My Best Friend'S Daddy Is My Husband

My Best Friend'S Daddy Is My Husband
Season 2. 6



Negara T, tepatnya sekarang kedua pasangan suami istri tengah berada di kota I. Mereka baru saja sampai 14 jam 50 menit, di luar bandara sudah ada mobil yang menjemput mereka.


Sesudah memutuskan ke negara ini, Aditya sebelumnya sudah menyiapkan semua dari mulai kendaraan, villa sebagai tempat tinggal nantinya.


“Silahkan masuk tuan, nyonya,” ujar sang sopir membuka pintu mobil untuk keduannya.


Kirana tampak kaget, menatap Aditya seperti bertanya. Benerkah ini mobil yang menjemput mereka atau bukan? Itulah arti tatapan Kirana.


“Iya sayang, ayo masuk,” ucap Aditnya menjawabnya, merangkul pinggang Kirana menyuruhnya agar masuk.


Kini mereka sudah duduk di dalam mobil...


“Ini kita mau kemana mas?” Tanya Kirana.


“Kita istirahat dulu di villa yang akan menjadi tempat tinggal kita. Baru keesokan hari kita jalan-jalan ke suatu tempat,” ujar Aditya yang merahasiakan tempat yang akan mereka kunjungan besok.


“Kemana mas? Jangan main rahasia-rahasia gitu, udah tua juga masih aja kaya” abg,” dumel Kirana kesal dengan suaminya yang malah memilih merahasiakannya.


“Kalau mas kasih tau bukan kejutan dong sayang,” kata Aditya lembut sambil tangannya mengelus rambut istrinya.


“Maaf menggangu tuan, kita sudah sampai,” beritahu sopir yang berada di kursi kemudi.


Setelah sopir membukakan pintu mobil, mereka berdua langsung keluar dan memasuki sebuah villa mewah. Kirana sampai menutup mulutnya lantaran terkejut melihat sebuah bangunan yang akan menjadi tempat tinggal mereka selama di sini.


“Ayo sayang kita masuk, untuk melihat di dalamnya. Jika kamu tidak suka tempatnya, kita bisa mencari tempat tinggal yang lainnya,” papar Aditya.


Aditya merangkul pinggang Kirana dan melangkah memasuki villa mewah tersebut. Sedangkan koper mereka di bawakan oleh orang yang bekerja di villa. Mata Kirana menatap interior villa yang menjadi tempat tinggal mereka selama dua minggu.


“Bagaimana menurut mu sayang?” Tanya Aditya.


“Tempatnya nyaman mas, tetapi apa ini tidak berlebihan?” Tanya Kirana, “Pasti harganya juga mahal kan disini,” lanjutnya.


“Apapun yang membuat mu merasa nyama, itu akan mas lakukan sayang. Masalah harga tidak usah dipikirkan sayang,” ujar Aditya.


“Sombong banget, mentang-mentang banyak duit,” sindir Kirana memutar bola matanya.


“Sayang mas ngga suka ya liat kamu memutar bola mata seperti itu,” tegas Aditya dengan tatapan lembut.


“Iya mas, ngga lagi,” ucap Kirana.


‘Cup’


Aditya memberikan ciuman di pipi Kirana dan tangan yang tadi merangkul pinggang, berpindah mengelus rambut sang istri tercintanya.


“Gimana kalau sekarang kita liat kamar yang bakal kita tempati, kali ini mas sangat yakin kamu bakal betah berada di kamar terus-menerus,” ujar Aditya mengedipkan sebelah matanya. Saat Kirana ingin melangkahkan kakinya menaiki tangga, tangan Aditya mencekalnya, membuat langkahnya berhenti.


“Sebelum itu berikan mas satu ciuman, baru kita akan ke kamar. Kalau tidak kita-“


‘Cup’ Kirana langsung memotong kalimat suaminya dengan memberikan sebuah kecupan di pipi suami tercintanya.


“Udahkan mas, kalau gitu ayo ke kamar! Jangan buat aku tambah penasaran,” tukas Kirana menaiki tangga mendahului Aditya yang masih memegang pipinya merasakan sensasi ciuman dari sang istri.


“Sepertinya istriku memang tidak sabaran untuk sesuatu yang mengairahkan,” Aditya mengembangkan senyum lebarnya.


“Mas, kamarnya bagus banget. Kamu benar, aku sangat menyukainya,” teriak Kirana dari atas, dengan kamar yang terbuka. Maka dari itu Aditya masih bisa mendengar suara teriakannya.


Mendengar teriakan sang istri tercinta Aditya dengan cepat menaiki anak tangga. Menuju kamar mereka, padahal di diatas ada tiga kamar. Tapi entah mengapa istrinya bisa mengetahui kamar yang akan ditempati oleh mereka.


“Mas benarkan,” kata Aditya melingkari perut istrinya sambil menyandarkan dagunya di bahu sebelah kanan.


“Iya mas, aku sangat menyukainya. Pemandangannya sungguh indah,” ucap Kirana.


Aditya membawa Kirana untuk beristirahat dan tak lupa menutup pintu balkon. Mereka bersama merebahkan diri di atas ranjang, berbaring sebentar sebelum nantinya mereka makan siang.


.


Jam 13.00 siang, kedua pasangan suami istri sudah bersiap untuk makan siang. Untuk hari ini mereka akan berada di villa saja, yang berarti mereka hanya makan siang di villa.


“Sayang untuk hari ini kita berada di villa saja ya, besok baru kita jalan-jalan ke tempat rahasia,” ucap Aditya.


“Iya mas,” sahut Kirana. Mereka pun menuruni tangga bersama, saat sampai di bawah Kirana tampak terkejut melihat banyaknya makanan yang tersaji di atas meja makan. Ia menatap suaminya...


“Ini semua yang menyiapkan koki, karna ini spesial liburan kita. Kamu tidak mas perbolehkan memasak dulu untuk beberapa hari, mas tahu kamu pasti ingin memasakan. Tetapi untuk kali ini kamu tidak boleh ke dapur dulu,” jelas Aditya, lalu menggeser kursi ke belakang dan meminta agar istrinya duduk.


Lagi dan lagi Kirana menurut saja. Kali ini ia tidak ingin membantah suaminya. Apapun perintah suaminya, pasti itu yang terbaik untuknya. Mereka berdua pun menikmati makanan yang sudah di siapkan oleh koki terbaik yang di sewa oleh Aditya.


****


Follow ig aku yuk guys : @antiloversn


Bersambung. . .


Follow juga ya!!


Like, comennt, rate 5. jangan lupa gifts+vote nya.


Terimakasih💓