My Best Friend'S Daddy Is My Husband

My Best Friend'S Daddy Is My Husband
Season 2.1



Satu tahun kemudian,


Khanza telah mengikuti ujian paket C di bulan kemaren dan tinggal menunggu hasil nilai ujiannya keluar saja lagi.


Dan hari adalah ulang tahun twins yang ke satu tahun bersamaan dengan Antonio juga yang tepat berulang tahun. Antonio membuatkan pesta mewah untuk kedua putranya, padahal Khanza sudah melarang untuk tidak mengadakan pesta mewah, cukup sederhana saja.


“Mas aku kan sudah ngomong sama kamu waktu itu, kalau ulang tahun twins cukup sederhana saja. Kamu gimana sih,” omel Khanza kesel, karna suaminya seperti melupakan apa yang pernah di katakannya.


“Astagfirullah sayang, sumpah mas lupa,” ucap Antonio menatap istrinya.


“Yasudahlah, emang mas ngga pernah mau kok dengerin aku,” ucap Khanza meninggalkan kamar menuju ke dapur membuat kue.


“Arghh sial! Bagaimana ini Khanza pasti ngambek, mengapa aku tidak bertanya dulu. Arghhh...” teriak Antonio di dalam kamar, untunglah ia hanya sendiri di dalam kamar dan lagian tak akan ada yang mendengar teriakannya.


“Lod daddy kenapa?” Tanya Rhea yang baru saja memasuki kamar mencari keberadaan twins.


“Dad bingung re, gimana cara bujuk Khanza,” cerita Antonio.


“Emang dad berdebat apalagi sama mom, sampe mom marah dan harus di bujuk lagi?” Tanya Rhea sedikir penasaran dengan apa yang kali di perdebatan kedua orangtuanya.


“Dad melupakan jika Khanza meminta ulang tahun twins di buat sederhana saja. Dad malah mengadakan pesta mewah,” jelas Antonio.


“Hem, pantas saja kalau mom marah.”


“Tapi dad benar-benar lupa soal itu re, ayo kasih dad solusi untuk membujuk Khanza. Otak dad rasanya buntu untuk berpikir.”


“Re juga sebenarnya bingung dad, tapi gini aja mending dad samperin mom dan terus minta maaf nanti juga mom ga tegaan liat dad dan yang pastinya akan luluh.”


*‘Ide Rhea ada benarnya juga, Khanza kan tidak bisa melihatku terus saja meminta maaf padanya, karna istriku orang yang tidak pernah tegaan melihatku yang terus saja mengucapkan kata maaf,” *batinnya.


“Ide mu boleh juga re...


Baiklah kalau gitu dad akan menghampiri Khanza dulu,” ujar Antonio langsung melenggang pergi.


“Ya allah dad segitu senangnya, ampe mau tanya keberadaan twins ga sempat. Yahh! Mau gimana lagi, harus cari sendiri.”


Setelah kepergian Antonio, sekarang Rhea memilih keluar dari dalam kamar menuju ke bawah juga untuk mencari keberadaan kedua adiknya. Dimana tadi mommy nya berpesan agar memandikan dan membuat keduanya siap dalam waktu satu jam.


•••


Di dapur mansion Horison, Khanza sedang berkuta untuk mengolah kue ulang tahun kedua putranya. Ia tak ingin memesan kue kalau dia sendiri bisa membuatkannya.


“Assalamualaikum sayang,” salam Kirana.


“Waalaikumsalam, bunda!” Seru Khanz membalas salam bundanya dan mendekat menyalimi tangan bundanya.


“Bunda kesini sendiri?” Tanya Khanza tak melihat adanya ayahnya.


“Ngga sayang, bunda sama ayah. Ayah kamu lagi main sama cucunya di halaman belakang,” beritahu Kirana.


Khanza hanya memberikan anggukan...


“Ini kamu lagi bikin kue buat ulang tahun twins ya?”


“Iya bun...”


“Bunda bantuin ya...”


“Emang ngga ngerepotin bunda nih?”


“Ngga dong sayang.”


