My Best Friend'S Daddy Is My Husband

My Best Friend'S Daddy Is My Husband
Episode 117



Kirana tampak kaget melihat keadaan Khanza yang terbaring lemah dengan masih ada alat penopang kehidupan. Air mata kembali mengalir begitu saja di pipinya, Kirana mendekat untuk menatap lebih jelas wajah ayu putrinya.


Sampai matanya tak sengaja melihat kalung yang berada di leher Khanza.


"Kalung ini-"


"Ya allah hamba ngga nyangka sama sekali, kalau anak hamba berada di dekat ku sendiri. Anak yang selama ini ku cari, ternyata kamu yang selalu membuat ku merasa nyaman dan memiliki ikatan ketika bersama mu," lirih Kirana mencium kening Khanza.


"Bunda, merindukan mu nak.. Maafkan bunda ketika kamu lahir bunda lalai menjaga mu sehingga kau di culik."


"Sekarang bunda bersyukur sudah menemukan kamu kembali, semua ini berkat bantuan ayah mu nak."


"Cepat sadar nak bunda mencintaimu..."


"'Bunda, ayah, maksudnya?"


Kirana tersentak kaget mendengar suara seseorang mengintrupsinya. Ia pun berbalik badan melihat Antonio telah berdiri di depan pintu dengan Aditya yang berada di belakang dan yang lainnya juga masih ada.


"Rana ayo, kita jelaskan di luar saja," imbuh Aditya, Kirana mengangguk dan segera melangkah ke luar dari kamar rawat.


.


"Jadi bener istriku Khanza adalah anak kalian," ujar Antonio lebih dulu membuka suaranya.


Rhea yang mendengar perkataan daddynya terkejut, tetapi ia ingin diam dulu dan mendengarkan penjelasan kedua orang yang ada di hadapannya ini.


"Ya An, Khanza memang benar anak ku. Aku sudah membuktikan melalui tes DNA, sebenarnya tidak usah tes DNA juga aku percaya bahwa dia anakku. Di mulai dari kalung dan donor darah itu sudah membuktikannya," ungkap Aditya menjelaskannya. Kirana tak bisa menimpalinya, hatinya sekarang masih merasa sesak melihat keadaan Khanza tadi.


"Lalu mengapa kau melakukan tes DNA, kalau memang kau sudah mempercayainya dit," ucap Antonio.


"Itu hanya sebagai pembuktian untuk Kirana dan Khanza setelah ia siuman nantinya," terang Aditya.


"Berarti om Adit sama tante Kirana, orangtuanya bunda aku?" tanya Rhea menyanggah untuk memastikannya.


"Iya re, om dan Kirana, orangtua kandung Khanza," jawab Aditya.


"Wahh.. Berarti om Adit dan tante Kirana, nenek aku dan si kembar dong," ucap Rhea senang. Kalimat Rhea membuat orang yang mendengarnya menjadi tertawa.


"Jadi bunda memanggil kalian apa?" tanya Rhea kembali.


Sebelum menjawab Aditya menatap Kirana di sampingnya, agar dia saja yang menentukan panggilan itu.


"Bunda, ayah," lirih Kirana tersenyum kecil menyembunyikan kesedihannya. Ia juga geli mengatakannya, apalagi di depan banyak orang...


"Dad, gimana panggilan bunda di ubah jadi mommy aja?" tanya Rhea pada Antonio. Setelah Kirana mengatakan panggilan Khanza nanti kepada mereka.


"Terserah kamu re, tapi nanti kita tanya Khanza, apa dia mau di panggil dengan sebutan itu. Ouh ya, apa kamu juga tak masalah dengan panggilan mommy di sematkan pada Khanza, re.. Kamu tau sendirikan panggilan itu awalnya-"


"Tidak masalah dad, kan mom Laura udah meninggal. Lagian mom juga tidak akan marah soal panggilan saja," ujar Rhea.


"Andai kamu tau ibu kandung kamu masih hidup serta yang sudah di lakukannya pada Khanza, pasti kau akan merasa sangat membencinya... Dad, tak masalah kau membencinya, tetapi dad ngga bisa melihatmu bersedih atas kelakuan mommy mu," ucap Antonio dalam hatinya.


"Dad..." seru Rhea.


"Kenapa re," ujar Antonio.


"Re pamit pulang dulu ya dad," pamit Rhea.


