My Best Friend'S Daddy Is My Husband

My Best Friend'S Daddy Is My Husband
Season 2. 50



Setelah menempuh perjalanan sekitar 20 menit, akhirnya mereka tiba di taman kanak-kanak.


“Honey nanti pulang jangan naik taksi, mas tidak izinkan. Kabarin saja mas, biar mas jemput,” ucap Antonio berpesan pada istrinya.


“Iya mas nanti aku kabarin, mas hati-hati dijalan. Jangan nyetir kebut-kebutan,” kata Khanza berpesan balik terhadap suaminya.


‘Cup’ Antonio mengecup kening istrinya, Khanza mencium tangan suaminya.


“Kiss daddy princess,” seru Antonio pada putrinya yang berada di bangku penumpang dibelakang.


Queen dengan cepat memberikan ciuman dipipi sang daddy.


“Dahh daddy,” ucap Queen melambaikan tangannya.


Antonio kembali menghidupan mesin mobil, saat istri dan anak sudah masuk ke dalam kawasan taman kanak-kanak dan tidak terlihat lagi punggung keduannya. Barulah ia bergegas menancap gas mobil menuju kantornya.


Di halaman TK banyak para ibu-ibu yang sedang menemani anak-anak mereka sambil mengobrol satu sama lainnya. Bisa dibilang mereka bergosip, Khanza sendiri memilih tidak mendekati ibu-ibu itu dan malah mencari keberadaan tante Raya.


“Khanza.” Khanza yang mendengar namanya dipanggil oleh orang yang dikenalnya segera menghampirinya.


“Hai tante, hai Lunna,” sapa Khanza.


“Kalian diantar siapa kesini?” Tanya tante Raya.


“Diantar mas Nio tan,” jawab Khanza.


Bell TK berbunyi menandakan bahwa anak-anak yang lainnya harus masuk ke dalam kelas mereka masing-masing. Lunna dan Queen segera masuk ke dalam kelas, kedua anak itu bergandengan.


Setelah kedua anak mereka masuk, Khanza dan Raya mengobrol ringan.


“Oiya tan, tante sudah tahu belum kalau Rhea sebentar lagi akan pulang dan menetap disini. Katanya pekerjaan Leo sudah selesai disana dan akan dipindahkan kesini,” ujar Khanza.


“Oh itu, semalam Rhea juga ada ngabarin kalau beberapa hari lagi akan pulang kesini. Tante senang banget dengarnya,” ucap Raya.


“Iya tan, aku juga senang dan kangen banget sama Raffa.” Meningat anak Rhea membuat Khanza tersenyum, betapa lucu dan menggemaskannya balita kecil itu.


“Sama nza, tante kangen juga sama Raffa.”


Tak berapa lama, bell istirahat berbunyi. Lunna dan Queen bermain bersama, setelah itu belajar kembali dan akhirnya bell pulang berbunyi. Anak-anak berhamburan keluar untuk mendatangi ibu mereka masing-masing.


Khanza dan tante Raya yang masih asik mengobrol tiba-tiba ada salah satu ibu-ibu menghampiri mereka berdua.


“Permisi,” ujar ibu-ibu tersebut yang tidak diketahui namanya.


“Eh iya ada apa ibu,” ujar Khanza sopan.


“Jeng jeng kenapa hanya duduk berdua disini, tidak ikut kumpul bersama kami disana?”


“Tidak apa-apa bu, kami hanya ingin duduk disini saja,” jawab tante Raya sopan.


“Baiklah kalau gitu jeng, jika kalian ingin bergabung bersama kami silahkan saja jeng. Kami malah senang jika jeng jeng ingin ikut mengobrol bersama kami.”


“Iya bu, terimakasih ajakan. Pastinya nanti lain kali kami akan bergabung bersama ibu-ibu yang lainnya,” kata Khanza.


“Yasudah kalau begitu jeng jeng saya duluan ya.” Khanza dan tante Raya mengangguk. Lalu ibu segera melangkah pergi pulang kerumahnya.


“Mau pulang bareng nza, tante bawa mobil tadi,” ajak tante Raya.


“Ngga tan, nanti mas nio jemput kami kesini,” ujar Khanza.


Raya mengangguk, “tante duluan ya,” katanya segera memasuki mobil dan menghidupkan lalu menjalankannya.


“Hati-hati tan.”


“Dahh Lunna.”


“Sebentar ya sayang, mommy hubungi daddy kamu dulu.” Khanza mengambil handphone di dalam tas dan menelpon suaminya.


“Assalamualaikum mas,”


“Waalaikumsalam honey,”


“‘Mas jadi jemputkan?”


“Jadi dong honey, sekolahnya udah selesai,”


“Sudah mas baru saja, aku sama princess nunggu mas,”


“Oke honey, tunggu mas. Mas segera berangkat kesana,”


Tutt..


Sambungan telpon berakhir, Khanza kembali menaruh handpone ke dalam tas dan duduk dikursi menunggu Antonio menjemput mereka berdua.


‘Tiin tiin’ Khanza menengok ke samping ke arah parkiran yang tak jauh dari tempat duduk mereka. Disana terpakir mobil Antonio dan orangnya pun keluar dari dalam mobil.


“Yee daddy,” queen berlari menghambur kepelukan daddynya.


“Princess sayang jangan lari-lari,” teriak Khanza, wanita itu takut jika anaknya tersandung sesuatu dan jatuh. Apalagi queen tak bisa jika luka sedikit saja itu bisa menyebabkan anak itu demam.


“Maaf mom,” ucapnya tak berani menatap mommynya.


“Tidak apa-apa sayang, lain kali jangan berlari ya, mom takut kamu jatuh,” ujar Khanza memberi pengertian pada anaknya dengan nada bicara lembut.


“Oke mom.”


“Sekarang kita pulang,” seru Antonio membuka pintu mobil belakang dan mendudukan putrinya disana. Lalu berjalan cepat mengitari mobil membuka pintu penumpang di depan sebelah kanannya.


“Mas ihh, aku bisa buka sendiri.”


“No protes honey, ayo masuk.” Khanza menuruti yang dikatakan suaminya, tanpa bicara kembali Khanza langsung masuk dan memasang sabuk pengaman.


Dalam perjalanan Antonio bertanya kepada putrinya tentang hari pertama masuk TK.


“Gimana princess senang sekolahnya?”


“Senang banget dadd, queen jadi banyak teman. Pokoknya queen suka sekolah,” ucapnya berbicara riang.


“Syukurlah princess dadd senang. Jadi dadd juga ikut merasa bahagia kalau begitu.”


Antonio menatap Khanza dan saling tersenyum satu sama lain.


****


Follow ig aku yuk guys : @dianti2609


Bersambung. . .


Follow juga ya!!


Like, comennt, rate 5. jangan lupa gifts+vote nya.


Terimakasih💓