My Best Friend'S Daddy Is My Husband

My Best Friend'S Daddy Is My Husband
Episode 26



Pagi hari Khanza sudah bersiap menuju ke toko kue. Sebelum berangkat dia berdoa terlebih dulu, semoga diterima disana.


Tadi malam mba Lestia memberitahu dari kost menuju lokasi toko kue, tidak begitu jauh katanya. Khanza hanya berjalan kaki menuju kesana sendirian, karna mba Lestia akan sedikit terlambat.


Hingga tidak terasa sampai di toko kue tersebut. Waktu yang dibutuhkan hanya sekitar lima belas menit. Khanza pun masuk kedalam, didepan kasir masih kosong. Dia melihat seseorang menyusun-nyusun kue disana, lalu menghampiri orang tersebut.


"Pagi mba!" seru Khanza, mba yang disapa olehnya menoleh.


"Pagi, kamu yang mau test bikin kue hari ini?"


"Iya mba."


Mba karyawan tersebut menyuruhnya agar duduk terlebih dulu. Ibu yang punya toko kue ini belum datang, masih dalam perjalanan.


Entah berapa lama aku menunggu akhirnya yang punya toko kue datang juga. Aku melihat ibu itu sedang berbicara dengan mba yang tadi menyuruhnya untuk menunggu. Mereka pun mengakhiri obrolan.


"Dek disuruh langsung ke dapur sama bu Kiran."


Aku mengangguk saja sebagai jawaban, bangun dari tempat duduk ku. Mengikuti mba tadi menuju ke dapur, disana ku lihat ibu tadi berdiri menunggunya.


"Pagi bu." Khanza menyapanya dengan ramah dan tersenyum.


Kirana merasa tersihir oleh senyuman gadis didepannya, hati merasakan getaran dahsyat. Dia merasa seperti di antara mereka ada ikatan kuat. Cepat-cepat Kirana merubah raut wajah menampilkan senyuman juga.


"Pagi juga, kamu sudah siap untuk test?" tanya Kirana.


"Saya siap bu," ucap Khanza penuh percaya diri.


"Jangan formal bicaranya biasa saja." kata Kirana memberitahu agar tidak berbicara formal.


"Oh ya, kita belum kenalan... Kirana, panggil aja bu Kiran," Kirana mengulurkan tangannya.


Khanza meyambut tangan bu Kirana."Khanza," ucapnya memberi senyuman.


"Yaudah kalau gitu kita mulai sekarang saja testnya." kata Kirana.


Khanza mengangguk memberi senyuman. Lalu mulai dengan membuat adonan kue. Dia mengolahnya sangat bersih. Setelah adonan jadi, memasukan ke dalam oven. Menunggu kue itu sampai mengembang sempurna.


Kirana menyuapkan potongan kue ke dalam mulutnya. Tubuh Khanza menegang, dia takut jika kue bikinannya tidak enak. Tapi Khanza terus saja berdoa dalam hati semoga bu Kirana menyukai kue buatanya.


"Emm, rasanya sungguh enak sekali," Kirana berkata jujur.


"Beneran bu?" tanya Khanza memastikan sambil tersenyum girang.


"Kamu diterima di toko kue ini, selamat." tukas Kirana msngucapkan selamat.


Khanza yang begitu bahagia, memeluk Kirana tiba-tiba. Keduanya terdiam dengan masih berpelukan. Mereka merasa ada sesuatu yang begitu erat mengikat diantar keduanya.


Buru-buru Khanza melepaskan pelukannya."Maaf bu, tadi aku benar benar kesenangan sampai ga sadar meluk ibu," katanya.


"Iya ga pa-pa," ujar Kirana sambil membelai rambut Khanza.


"Kamu bisa kerja hari ini... Lidia antar Khanza ke loker untuk mengganti bajunya."


Khanza mengikuti Lidia menuju loker, untuk mengganti baju dan menyimpan barang-barangnya disana.


"Ini loker kamu, jadi silahkan ganti baju," ujar Lidia.


"Makasih mba Lidia." ucap Khanza tersenyum.


Setelah selesai berganti baju Khanza keluar, langsung menuju dapur. Melanjutkan membuat kue, kali ini tidak sendiri melainkan membuatnya bersama Kirana.


Keduanya membuat kue dengan sesekali mengobrol. Entah apa yang mereka bahas sampai-sampai gelak tawa menghiasi wajah keduanya.


***


Bersambung. . .


Follow juga ya!!


Like, comennt, rate 5. jangan lupa gifts+vote nya.


Terimakasih💓