Antonio mengangguk dan memeluk Rhea serta mencium puncuk kepalanya. Rhea tak lupa menyalami tangan Aditya dan Kirana...


"Opa Adit, oma Kirana.. Re pulang dulu ya," goda Rhea.


Tidak dengan Kirana yang malah tersenyum kecil mendengar panggilan itu. Rasanya aneh saja di telinganya dengan panggilan itu, tetapi entahlah ia malah merasa senang ketika gadis depannya memanggilnya. Hanya tinggal menunggu putrinya siuman dan tak sabar mendengar suara putrinya nanti yang akan memanggilnya 'Bunda'. Di dalam hatinya berdoa semoga saja putrinya tak membencinya.


"Kami pamit pulang dulu," ujar Bagas berpamitan.


"Makasih telah menjaga Rhea dengan baik," ujar Antonio.


"Tidak masalah An, Rhea juga putriku.." balas Bagas menepuk bahu Antonio. Barulah mereka berjalan ke luar dari rumah sakit. Rhea menengok ke belakang dan melambaikan tangannya.


.


Kini hanya tinggal mereka bertiga yang masih berdiri di depan pintu. Aditya menatap Antonio seperti ingin meminta penjelasan.


"Duduklah, aku akan menceritakannya," ujar Antonio.


Mereka bertiga pun duduk...


Lalu mengalirlah cerita tentang Rhea yang bukanlah anak kandung Antonio. Aditya dan Kirana yang baru mengetahuinya terkejut, sama sekali tidak menyangka. Mereka tak bisa membayangkan bagaimana perasaan Antonio saat tahu semua itu.


"Jadi pak Bagas orangtua kandung Rhea?" tanya Karina.


"Ya, Bagas orang tua kandungnya," jawab Antonio


"Lalu saat kamu mengetahui itu, apa yang kau lakukan," kini Aditya membuka suaranya.


"Aku menceraikan Laura..


Sebelum mengetahui itu juga saya sudah mengajukan gugatan, saya mengatakan padanya saat dia mendatangiku ke villa. Dia bahkan sempat tidak menerima keputusan saya, dia juga mengatakan ingin berubah menjadi ibu rumah tangga dan berhenti dari pekerjaannya. Tetapi keputusan saya sudah bulat, dia juga sudah terlambat untuk semua itu..." tutur Antonio.


"Apa Rhea menerima keputusan mu itu?" tanya Aditya lagi, sedangkan Kirana sekarang menjadi pendengar saja.


"Bahkan awalnya Rhea lah yang menyarankan saya agar bercerai dengan Laura. Anak itu merasa tidak tega melihat saya yang sering di tinggal bekerja, anak itu juga merasa bahwa Laura berselingkuh di belakang saya. Dan bisa dilihat sekarang, ucapan anak itu ternyata benar..."


"Tapi tadi aku melihat tatapan Raya yang begitu menyayangi Rhea. Wanita itu tak terlihat membenci Rhea, walaupun dia tahu bahwa Rhea anak dari selingkuhan suaminya," imbuh Kirana akhirnya kembali ikut dalam pembicaraan kedua lelaki tersebut.


Antonio menghendikan bahunya yang tak mengetahui apa-apa tentang di keluarga Bagaskara. "Entahlah, tapi sepertinya wanita itu menyayangi Rhea."


"Hmm, sekarang aku ingin bertanya,, bagaimana perasaan mu pada Khanza?" tanya Aditya.


"Saya mencintainya," jawab Antonio dengan nada ketegasan dalam ucapan.


"Baguslah, jadi aku tenang melepas putriku bersama mu. Apa Khanza juga di terima di keluarga mu An," ujar Aditya ingin memastikannya.


"Awalnya mamah tidak menerima Khanza, karena dia hanya anak panti asuhan. Mama juga berpikir kalau Khanza hanya menginginkan harta kekayaan kami, tetapi Khanza berhasil meluluhkan hati mamah. Akhirnya mamah merestui kami menikah," jelas Antonio.


Kirana sempat menahan nafas saat mendengarnya perkataan Antonio, itu berlangsung hanya sebentar saat mendengarkan sampai akhir. Membuatnya merasa lega, ternyata putrinya berhasil meluluhkan hati ibunya Antonio...


"Aku senang mendengarnya," ungkap Aditya.


****


Follow ig aku yuk guys : @antiloversn


Bersambung. . .


Follow juga ya!!


Like, comennt, rate 5. jangan lupa gifts+vote nya.


Terimakasih💓