
Queen perlahan membuka kelopak matanya ketika merasakan sesuatu mengusik tidurnya. Setelah menerima kado dari Arcell, ternyata Arcell juga menemani Queen di kamar dan mereka tidur bersama.
Arcell lah orang yang tengah mengusik tidur Queen pagi ini. Arcell berusaha membangunkan adik dengan memberikan kecupam di seluruh wajah dan akhirnya mempan.
"Abang, aku masih ngantuk," rengek Queen dengan mata terpejam.
"Bangun sayang, udah pagi. Ayo sarapan!" Arcell menari lembut tangan adiknya, lalu mengalungkan ke lehernya dan princess berada di gendongannya.
Arcell membawa Queen ke kamar mandi dan membawa tubuh tersebut masuk dalam bathup yang sudah berisi air.
"Dingin abang," protes Queen saat merasakan dinginnya air dalam bathup.
"Ini tidak dingin sayang, sekarang kamu mandi ya. Abang tunggu di meja makan." Arcell segera keluar kamar Queen.
Queen menuntaskan mandinya dan bersiap. Queen duduk di tepian ranjang membuka handphonenya melihat tempat yang indah untuk dikunjungi. Queen berpikir untuk membujuk semua keluarga agar mau pergi kesana.
Dengan riang Queen berlari kecil menuruni tangga membuat orang-orang yang berada dibawa menahan nafas melihatnya. Naila, Rhea dan Kirana berjalan cepat menghampiri tuan putri mereka.
"Queen..." teriak ketiga perempuan berbeda usia bersamaan.
Queen menatap ketiga bergantian dengan mata berbinar dan wajah menampilkan senyuman yang mengembang.
"Queen lain kali jangan menuruni tangga sambil berlari, mama takut liatnya," ujar Naila membelai rambut panjang Queen.
"Oma juga! Jangan buat oma senam jantung sayang," sambung Kirana memeluk sayang Queen.
"Benar, lain kali kamu turun kebawah menggunakan lift saja dek," pesan Rhea.
"Mama, Oma, Kak re.. aku baik-baik, kalian jangan khawatir ya," ucap Queen.
Ketiga tetap diam memperhatikan Queen membuat gadis itu mengelus perutnya pertanda lapar.
"Oma, aku lapar," rengek Queen bergelayut manja di lengan Kirana.
Melihat princess mereka kelaparan, ketiga perempuan berbeda usia membawanya ke meja makan.
"Duduk disini sayang," seru Arsen menyuruh sang adik duduk di kursi yang berdekatan dengannya.
"Semua selesai sarapan nanti aku mau ngomongin sesuatu," ujar Queen mengalihkan perhatian semua orang padanya.
"Mau ngomong apa dek?" tanya Rey yang sudah penasaran lebih dulu.
"Sabar abang Rey, nanti juga abang bakalan tahu," sahut Queen mendelik kearah Rey.
"Queen! Gak boleh mendelik gitu sama abang Rey, Opa tidak suka melihatnya. Gak sopan sama yang lebih tua," imbuh Aditya menegur cucunya.
"Maaf opa." Queen mengucapkannya dengan menunduk.
"Ayo lebih kita selesaikan sarapan sekarang." Kirana angkat bicara.
Mereka yang berada di meja makan pun sarapan penuh keheningan. Tidak ada yang mengeluarkan suara lagi, sepatah katapun.
Tak berselang lama sarapan mereka selesai. Kini semua orang berkumpul di ruang tamu.
"Bicaralah princess," pinta Arcell melirik jam kecil dipergelangan tangannya.
"Boleh gak diulang tahun aku ini. Aku minta kita liburan ke puncak, tiga hari saja." Queen menatap pada semua orang menunggu jawaban mereka semua.
"Abang tidak bisa sayang, kantor lagi tak bisa ditinggal. Tunggu urusan kantor abang tak terlalu banyak, baru kita liburan. Mau kemanapun abang bakal turutin."
Arcell angkat bicara duluan, pria itu bukan tidak setuju melainkan kantor pusat Horison benar-benar membutuhkannya sekarang.
"Abang juga sayang, abang masih koas belum dapat liburnya," ucap Arsen.
"Emm, kakak sama kak Leon sudah janji sama papa Bagas dan mama Raya sayang. Mau menginap ditempat mereka," ucap Rhea tak enak mengatakannya. Tapi mau bagaimana lagi dirinya sudah berjanji akan pergi menginap dikediaman Bagaskara setelah selesai ulang tahun Queen.
"Oma Opa?" Queen menata keduanya.
Aditya dan Kirana tersenyum, "Kami bisa sayang.." kata keduanya berasamaan.
"Bukan papa menolak sayang, tapi papa sedang banyak operasi beberapa hari ke depan," kata Vinno.
"Kamu tenang saja sayang, walaupun papa tidak bisa ikut. Mama bisa kok sayang," imbuh Naila membuat Queen bahagia mendengarnya.
Queen beralih menatap kedua abang kandung dan satu abang sepupunya yang belum memberikan jawaban.
"Abang bisa sayang, jadi kamu tenang saja," ucap Ghani.
"Jangan pikirin mereka yang ga bisa. Abang Rey akan selalu bisa menemani princess kemanapun," kata Rey.
"Abang juga bisa sayang," jawab Abian.
Senyuman Queen mengembang. "Ye berarti kita jadi berangkat dong!" serunya bersorak senang.
"Pasti dong," sahut Rey.
"Abang Ell, bisakan nanti menemani aku ke mall mencari sesuatu," ucap Queen berharap agar Arcell mau menemani.
Arcell mengangguk, setidaknya ia bisa menyenangkan Queen. Walaupun dirinya tidak ikut pergi ke puncak bersama.
...****************...
Guys! Ayo guys join grup chat antiloversn!!!
Guys baca karya baru aku yuk judulnya "YOU'RE MINE, SERRA dan ISTRI SIMPANAN”
Follow ig aku yuk guys : @dianti2609
Bersambung. . .
Follow juga ya!!
Like, comennt, rate 5. jangan lupa gifts+vote nya.
Terimakasihđź’“