
Queen mengeratkan pelukannya pada daddynya, membenamkan wajahnya di dada bidang sang daddy untuk mencari kenyamanan. Tadi saat beberapa menit kedatangan Antonio dan Arcell, Queen malah terbangun dan memanggil-manggil nama mommynya.
"Hiks tadi di pasar aku liat mom, dad.. pas mau nyamperin mom, aku ditabrak orang sampe jatuh, sampe luka begini hiks..."
Sambil menangis Queen menceritakan pada Antonio, Arcell, dan Arsen.
"Sayang dengerin dadd, mom udah gaada.. mungkin saja kamu salah lihat sayang," ujar Antonio lembut memberikan pengertian, tangannya menangkup pipi putrinya menghapus air mata.
"Enggak dad... mom masih hidup," kekeh Queen menggenggam tangan daddy.
"Cukup princess yang dikatakan daddy benar.. Kamu hanya salah lihat," sanggah Arcell mendekati adiknya dan duduk ditepian ranjang rumah sakit.
"Enggak abang, percaya sama aku.. aku gak mungkin salah lihat, mom masih hidup..."
Queen berbicara dan menatap marah pada abangnya Arcell yang malah mengatakan bahwa dirinya hanya salah lihat.
"Sudah sayang, princess yang tenang.. Daddy coba cari tahu... Princess istirahat lagi ya sayang," ucap Antonio.
Queen mengangguk, "Mau ditemenin daddy..."
"Arsen Arcell, kalian tunggu daddy diruangan uncle Vinno. Kita bicarakan ini disana," titah Antonio.
Sebelum keluar Arcell memberikan kecupan dikening adik kesayangannya. Diikuti dengan Arsen yang melakukan hal yang sama.
Queen kini memejamkan matanya, karena elusan dikepalanya membuatnya merasa nyaman dan aman.
"Daddy harus percaya sama aku, kalau mommy sebenarnya masih hidup dan belum meninggal."
Kata terakhir yang diucapkan Queen, sebelum benar-benar terlelap.
"Daddy bingung sayang, antara mau percaya atau tidak. dad takut kamu hanya salah lihat atau berhalusinasi.." Antonio mengusap-ngusap kepala putrinya dengan sayang.
Diruangan dr. Vinno
Kedua orang lelaki tengah duduk di sofa yang tersedia diruangan tersebut. Mereka menunggu kedatangan Antonio. Bahkan Vinno yang telah selesai melakukan operasi pun juga ikut menunggu dan penasaran yang akan dibicarakan oleh kakaknya Antonio.
"Daddy sudah menelpon Alvaro menanyakan apa yang terjadi di pasar sampai menyebabkan princess mendapatkan luka-luka tersebut. Ternyata Alvaro juga tidak mengetahui sebab pastinya, karena bibi Fatimah mengatakan mendengar jika princess memang berteriak memanggil mommy. Saat bibi Fatimah menengok kebelakang princess sudah jatuh akibat ditabrak orang..."
Ketiga orang yang mendengarkan penuturan Antonio mangut-mangut dan memikirkan sesuatu.
"Gimana menurut kalian apa kita harus mencari tahu kebenarannya?" tanya Antonio pada ketiganya, meminta pendapat mereka.
"Menurut Arsen, sebaiknya kita cari tahu dad.. Jika pun nanti hasilnya menyatakan bahwa princess hanya salah lihat, setidaknya kita ada usaha untuk mencari kebenarannya agar princess juga lebih bisa menerimanya," usul Arsen mengutarakan pendapatnya.
"Aku juga setuju dengan pendapatnya Arsen, Vier..." sambung uncle Vinno.
"Arcell tak setuju dadd... Aku takut kebenarannya malah menyakiti princess, aku tidak suka melihat princess menangis terus-terusan dan berharap bahwa orang yang kita cintai masih hidup," imbuh Arcell
"Aku mau ke kamar rawat princess, menemaninya." Arcell lalu berjalan keluar untuk menemui sang adik dan melihat keadaannya.
Arcel masuk ke dalam kamar Queen, mendekati ranjang dimana disana adiknya tertidur. Arcell ikut berbaring dan memeluk adik kesayangan. Arcell sungguh tidak kuat rasanya melihat adiknya berulang kali menyebut mommynya masih hidup.
"Kalau bisa abang meminta... Abang mau mommy tetap bersama kita sayang, tapi mau bagaimana lagi, kita tidak bisa melawan takdir..."
...****************...
Guys! Ayo guys join grup chat antiloversn!!!
Guys baca karya baru aku yuk judulnya "YOU'RE MINE, SERRA dan ISTRI SIMPANAN”
Follow ig aku yuk guys : @dianti2609
Bersambung. . .
Follow juga ya!!
Like, comennt, rate 5. jangan lupa gifts+vote nya.
Terimakasihđź’“