My Best Friend'S Daddy Is My Husband

My Best Friend'S Daddy Is My Husband
Season 2. 2



Keesokan harinya setelah usai ulang tahun twins kemarin. Kini satu keluarga bersantai di ruang tamu, menemani twins yang bermain.


Twins sangat lincah berjalan walaupun baru berumur satu tahun. Jangan lupakan hiperaktif keduanya, terkadang membuat mommy mereka gemas dengan keduanya.


Seperti sekarang Arsen yang nakal, menganggu Arcell yang bermain mobil-mobilan hadiah ulang tahun dari opa Aditya dan oma Kirana.


Dan lihatlah sekarang, bukannya Arcell yang menangis, malah Arsen yang menangis akibat Arcell memukul tangan adiknya.


“Huaaa,,, mommm mmm...” tangis Arsen pecah mendatangi Khanza yang duduk di samping Antonio menemani suaminya mengerjakan pekerjaan kantor.


Khanza segera mengangkat Arsen ke dalam gendongannya, masih menangis.


“Moommm kit kit,” tunjuk Arsen pada daerah lengannya.


Sedangkan Arcell tidak perduli malah masih asik dengan mainnya. Di sisi lainnya Rhea hanya menatap kedua adiknya bergantian, ini bukan pertama kalinya ia melihat Arsen yang menangis setelah menganggu Arcell, bahkan ini kesekian kalian dirinya melihatnya.


Khanza menenangkan Arsen dengan menghapus-hapus lengan putranya lembut dan sesekali meniupnya, “Udah mommy elus ini sayang sama mom tiup, masih sakit nak?” Tanyanya lembut.


“Cih mom kit kit,” ucap Arsen dengan bahasa anak kecil yang berumur satu tahun, belum terlalu jelas berbicara.


Namanya Khanza adalah ibunya, jadi ia memahami apa yang di ucapkan oleh putranya.


“Sama papa dulu ya nak,” Khanza mendudukan Arsen ke pangkuan Antonio. Lalu ia mendekati putranya Arcell yang tidak terlalu perduli dengan susana, bahkan masih asik bermain.


“Arcell sayang,” panggil Khanza.


Arcell yang mendengar namanya di panggil pun menoleh, walaupun masih kecil tapi Arcell hapal suara mommynya. Arcell menolah menatap mommy yang sudah berada di sampingnya.


“Arcell sini dulu nak, ikut mom duduk dekat papa sama adik,” ajak Khanza berbicara lembut pada anaknya. Tidak mau mommy menunggu, Arcell menghentikan acara bermainnya dan berdiri mengikuti mommynya.


Khanza mengangkat tubuh putranya dan mendudukan di pangkuannya.


“Arcell mau ngga minta maaf sama adiknya?” Tanya Khanza lembut, sambil mengelus rambut putranya.


“Aauu momm,” jawab Arcell dengan bahasa anak kecil.


“Kalau gitu peluk adiknya dong, sebagai tanda kalau Arcell minta maaf,” seru Khanza.


Arcell turun dari pangkuan mommy, tetapi bukan turun ke bawah melainkan masih tetap berada di atas sofa, perlahan Arcell bergeser mendekat ke arah daddynya.


Antonio mengangkat tubuh Arsen ke sampingnya, Arcell memeluk Arsen. Antonio, Khanza dan Rhea yang melihat twins saling memaafkan pun merasa senang.


Beberapa menit kemudian, tiba-tiba terdengar bunyi bel yang menandakan ada orang di luar.


“Biar re aja yang bukain pintu, mom dad.” Ucap Rhea segera beranjak dari sofa, melangkah menuju ke depan membukakan pintu.


“Assalamualakum re,” ucap Leo.


“Waalaikumsalam, Leo kok kamu ngga bilang mau kesini,” ujar Rhea.


“Sengaja re,” kata Leo, “Oh iya re, aku mau ngajak kamu jalan mau ngga?” Tanyanya.


“Tapi ijin dulu sama daddy,” tukas Rhea.


“Itu pasti dong re, nanti aku di gorok sama om Antonio gara-gara bawa anak gadisnya tidak meminta ijin dulu,” ujar Leo, tidak mau membayangkan bagaimana nanti ia akan mendapatkan pukulan dahsyat calon mertuannya.


“Re, siapa tamunya!” Seru Khanza yang berada di ruang tamu.


“Ada Leo, mom,” jawab Rhea.


“Suruh masuk,” kali ini bukan Khanza yang bersuara melainkan Antonio yang menyahutnya.


“Ayo masuk,” ajak Rhea. Leo masuk berjalan berdampingan dengan Rhea.


“Ada apa kau kesini?” Tanya Antonio to the point.


“Begini om, saya ingin meminta ijin mengajak Rhea keluar sebentar, apakah boleh,” ujar Leo meminta ijin.


“Kemana?” Antonio kembali bertanya.


“Hanya jalan-jalan ke pusat perbelanjaan om,” sahut Leo.


“Boleh saja, tapi jam lima Rhea sudah harus berada di mansion. Jika tidak awas saja,” tegas Antonio dengan sedikit mengancam.


“Mas jangan gitu sama Leo,” tegur Khanza pada suaminya yang sedikit berlebihan pada Leo.


“Honey, mas hanya ingin menjaga agar tidak terjadi hal-hal yang di luar batas,” kata Antonio lembut kepada istrinya, begitulah jika Antonio tak mau sampai Khanza marah terhadapnya.