Mereka pun bersama-sama membuat kue, hingga kedatangan Antonio yang entah dari mana langsung memeluk Khanza dari belakang. Tidak memperdulikan bahwa Kirana ada disana dan melihat kelakuannya.


“Honey, maafin aku please. Aku benar-benar lupa sama yang pernah kamu katakan,” ujar Antonio


Khanza berontak, memcoba lepas dari pelukan Antonio. Tetapi tetap tak bisa, karna pelukan suaminya begitu erat.


“Mas-“


“Selesaikan masalah kalian, bunda akan pergi ke depan dulu. Kue sudah bunda masukan ke dalam open,” setelah mengatakan itu Kirana melangkah meninggalkan dapur untuk memberikan ruang agar mereka bisa saling bicara.


“Honey, tatap mata aku,” Antonio melepaskan pelukannya dan membalik tubuh Khanza hingga menghadap dirinya.


“Maafin aku!” Ucap Antonio tak pernah bosan mengatakan kata maaf.


Khanza perlahan menatap mata suaminya, ia merasa tidak tega. Tapi sebenarnya ia tak marah hanya sedikit kesal saja.


Tangan Khanza terangkat dan merangkum wajah suaminya, “Mengapa minta maaf mas? Aku ngga marah kok sama kamu, hanya sedikit kesal saja,” jelasnya.


“Beneran honey, kamu ngga marah. Mas ngga bisa melihat kamu marah sama mas, hati mas langsung gak tenang,” jujur Antonio selalu saja tak tenang jika Khanza marah terhadapnya.


Khanza berjinjit dan mencium bibir suaminya, sekedar bukti bahwa ia tidak marah.


Antonio mengembangkan senyumannya saat mendapatkan perlakuan manis dari istrinya.


“Udah percayakan kalau aku ngga marah sama mas,” ucap Khanza.


Antonio mengangguk, memeluk istrinya kembali dan memberikan kecupan di leher istrinya.


“Sekerang mas siap-siap gih, bentar lagi kan acara ulang tahunnya,” ujar Khanza.


Lalu Antonio melangkah pergi meninggalkan dapur menuju kamar mereka untuk bersiap-siap. Sedangkan Khanza melanjutkan pekerjaan dengan cepat di bantu dengan Kirana yang kembali ke dapur.


•••


Tiba saatnya acara ulang tahun di mulai dengan meriah. Khanza tersenyum bahagia melihat kedua putranya yang sudah meniup lilinnya. Khanza dan Antonio berjongkok di dekat twins. Karena Antonio sudah terlalu tuan untuk merayakan ulang tahun apalagi meniup lilinnya.


“Sekarang kita potong kuenya,” ujar Khanza.


Arsen menatap mommynya dan menggumankan kata ‘hemm yahh yahh’. Maklum saja kedua baru berumur satu tahun jadi bicara mereka masih belum lancar mengucapkan kata-kata.


Dengan Khanza yang memegang tangan Arsen dan Antonio melakukan hal yang sama dengan tangan Arcel. Akhirnya mereka berhasil memotong kuenya.


“Twins suapin mom sama dad dong,” seru Rhea menyuruhnya.


Twins tak mengerti apa yang di maksud oleh Rhea. Hanya menyuapkan kue itu ke mulut mereka.


Rhea mengerti bahwa kedua adiknya baru berumur satu tahun. Lalu ia mendekatinya dan mengajari kedua adiknya yang tadi ia suruh.


Tangan twins masing-masing mengambil kue dan mengarahkan ke mulut Khanza dan Antonio. Semua orang yang menyaksikannya bertepuk tangan.


Semua orang menikmati pesta yang di buat oleh Antonio. Khanza menatap suaminya dan mengucapkan terima kasih melalui tatapan mata. Antonio membalasnya dengan senyuman dan tidak lupa tatapan hangatnya untuk sang istri tercintanya.


****


Follow ig aku yuk guys : @antiloversn


Bersambung. . .


Follow juga ya!!


Like, comennt, rate 5. jangan lupa gifts+vote nya.


Terimakasih💓