
Selesai menjalani beberapa proses pemeriksaan terkait kesehatan dan kecocokan ginjal. Queen di minta Vinno beristirahat kembali ke kamar rawatnya sebelum ada yang curiga.
"Abang!" panggil Queen melihat Arsen duduk di sisi brankarnya.
Arsen tersenyum dan mengusap bekas tamparan di pipi princessnya. Mengingat perlakuan Arcell pada Queen tadi sangat di luar batas. Entah mengapa Arcell begitu kasar sampai berani menampar Queen. Arcell seperti kerasukan..
"Masih sakit pipinya?" tanyan Arsen.
Queen menggeleng, menurutnya rasa sakit di pipinya tidak sebanding dengan sakit di hatinya. Bagi Queen mendapatkan kekerasan fisik untuk pertama kali dalam hidupnya membuat sedikit takut jika nanti bertemu abang Arcell.
"Ini tidak sakit abang, bagi aku tamparan abang Arcell adalah lampiasan rasa sakit ketika tahu abang Rey koma," ucap Queen berusah menahan air matanya agar tidak mengalir.
"Tetap saja abang Arcell salah sayang. Perlakuan kasarnya tidak bisa dibenarkan," tukas Arsen tak suka melihat perlakuan saudara kembarnya pada adik perempuan mereka.
Queen mengambil tangan kanan Arsen dan menggenggamnya erat.
"Percayalah aku baik-baik saja abang," kata Queen lembut menyakinkan Arsen.
"Dek, jadikan mau ngeliat Rey," ujar Ghani yang baru saja datang setelah pulang ke mansion hanya sekedar membersihkan diri.
"Bang Ghani habis darimana? keliatan segar banget," cecar Queen bertanya, melihat penampilan Ghani yang telah rapi tidak seperti tadi terlihat kusut dan berantakan.
"Oh abang tadi menyempatkan pulang ke mansion buat mandi. Abis abang gak tahan kotor," ucap Ghani menjawab pertanyaan Queen.
Queen mangut-mangut memahami. Abangnya yang satu ini memang orangnya sangat pembersih.
"Jadikan mau liat keadaan Rey?" ulang Ghani bertanya kembali.
"Eung, tapi abang Ell nanti marah," ucap Queen merasa takut mengingat larangan dan amarah Arcell.
"Tenang sayang abang sudah mengecek di depan ruang ICU. Semua aman, abang Arcell tidak ada di sana. Jadi kita bisa menjenguk Rey," tutur Ghani.
"Bang Arsen mau ikut," ajak Queen.
"Abang masih ada pasien yang harus di periksa, kalian berdua saja kesana. Abang akan pantau bang Ell, biar kalian tetap aman," kata Arsen.
"Aku ngerasa seperti buronan ya bang, yang melakukan kejahatan pada saudara kandung sendiri, sehingga di larang melihat keadaannya," tukas Queen sendu.
"Husstt! Ngomong gak boleg gitu, abang gak suka dengarnya." Arsen menaruh jari telunjuk di bibir adiknya.
"Bang Arsen benar, jangan bicara seperti itu. Mungkin tadi bang Ell kebawa emosi saja, nanti juga bang Ell bakalan menyadari kesalahannya dan minta maaf. Harus sabar ya dek," sambung Ghani sambil membantu adiknya turun dari brankar.
"Ingat jangan lama-lama di ruang ICU nya," kata Arcell mengingatkan.
"Oke bang!"
Mereka berpisah Arsen yang akan menuju kamar rawat pasien untuk melakukan pemeriksaan. Sedangkan Ghani dan Queen pergi ke ruang ICU melihat keadaan Rey.
Ghani dan Queen memakai pakaian steril agar diperbolekan masuk. Berbagai alat penopang kehidupan di pasang di badan Rey. Dada Queen terasa sesak melihat keadaan Rey sebegitu memperhatinkan.
