My Best Friend'S Daddy Is My Husband

My Best Friend'S Daddy Is My Husband
Episode 100



Saat ini Khanza dan Rhea sudah selesai bersiap-siap...


"Bun kita jemput mama Raya dulu sebelum ke Mall, ga apa-apakan bun?"


"Ngga papa sayang!"


Setelah itu keduanya langsung masuk ke dalam mobil dengan Eduard yang menyetir dan Alvaro berada di sebelahnya. Dua orang itu tak bisa terpisahkan, dimana ada Eduard selalu ada Alvaro. Pengawal kepercayaan Antonio.


"Om, kita ke rumah papa Bagas dulu," ujar Rhea.


"Baik non," balas Eduard.


Mobil pun melaju dengan kecepatan sedang, menuju kediaman Bagaskara. Sesampai disana Khanza dan Rhea turun dari mobil dan masuk ke dalam rumah mewah.


"Assalamualaikum," seru Rhea, sedangkan Khanza hanya diam di sampingnya.


"Waalaikumsalam, ehh anak mama udah datang. Mama juga udh siap ni, kita langsung berangkat aja gimana," ujar Raya.


"Tunggu mah! Mama ngga mau kenali dulu nih sama bunda aku," kata Rhea.


Seketika itu mata Raya mengarah ke samping Rhea dimana disana Khanza berdiri dan tersenyum membalas tatapan Raya.


"Kamu bundanya Rhea... Saya Raya istrinya Bagas papa kandung gadis di sampingmu," Raya mengulurkan tangannya.


Khanza membalas uluran tangan wanita di hadapannya. "Emm, Khanza.."


"Nah kan enak, kalau udah kenalan. Jadi sekarang ayo kita berangkat," ujar Rhea.


Ketiga perempuan itu masuk ke dalam mobil, dengan Rhea berada di tengah-tengah Raya dan Khanza. Sepanjang jalan Rhea dan Raya asik mengobrol, yang hanya di tanggapi sesekali oleh Khanza. Entah, kenapa perasaan bumil itu menjadi tak enak. Seperti akan terjadi sesuatu yang menghampirinya.


"Bunda, mau beli hadiah apa nanti buat dadd?" tanya Rhea tetapi orang yang di tanya tak menjawabnya, karena melamun.


Karna tak mendengar jawaban dari orang di sampingnya, Rhea pun bertanya memanggilnya lagu. "Bunda," serunya lebih keras.


"Ehh, iya re kenapa sayang?" Khanza tersadar dari lamunannya.


"Bunda lagi melamunkan apa sih, sampai Re panggil ngga dengar," ucap Rhea menggenggam tangan bundanya, "Kalau ada yang mengganggu pikiran bunda, bilang sama Re." lanjutnya.


"Bunda ngga papa sayang," balas Khanza tersenyum menggenggam balik tangan Rhea.


"Benar kata Rhea, kalau ada yang kamu pikirkan cerita aja ya, daripada nanti di pendam yang bakal mempengaruhi kandungan kamu. Karna terlalu berat memikirkannya, lebih baik di ceritakan. Dan kamu merasakan kelegaan," imbuh Raya.


"Aku beneran ngga papa kok tan," sahut Khanza.


"Ouh ya, tadi kamu ada apa manggil bunda," sambung Khanza bertanya.


"Ouh itu tadi Re mau nanya, bunda mau kasih kado apa buat dadd, kan besok ulang tahun dad," ujar Rhea mengulang yang tadi ditanyakannya.


"Sebenernya Re juga bingung bun, tapi nantilah kita cari aja," pungkas Rhea.


Hingga tanpa sadar mobil mereka telah berhenti di pusat perbelanjaan yaitu Mall. Karna keasikan mengobrol, terpaksa Alvaro membuka suara untuk membertahunya.


"Maaf mengganggu obrolan kalian non, kita sudah sampai di Mall," kata Alvaro memotong obrolan ketiganya.


"Lah iya, kita udah sampai di Mall bun, mah," ucap Rhea.


Para perempuan langsung keluar dari dalam mobil, dengan Alvaro dan Eduard mengikuti mereka masuk ke dalam Mall. Ketiga perempuan itu berjalan bersama mencari tempat yang akan mereka kunjungin untuk berbelanja.


Khanza berjalan kearah pakaian khusus pria, saat melihat salah satu kemeja berwarna biru. Ia merasa tertarik dengan model kemeja dan warnanya. Tanpa pikir panjang, ia mengambil dan menyerahkan kepada pelayan yang berada di dekatnya.


"Mba apa tolong langsung di buatkan kado aja," kata Khanza kepada pelayan toko tersebut.


"Baik mba," balas pelayan toko tersebut.


Merasa tak ada lagi yang harus dibeli, Khanza mengikuti pelayan toko tersebut. Lalu membayar menggunakan kartu yang diberikan oleh Antonio.


Selesai melakukan pembayaran, Khanza langsung pergi mendekati Raya dan Rhea yang kebetulan telah selesai juga berbelanja.


"Gimana bunda udah dapat kadonya?" tanya Rhea.


"Udah Re, kadonya lagi di bawa sama om Alvaro tuh," tunjuk Khanza kearah tangan Alvaro yang membawa barang belanjaan.


"Sebelum pulang kita makan siang dulu di restoran," ujar Raya.


"Ayo! Re juga udah laper," ucap Rhea.


"Maaf non, barang belanjaannya biar kami bawakan," kata Alvaro yang sudah ada di hadapan mereka.


Rhea dan Raya menyerahkan barang belanjaan kepada Alvaro. Sesudah itu mereka bertiga berjalan pergi mencari restoran, untuk mengisi perut.


****


Follow ig aku yuk guys : @antiloversn


Bersambung. . .


Follow juga ya!!


Like, comennt, rate 5. jangan lupa gifts+vote nya.


Terimakasih💓