My Best Friend'S Daddy Is My Husband

My Best Friend'S Daddy Is My Husband
Season 2. 48



Sekarang semua sudah berkumpul di meja makan, Khanza sengaja tidak tidur setelah sholat subuh. Mengingat hari ini kedua mertuanya akan pulang ke kota B, untuk menyenangkan mertuanya Khanza memasakan makanan spesial pagi ini dan memasak seorang diri tanpa bantuan orang lain.


“Yaampun nza, semuanya ini kamu yang masak,” seru Erina sedikit tercengang melihat banyaknya aneka masakan di atas meja makan. Padahal jika untuk sarapan pagi tidak harus sebanyak itu.


“Iya ma, aku sengaja masakin banyak makanan buat mama sama papa. Karna kalian kan mau pulang hari ini,” kata Khanza sedih.


“Jangan sedih dong sayang, mama sama papa bakalan usahain untuk kesini setiap akhir bulan atau ngga mama bakal minta sama papa buat pindah kerja disini. Biar bisa kumpul sama anak menantu dan cucu mama,” ujar Erina memeluk Khanza.


“Kenapa opa masih kerja, kan ada daddy sama papa?” Celetuk Arcell bertanya. Membuat para orang dewasa menatapnya.


Arcell yang merasa ditatap pun, berbicara kembali. “Apa ada yang salah sama pertanyaan aku? Opa kan sudah tua seharusnya opa dirumah aja, biar daddy sama papa yang kerja dan kebutuhan opa sama oma biar daddy dan papa yang menanggungnya,” ucapnya berkata bijak.


“Yang dikatakan cucu opa sangat benar. Tetapi ketahuilah son, opa mu ini masih kuat untuk bekerja. Suatu saat nanti jika kamu dewasa penerus perusahaan opa adalah kamu,” ujar Andreas menjawab pertanyaan cucunya.


“Tapi opa, kenapa kerjanya sangat jauh. Mengapa tidak disini saja bersama papa dan daddy.” Sekarang Abian yang berbicara.


“Perusahaan opa memang berada disana bian. Baiklah begini saja opa bakalan usahain untuk memindahkan perusahaan opa yang berada disana kesini dan akan bersama kalian semua,” ucap Andreas mengalah demi cucu-cucunya apa saya akan dilakukan untuk menyenangkan hati semua cucunya.


“Yeyeye, beneran kan opa?” Tanya Rey.


Andreas memberikan anggukan, “Ehem, mari kita semua sarapan pagi, satu lagi ingat peraturan tidak boleh ada yang bicara saat makan,” tegasnya.


Semua mengangguk paham. Mereka pun memulai sarapan pagi dengan suasana berbahagia. Karena nanti mereka akan berkumpul kembali. Hanya saja tinggal Rhea dan Leo yang masih berada di negara lain.


Selesai sarapan Antonio dan Khanza duduk di ruang tengah menemani Erina dan Andreas sambil mengobrol ringan. Sebelum nanti mengantar Erina dan Andreas ke bandara. Tak lupa Queen dan Rey juga bergabung bersama mereka, tetapi kedua anak kecil itu tengah bermain.


Semantara yang lainnya tengah sekolah, Vinno dan Nayla ada urusan pekerjaan masing-masing jadi tak bisa ikut mengantar ke bandara.


“Mama sama papa berangkat jam berapa?” Tanya Khanza.


“Nanti jam 10 nza,” jawab Erina.


Tidak terasa jam menunjukkan pukul 09.00. Mereka bergegas berangkat ke bandara dengan Antonio yang mengantar dan menyetirkan. Kini mereka sudah tiba di bandara, jam menunjukkan pukul 09.40 20 menit lagi Erina dan Andreas akan berangkat.


“Terimakasih buat kalian berdua sudah meluangkan waktu mengantar mama dan papa ke bandara,” ujar Erina memeluk bergantian anak dan menantu dan mencium kedua cucunya.


“Oma mau pulang princess sayang.” Bukan Khanza yang menjawab, melainkan Erina sendiri yang langsung menjawabnya.


“Puyang, cinikan yumah yoma.” Celotehnya, lalu meminta turun dari gendongan Khanza. Tanpa disangka anak balita mengangkat tangannya meminta di gendong oleh Erina.


“Uin nda au yoma cemana mana,” ucapnya mengeleng-gelengkan kepalanya pertanda tidak mau ditinggal dan mengalungkan erat tangannya dileher sang oma.


“Perincess kesayang oma, oma janji sayang bakal pindah secepat kesini bersama princess. Iya kan opa?” Erina menatap suaminya bertanya.


“Demi cucu kesayangan opa. Opa sama oma bakalan secepat kembali kesini dan tinggal bersama kalian,” sambung Andreas.


“Benera opa! Pokoknya opa sama oma cepat kembali. Nanti Rey bakalan kangen banget sama oma dan opa,” timpal Rey yang berdiri disampin Antonio.


Andreas memberikan anggukan bahwa yang diucapkan adalah benar.


“Princess udah dengerkan yang dibilang opa sama oma. Jadi princess jangan sedih ya sayang, nanti juga opa sama oma akan berkumpul sama kita,” kata Khanza lembut, lalu mengambil alih princessnya karena sebentar lagi papa dan mama mertuanya akan berangkat.


“Mama dan papa jangan lupa jaga kesehatan disana, kalau ada apa apa hubungi aku,” ujar Antonio.


“Kalian juga jaga kesehatan disini, vier jaga istri dan anak-anakmu baik-baik. Jangan sampe mereka terluka sedikitpun,” pesan Andreas kepada putranya.


“Kalian langsung pulang aja, bentar lagi mama papa berangkat.” Antonio dan Khanza mengangguk, lalu berpamitan pulang.


****


Follow ig aku yuk guys : @dianti2609


Bersambung. . .


Follow juga ya!!


Like, comennt, rate 5. jangan lupa gifts+vote nya.


Terimakasih💓