
"Daddy?"
"Ada apa princess sayang hem?" Bukan Antonio yang menyahut melainkan abang Arcell yang memang duduk berdekatan dengan Antonio.
Tiba-tiba saja Queen naik ke atas pangkuan daddynya dengan gerakan cepat Arcell memeluk pinggang princessnya yang jatuh kepangkuannya. Kemudian Arcell menenggelamkan wajah princessnya di ceruk lehernya.
¼
"Abang mau daddy..." ucap Queen parau.
Antonio mengambil alih Queen dan berpindah ke pangkuannya.
"Dadd aku mau minta izin ke rumah temanku nanti siang-"
"Abang tidak mengizinkan kamu kemana-mana tanpa kita," sergah Arcell memotong kalimat yang diucapkan adiknya belum selesai.
"Daddy, abang! Pleasee..."
Queen menyatukan tangannya menatap bergantian ketiga abangnya, karna abang Arsen pagi-pagi sekali berangkat ke rumah sakit, setelah sarapan pagi. Queen berbalik menatap daddynya dengan tangan yang masih sama menyatu.
"Daddy mengizinkan-"
"Daddy..." Kalimat Antonio yang belum selesai di potong oleh ketiga putranya.
Queen menatap ketiga abangnya mengejek dan menjulurkan lidah, gadis itu merasa penuh kemenangan. Walaupun ketiga abangnya tidak mengizinkan, tetapi keputusan sesungguhnya berada di tangan daddynya.
"Sebentar son... dadd belum selesai bicara sudah kalian potong. Begini dad mengizinkan princess ke rumah temannya dengan syarat pergi kesana harus bersama Alvaro atau Edward yang menemani kesana," ujar Antonio menjelaskannya, membuat ketiga wajah putranya menjadi senang. Tetapi tidak dengan Queen yang terlihat kesal karna harus di kawal.
"Tidak boleh menolak sayang atau sebaiknya tidak usah pergi sama sekali," lanjut Antonio berkata sebelum putrinya mengeluarkam protesan.
"Paman Al saja yang nemani dad," kata Queen pasrah.
...****************...
Sekarang jam sudah meunjukkan setengah satu siang. Di mansion hanya ada Queen yang lainnya mempunyai urusan masing-masing. Tiba-tiba terdengar ketukan di kamarnya.
Tokk... tokk..
"Pintunya gak dikunci," seru Queen masih asik menonton drama korea di laptopnya.
"Maaf nona saya menganggu, dibawah ada laki-laki yang mencari nona dan meengaku sebagai teman nona," kata Yunia.
"Yaampun hampir aja aku lupa.. mba aku minta tolong beritahu temanku dibawah untuk menunggu, aku mau bersiap-siap," ucap Queen meminta Yunia menyampaikan pada temannya.
"Baik nona." Yunia segera keluar dan turun kebawah kembali untuk menyampaikan yang disuruh nonanya.
"Ouh ya tuan mau dibuatkan minum apa? Biar saya bikinkan," ujar Yunia bertanya.
"Tak usah repot-repot bi, saya lagi tidak ingin minum" sahut Arthur ramah.
Yunia mengangguk mengerti dan segera pergi meninggalkan tamu nonanya. Yunia pergi ke dapur melanjutkan pekerjaannya.
Beberapa menit kemudian Queen keluar dari dalam lift. Tersenyum senang menghampiri temannya Arthur.
"Ayo kita ke rumah mu," seru Queen ceria, karna rasa bosannya akan hilang.
Arthur yang melihat penampilan Queen menjadi terpesona.
"Thur ayo," ulang Queen mengatakannya.
"Ayo..." jawab Arthur akhirnya, mereka berjalan keluar dari mansion.
Saat Queen akan masuk ke dalam mobil Arthur, dihalangi oleh Alvaro yang menjalankan sebuah perintah dari tuan Antonio untuk menjaga Queen selama berada dirumah temannya. Arthur menjadi bingung, lalu memilih diam untuk semantara.
"Ada apa paman?" tanya Queen.
"Ikut di mobil saya nona, biar saya yang mengantarkan ada kesana," ujar Alvaro.
"Paman Al, aku akan berangkat bersama temanku.. Paman tak usan khawatir aku sudah mengatakannya pada daddy. Paman cukup ikutin mobil kami saja," tutur Queen.
Alvaro memgerti pun segera membukakan kembali pintu mobil untuk nonanya. Setelah itu Alvaro masuk ke dalam mobilnya juga dan mengikuti mobil yang duluan di depannya.
...****************...
Guys! Ayo guys join grup chat antiloversn!!!
Guys baca karya baru aku yuk judulnya "YOU'RE MINE, SERRA dan ISTRI SIMPANAN”
Follow ig aku yuk guys : @dianti2609
Bersambung. . .
Follow juga ya!!
Like, comennt, rate 5. jangan lupa gifts+vote nya.
Terimakasih💓