Queen memegang tangan Rey dengan lembut. "Aku janji besok abang bakal sehat kembali dan alat-alat ini pasti akan di lepas. Aku minta maaf karena aku abang harus koma dan bang Ell sangat marah padaku." batinnya.
Ghani mengusap bahu Queen, "Rey pasti sembuh sayang!"
Perkataan Rey terngiang-ngiang di kepala Ghani.
"Abang harap omongan kamu kemarin hanya bercanda Rey." ucap Ghani dalam hati.
"Ayo sayang kita keluar," ajak Ghani saat melihat jam ditangannya sudah lima menit mereka berada dalam ruang ICU.
"Sebentar abang." Queen menunduk dan mencium kening Rey.
Setelah itu kedua melepaskan baju steril menaruh pada tempatnya. Lalu mereka kembali ke kamar rawat Queen. Tepat saat keduanya sudah menjauh, Arcell tiba di depan ruang ICU mau menjenguk Rey juga.
"Rey, sebentar lagi kamu pasti akan sehat. Barusan abang di beritahu papa Vinno, ada orang baik yang dengan sukarela mendonorkan ginjal buat kamu dek. Tetapi papa Vinno merahasiakan identitasnya, karena pendonor ginjal itu tidak mau ada yang mengetahui identitasnya. Abang menjadi sangat penasaran dengan orangnya, tapi papa Vinno telah meminta abang berjanji untuk tidak akan mencari tahu siapa orangnya. Demi keselamatan kamu abang menurutinya, abang mau kamu cepat sadar dan kita berkumpul kembali." Arcell curhat pada Rey yang masih koma.
"Oh ya dek! Abang ngerasa bersalah banget udah nyakitin princess. Abang udah nampar dia dengan tangan abang ini." Arcell memukul tangannya sendiri.
"Abang ngerasa jahat banget, pasti sekarang princess benci sama abang." Arcell menyesal mengingat perlakuannya.
Merasa cukup mengajak Rey berbicara. Arcell keluar dari ruang ICU. Kaki membawanya melangkah ke kamar rawat Queen. Pintu kamar rawat Queen yang tidak tertutup rapat memudahkan Arcell melihat ke dalam. Di dalam sana ada Ghani yang menemani Queen.
Arsen barusan keluar dari kamar pasien yang tak begitu jauh dari kamar rawat Queen. Arsen berdiri diam mengamati Arcell. Arsen hanya bisa menghembuskan nafas lega, Arsen tahu bahwa Arcell pasti menyesali perbuatannya tadi.
"Bang Ell!" panggil Arsen pelan.
Mau tak mau Arcell menegakkan tubuhnya karena ketahuan mengintip.
"Bang Ell kenapa tidak masuk ke dalam, malah berdiri di luar," ucap Arsen.
"Hemm, hanya kebetulan lewat saja." Tandasnya, padahal gengsi.
"Oh, kirain abang mau ngeliat keadaan princess. Ternyata aku yang salah mengartikan," pungkas Arsen.
"Abang akan pulang, abang titip Rey. Jangan sampai Alesha menjenguknya, abang telah diberitahu papa Vinno. Kalau Rey akan menjalani operasi transplantasi ginjal besok. Jadi abang akan kembali ke rumah sakit besok..." Setelah mengatakannya Arcell melenggang pergi dari hadapan Arsen.
"Aku tahu abang pasti ingin masuk tadi." Guman Arsen lalu menutup rapat pintu kamar rawat Queen. Barulah Arsen melanjutkan langkahnya kembali ke ruangannya, membiarkan Queen di temani oleh Ghani.
...****************...
Guys! Ayo guys join grup chat antiloversn!!!
Guys baca karya baru aku yuk judulnya "YOU'RE MINE, SERRA dan ISTRI SIMPANAN”
Follow ig aku yuk guys : @dianti2609
Bersambung. . .
Follow juga ya!!
Like, comennt, rate 5. jangan lupa gifts+vote nya.
Terimakasihđź’“