf nyonya, makan siang telah selasai kami hidangkan," lapor pelayan memberitahu Hanira.
"Emm, oma maaf sepertinya aku dan mas Nio tidak bisa ikut makan siang," ucap Khanza.
"Mengapa cucuku, apa ada masalah?" tanya Hanira.
Melihat istrinya belum menjawab, Antonio membuka suaranya.
"Begini tante, sebenarnya saya dan Khanza telah menikah beberapa bulan yang lalu. Kami juga sudah memiliki anak, karna itu kami pamit pulang cepat," jelas Antonio.
"Menikah? Punya anak? Kalian berdua?" pertanyaan betubi-tubi di lontarkan oleh Hanira.
Khanza mengangguk...
Hanira yang mendapatkan jawaban berupa anggukan dari Khanza, sontak membuatnya tampak terkejut. Bukan karna apa? Hanya saja Aditya dan Antonio seusia. Dan sekarang status keduanya bukanlah sahabat lagi, melainkan mertua dan menantu. Terasa aneh saja menurutnya...
"Saya tidak percaya ini...
Umur kalian bahkan terpaut sangat jauh, dan kau adalah sahabat Aditya. Benar-benar kejutan tak terduga, kau Antonio sahabat Aditya dan sekarang menjadi menantunya..."
"Apa kalian saling mencintai?" tanya Danu mengintimidasi keduanya.
"Ya, kami saling mencintai," serempak kedua berkata bersamaan.
"Tidak ada masalah mah, mereka saling mencintai," ujar Danu.
"Begitulah, cinta memang tidak memandang umur," celetuk Leo yang langsung di hadiahi cubitan oleh Kumalasari mamahnya sendiri.
"Maaf oma," kata Khanza malah mengucapkan kalimat maaf.
"Tidak sayang," Hanira mengampiri Khanza dan merangkum kedua pipi cucunya. "Mengapa kau malah meminta maaf cucu ku, kalau kalian saling mencintai. Lalu apa salahnya kalian menikah, oma hanya terkejut mengetahui fakta ini. Oma doakan pernikahan kalian Sakinah Mawaddah Wa Rahmah..." Hanira mencium wajah cucunya.
"Tante juga mengucapkan selamat atas pernikahan kalian dan semoga Sakinah Mawaddah Wa Rahmah, walaupun ucapan ini sudah sangat terlambat," ujar Kumalasari mengutarakannya.
"Tidak pa-pa tante, makasih atas ucapannya," balas Khanza.
"An, ambil kuncinya," Aditya melempar kunci mobil kearah Antonio dan di tangkap dengan baik.
"Menyetirlah dengan baik, ingat kau sedang membawa putriku yaitu istrimu," pesan Aditya.
"Hmm," jawab Antonio berdehem.
"Kalau begitu aku sama mas Nio pamit pulang dulu semua," sebelum itu Khanza menyalimi satu persatu para orang tua, tidak termasuk Leo.
.
Tangannya berpindah ke atas paha istrinya, menggenggam tangan istrinya. Lalu saling bertatap sebentar dan kembali fokus ke depan untuk melihat jalan. Antonio juga tak ingin membahayakan diri mereka.
Sampailah akhirnya keduanya di mansion, mereka langsung naik ke lantai atas untuk melihat twins yang sedang bersama Rhea di dalam kamar.
"Apa twins rewel re?"
"Ngga mom, lihat twins tertidur,"
"Makasih re udah jagain twins,"
"Mom, ngga usah terimakasih. Twinskan adik re, jadi udah kewajiban re juga buat jagain mereka,"
"Kamu berangkat kuliah sekarang re, mau dad anter," ucap Antonio.
"Ngga usah dad, biar re diantar pak udin...
Dad sama mom mending istirahat deh... Ouh ya gimana tadi bertemu oma Hanira?" tanya Rhea penasaran ingin mengetahuinya.
"Semuanya baik re.." jawab Khanza singkat.
"Apa oma Hanira merestui oma Kirana dan opa Adit menikah," ujar Rhea
"Ya, ayah dan bundaku direstui.." balas Khanza.
Rhea memberikan pelukan untuk mommynya, hanya sebentar lalu melepaskannya kembali.
"Mom, dad.. re berangkat dulu," Rhea menyalimi tangan keduanya.
"Assalamualaikum,"
"Walaaikumsalam,"
"Hati-hati re," pesan Khanza.
Antonio menatap istrinya dan merangkulnya agar berbaring di ranjang bersama. Khanza menyandarkan kepalanya di dada bidang suaminya, saking bahagianya Khanza menciumi wajah suaminya.
"Mas senang lihat kamu seperti ini, tetap tersenyum," ujar Antonio mengelus pipi istrinya.
Khanza mengangguk, "Aku bahagia banget mas, bunda dan ayah sekarang bersatu kembali,"
"Iya sayang, mas merasa lega akhirnya Adit kembali bersama Kirana.. Mas juga merasakan kebahagiaan yang sesungguhnya bersamamu, jangan pernah berpikir untuk meninggalkan mas," tutur Antonio mencium puncak kepala istrinya.
.
.
Di kampus Rhea berjalan bersama dengan Leo. Mereka sudah resmi berpacaran dari sebulan yang lalu. Tetapi Rhea belum berani untuk mengatakan pada daddynya bahwa dirinya sudah berpacaran.
"Re, besok aku akan bertemu dengan om Antonio," kata Leo.
"Leo jangan aneh-aneh-"
"Aneh kenapa re?
Aku hanya ingin mengatakan pada om Antonio bahwa aku sudah menjadikan putrinya sebagai pacarku,"
"Leo kita udah bicarakan ini sebelumnya, biarkan aku saja yang mengatakannya,"
"Tapi kapan re...
Aku tidak ingin bertemu kamu sembunyi-sembunyi seperti ini. Biarkan aku mengatakannya sendiri sebagai pria gentle," putusnya.
Leo memegang kedua bahu Rhea dan menatapnya penuh kehangatan.
"Tapi-"
"Percaya sama aku.." Leo berkata menyakinkan Rhea agar mempercayainya.
"Baiklah aku mempercayai mu, besok datanglah," ucap Rhea tersenyum.
'CUP' Leo mencium Rhea di pipi dan itu mengejutkan Rhea. Sebelum Rhea marah, ia sudah menjauh, tidak dengan Rhea masih berdiri mematung akibat ciuman kilat itu. Ini pertama kali baginya mendapatkan sebuah ciuman.
Rhea malah memegang pipi...
"Kenapa aku masih berdiri disini seperti orang bodoh saja...
Hahh..
Semua ini karna Leo, awas saja dia."
"LEO," teriak Rhea membuat perhatian orang-orang mengarah padanya. Tidak perduli Rhea tetap berlari menuju kelasnya.
****
Follow ig aku yuk guys : @antiloversn
Bersambung. . .
Follow juga ya!!
Like, comennt, rate 5. jangan lupa gifts+vote nya.
Terimakasih💓