
Selama perjalanan Queen terus saja menangis dan berontak. Tetapi tetap di pegangin oleh Ghani. Abian yang menyetir menjadi tidak fokus, sesekali mata melirik ke belakang.
"Bian fokuslah menyetir, jangan menengok ke belakang. Kau mau kita celaka," peringat Ghani.
"Tidak Ghani, tolong tenangkan princess. Aku tak bisa melihatnya menangis terus menerus," ujar Abian.
Ketika Abian menengok kebelakang ia tak menyadari ada sebuah trak melaju kencang. Anehnya trak tersebur seperti sengaja mengarah pada mobil mereka.
"Abang awass!" teriak Rey sekencangnya.
BRAK! Mobil mereka menabrak pembatas jalan. Mobil kebetulan lewat berhenti mendadak untuk membantu korban kecelakaan. Mereka juga menelpon polisi memberitahu bahwa ada kecelakaan.
•
•
PRANG!
Foto keluarga yang ada diruangan Arcell tiba-tiba jatuh, kaca berserakan kemana-mana.
"Kenapa fotonya bisa jatuh," pikirnya, lalu menyingkirkan beling-beling untjk mengambil fotonya. Sayang sekali tangan malah terluka terkena belingnya.
"Perasaan ku kenapa tidak enak." Arcell memegang dadanya.
"Mereka pasti baik-baik saja," katanya berpikir positif.
Handphone Arcell yang berada di atas meja kerja berdering. Arcell segera memgangkat panggilan telpon tersebut.
"Ell ke rumah sakit sekarang," ujar Aditya di seberang telpon.
"*Memang ada apa opa, mengapa aku harus ke rumah sakit?"
"Nanti saja opa jelaskan, lebih baik sekarang kamu ke rumah sakit*."
Diseberang sana Aditya telah memutuskan sambungan telpon secara sepihak. Aditya juga tidak bisa menjelaskan kejadian kecelakaan yang menimpa cucu-cucunya lewat telpon.
Arcell lantas keluar dari ruangan berjalan cepat dan berpapasan dengan Satya yang sepertinya mau menemuinya ke ruangan CEO.
"Tuan muda mau kemana?" tanya Satya menghentikan Arcell yang terburu-buru.
"Handle kantor, saya ada urusan penting di luar," kata Arcell meneruskan langkahnya yang sempat berhenti.
Sesampai di rumah sakit Arcell segera naik ke lantai atas. Arcell mencari keberadaan Aditya.
"Bian bagaimana kecelakaan ini bisa terjadi?" tanya mama Naila penasaran dengan kecelakaan yang menimpa anak-anaknya.
"Begini cerita mah." Abian yang tak mengalami luka parah dan baik-baik saja sekarang mereka tengah berkumpul di ruang operasi. Di dalam sana ada Rey yang tengah berjuang untuk hidup.
Abian menceritakan dari Queen yang berhalusinasi melihat mommy Khanza dan mereka tak mempercayai. Lalu Ghani membawa Queen paksa pulang dan sepanjang perjalanan Queen terus saja menangis dan mengatakan tidak mau pulang sebelum membuktikannya. Sampai dari arah berlawanan ada trak yang melaju kencang ke arah mereka, hingga Abian membanting setir sampai menabrak pohon.
"Begitulah ceritanya! Tapi yang membuat aku merasa aneh, kenapa trak tersebut malah melaju kencang ke arah kami. Menurut aku itu tak masuk akal mah, seharusnya dia bisa banting setir ke kiri, karena dikirinya juga ada pohon dan jalanan cukup sepi," tutur Abian.
"Opa akan mencari tahu siapa orang dibalik kecelakaan ini," kata Aditya, mengeluarkan handphone dan meminta orang suruhan agar mencari tahu pelakunya.
Vinno yang menangani operasi Rey pun keluar dengan masih menggunakan pakaian operasi.
"Mas gimana keadaan Rey?" Tanya Naila duluan.
"Operasi berjalan lancar, hanya saja satu ginjal Rey mengalami kerusakan dan kita butuh donor secepatnya," jelas Vinno.
Naila dan Kirana menutup mulut, kedua perempuan itu terisak. Sedangkan Arcell yang berada di balik tembok merasa lemas mendengar penjelasan unclenya. Kaki Arcell terasa berat dan sulit sekali di gerakan.
"Alesha!"
...****************...
Guys! Ayo guys join grup chat antiloversn!!!
Guys baca karya baru aku yuk judulnya "YOU'RE MINE, SERRA dan ISTRI SIMPANAN”
Follow ig aku yuk guys : @dianti2609
Bersambung. . .
Follow juga ya!!
Like, comennt, rate 5. jangan lupa gifts+vote nya.
Terimakasih💓