“Yaudah re sebaiknya kamu ganti baju dulu,” ujar Khanza menyuruh Rhea untuk mengganti bajunya terlebih dahulu.


Rhea pun mengangguk menuruti perkataan mommynya. Segera saja gadis itu mengganti pakaian santainya dengan pakaian yang lebih pantas lagi untuk jalan-jalan.


***


Saat dalam perjalanan, mereka hanya berdiam saja tanpa ada yang berbicara. Sampai akhirnya mobil Leo berhenti di sebuah pusat perbelanjaan.


“Kamu mau beli apa sih Leo, tumbenan banget ngajakin ke mall,” ujar Rhea heran.


“Pengen aja re,” ucap Leo.


Keduanya pun memasuki pusat perbelanjaan, Leo membawa Rhea ke sebuah restoran yang ada di dalam mall tersebut. Mereka duduk di tempat yang telah di reservasi oleh Leo sendiri.


Tanpa memesan, pelayan disana pun mengantarkan makanan yang memang telah di pesan oleh Leo sebelumnya.


“Loh kita kan belum pesan,” Rhea bicara spontan dan menatap Leo tajam.


“Maaf sayang, ini semua aku yang memesannya,” akui Leo, karna Rhea yang memberikan tatapan tajam padanya.


“Huuuhh, kenapa ngga bilang sih,” Rhea menghela nafas kasar, merasa sedikit kesal.


Leo mengambil tangan Rhea, “Maafin aku ya, aku memang sengaja tak memberi tahu mu. Semua kejutan ini untuk mu, ini sudah aku rencanakan kemarin. Karena kemaren ulang tahun twins, jadinya aku menggantinya jadi hari ini,” ulangnya dan menjelaskannya.


“Aku tidak marah Leo, cuman merasa terkejut aja dengan semua ini. Terimakasih sayang atas kejutannya,” ucap Rhea pelan dengan malu-malu.


Setelah itu mereka menikmati makan siang mereka, seharusnya suasana ini romantis ini sangat cocok di malam hari. Tetapi mau bagaimana lagi, Antonio pasti tidak akan mengijinkan Rhea keluar rumah di malam hari. Kecuali Rhea menginap di rumah Bagas dan Raya.


Selesai itu, mereka memakan makanan penutupnya yaitu dessert. Saat menyuapkan makanan tersebut, Rhea merasa sedikit janggal dengan sesuatu yang berada di mulutnya. Ia pun mengelurkannya sesuatu itu menggunakan tangannya, ternyata itu adalah cincin. Rhea menunjukkan kepada Leo...


“Maukah kamu bertunangan denganku untuk meresmikan hubungan kita, jika kamu menerimanya pakailah cincinnya,” ucap Leo.


“Maaf Leo aku tidak mau memakainya-“


“Tidak papa re, aku tahu kamu belum siap untuk bertunangan denganku,” potong Leo, yang sudah mengetahui arah pembicaraan Rhea.


“Leo sayang kalau orang ngomong jangan di potong dulu, aku belum selesai ngomongnya,” tegur Rhea kesel.


“Maaf sayang!”


“Kamu mau tau ngga tadi aku mau ngomong apa?” Tanya Rhea. Leo mengangguk...


“Oke aku bakal lanjutin, tapi ini cincinya kamu pegang dulu dan kamu bersihin,” ucap Rhea. Tanpa membantah Leo melakukannya, ia membersihkan cincinya tersebur sampai mengkilat kembali.


“Udah bersih re,” kata Leo.


“Nah sekarang kamu pasangkan di jari aku,” ucap Rhea. Perkataan Rhea membuat Leo cengo dan merasa bingung.


Rhea tersenyum pada Leo, “Makanya kalau orang ngomong jangan di potong,” ucapnya.


“Aku mau kok tunangan sama kamu, tapi kita harus membicarakan dulu kepada para orang tua,” lanjutnya menjelaskan.


Leo menatap Rhea bahagia, penuh senyuman. Ia pun memasangkan cincin tersebut di jari manis Rhea.


“Besok malam aku akan datang bersama orang tuaku. Untuk membicarakan pertunangan kita,” kata Leo.


Tidak terasa waktu berjalan begitu cepat, jam hampir menunjukkan pukul lima. Leo segera mengantarkan Rhea pulang, terlambat sedikit saja habislah dirinya.


Sampai di mansion Leo ikut turun, mengantar Rhea sampai di depan pintu. Sebelum pergi ia menunggu Rhea di bukakan pintu terlebih dulu. Tepat sekali yang membuka pintu adalah Antonio sendiri.


Antonio menatap Leo tajam, “Beruntung kamu mengantar Rhea tepat waktu, jika tidak mungkin saja wajah mu sudah lebam saat pulang.”


Perkataan Antonio membuat Leo meringis mendengarnya.


“Emm, om saya pamit pulang dulu. Assalamualaikum,” ucap Leo menyalimi tangan Antonio.


“Waalaikumsalam,” balas Antonio dan Rhea berbarengan.


“Ayo masuk!” Seru Antonio mengajak Rhea masuk ke dalam mansion.


****


Follow ig aku yuk guys : @antiloversn


Bersambung. . .


Follow juga ya!!


Like, comennt, rate 5. jangan lupa gifts+vote nya.


Terimakasih💓