My Best Friend'S Daddy Is My Husband

My Best Friend'S Daddy Is My Husband
Season 2. 96



Di pagi menjelang siang tampak semua terlihat sibuk menyiapkan perayaan pesta ulang tahun untuk princess. Halaman belakang mansion sangat ramai dengan orang-orang yang mendekor. Otak dari ide ini pelakunya adalah Rey.


Rey lah yang menyarankan untuk merayakan di mansion saja. Apalagi selama ini setiap mereka berulang tahun, mereka memang sangat jarang membuat pesta di luar sana. Pasti membuat pesta di halaman mansion saja, selain itu halaman mansion mereka memang sangatlah luas.


Di dapur Kirana tengah membuat kue ulang tahun dibantu oleh Rhea. Kedua perempuan tersebut sengaja bermalam di mansion, karena tahu kalau princess berulang tahun hari ini.


"Kalau ngeliat oma bikin kue, re jadi keinget mommy.. Biasanya mommy yang buat kuenya, sekarang oma yang membuat kue ulang tahun untuk Queen. Pasti mommy selalu ngomel kalau lagi di recokin daddy pas bikin kue. Sekarang mom udah gaada, daddy juga di luar negeri. Re rasanya gakuat liat Queen tiup lilin gaada daddy sama mommy disampingnya."


Air mata Rhea bercucuran ketika mengatakannya. Sungguh Rhea tidak sanggup jika melihat kesedihan di mata sang adik bungsunya. Oma Karina mendekati Rhea dan memeluknya hangat.


"Kita buat Queen agar tidak mengingat sesuatu yang membuatnya bersedih," ujar Oma Karina.


"Gimana caranya oma?" tanya Rhea.


"Jangan menunjukkan kesedihan yang kita rasakan di depannya nanti, kita harus tersenyum dan terlihat bahagia. Agar Queen merasakan apa yang kita rasakan," tutur Oma Karina menghapus air mata Rhea dan merangkum pipinya, lalu tersenyum.


Ditengah kesibukan mendekorasi Rey merasa kehausan, cowo itu malas pergi ke dapur mengambil minuman.


"Raffa!" panggil Rey pada keponakan yang asik meniup balon.


Raffa yang merasa nama di panggil pun menengok ke sebelah kiri dan mendapati uncle yang menatap padanya.


"Tolong ambilin uncle minuman dong di dapur, sekalian aja buat semuanya," ujar Rey menyuruh keponakannya.


Raffa mendelik mendengar perintah unclenya itu, "Uncle tidak liat Raffa lagi sibuk niup balonnya," protesnya.


"Raffa keponakan uncle yang paling ganteng, nanti uncle beliin kamu mainan," ujar Rey dengan embel-embel mainan yang pastinya membuat keponakannya tergiur. Ia tahu kalau kakak Rhea pasti membatasi Raffa dalam hal membeli mainan.


Raffa menimbang-nimbang tawaran unclenya. Mengingat mama yang akan marah nanti ketika melihat mainan barunya, membuat Raffa menggelengkan kepalanya.


"Maaf uncle bukannya Raffa tidak mau, Raffa menghindari hukuman dari mama," tolak Raffa.


Saat Rey akan menjawabnya, ia melihat mba Yunia nanny adiknya yang kebetulan berjalan kehalaman belakang.


"Mba Yuni!" seru Rey nyaring membuat Ghan yang tak jauh darinya tempatnya menutup telinga, begitupun dengan Raffa.


"Ada yang bisa saya bantu tuan muda," ujar Mba Yunia menghampiri Rey.


"Mba bisa buat kami minuman," ucap Rey.


"Bisa tuan muda, saya ke dapur dulu membuat minumannya." Ketika Mba Yunia akan pergi suara Ghani mencegahnya.


"Mba Yunia apa masih ada kerjaan?" sergah Ghani bertanya.


"Ada tuan, tapi saya mau membuatkan minuman terlebih dulu, baru melanjutkan pekerjaan saya," kata Mba Yunia.


Setelah mendengar jawaban dari Mba Yunia. Ghani menatap tajam sang adik.


"Rey ambil sendiri minuman di dapur, jangan manja menyuruh Mba Yunia membuatkan. Mba Yunia ada kerjaan lain yang harus diselesaikan, sana ke dapur," tukas Ghani memarahi Rey.


"Tuh uncle dengerin kata uncle Ghani," ejek Raffa tertawa puas. Tidak dengan Rey menahan kekesalannya.


"Awas aja lo nanti bocil," gumam Rey.


"Mba Yuni sebaiknya lanjutkan saja perkerjaannya. Biar Rey mengambil sendiri minumannya," sambung Ghani bicara pada Mba Yunia.


Mba Yunia mengangguk dan segera pergi melanjutkan pekerjaannya. Rey berjalam males-malesan menuju dapur.


"Kak Rhea mengapa menangis?" tanya Rey mengejutkan Rhea dan Oma Kirana.


"Astagfirullah Rey, kamu mengejutkam oma saja." Oma Kirama berucap istigfar.


"Rey ngapain ke dapur?" Rhea malah balik bertanya.


"Aku haus kak, pengen minuman yqng segar," ujar Rey.


"Kalau begitu kakak buatkan dulu..." Rhea segera membuatkan minuman, bukan hanya untuk Rey tetapi buat semuanya.


"Oma mau melanjutkan membuat kue dulu.." Rhea dan Rey mengangguk.


Oma Kirana melanjutkan kembali membuat kuenya agar cepat selesai.


"Kakak belum menjawab pertanyaan aku, kenapa kakak menangis?"


"Oh itu tadi kakak menangis terharu dan bahagia. Karna hari ini princess kitakan berulang tahun," kata Rhea.


Rey masih tidak percaya dengan jawaban kakak perempuannya. Rhea yang tahu arti tatapan sang adik pun bicara kembali menyakinkannya.


"Kakak enggak bohong Rey," ucap Rhea.


"Aku percaya kak... Aku juga bahagia hari ini adalah ulang tahun Queen," tukas Rey.


"Ini minumannya kamu bawa ke depan." Rhea menyerahkan nampan yang berisi beberapa gelas minuman.


"Oke kak, makasih kakak cantik..."


Rey segera melangkah meninggalkan area dapur menuju ke halaman belakang dengan membawa nampan berisi beberapa gelas minuman di tangannya.


...****************...


Guys! Ayo guys join grup chat antiloversn!!!


Guys baca karya baru aku yuk judulnya "YOU'RE MINE, SERRA dan ISTRI SIMPANAN”


Follow ig aku yuk guys : @dianti2609


Bersambung. . .


Follow juga ya!!


Like, comennt, rate 5. jangan lupa gifts+vote nya.


Terimakasihđź’“