
Terlihat seorang cowo berperawakan tinggi keluar dari mobilnya, memasuki rumah berlantai 3. Saat menaiki anak tangga nama di panggil oleh mama tercintanya.
"Bian," seru mama Naila pada sang anak yang sepertinya baru saja pulang sekolah.
Abian yang baru sampai di tangga kelima pun berbalik, "Ada apa ma?"
"Kita ke mansion Horison hari ini," ajak mama Naila membuat Abian malah menatap mamanya bingung dan bertanya.
"Kamu dengan hari ini," cetus mama Naila.
"Memamg ada apa sih mah, aku benaram tidak tahu ada apa dengan hari ini?" ucap Abian bertanya balik.
"Allahu akbar Bian, tega banget ya kamu nak sampe melupakan hari spesial princess." Naila bersungut-sungut, gemas dengan putranya bisanya melupakan hari spesial adik sepupu kesayangannya.
"Maaf mah, aku benaran tidak mengingatnya," kata Abian.
"Yasudah tidak papa, mama mengerti. Sekarang sana kamu cepat siap-siap kita berangkat bersama ke mansion Horison. Mama mau bantuin tante Kirana sama Rhea," ujar mama Naila menyuruh putranya agar cepat bersiap.
"Tapi mah, aku belum beliin kado buat princess. Gimana dong mah?" tukas Abian bertanya. Bagaimana mau membelikan kado, ia saja baru ingat bahwa hari ini princess kesayangan berulang tahun. Beruntunglah ia mamanya memberitahunya.
"Gampang, nanti kita mampir ke mall," pungkas mama Naila.
"Oke mah, aku ke kamar mau siap-siap." Abian melanjutkan menaiki tangga menuju kamarnya.
Cowo itu melangkah ke kamar mandi membersihkan tubuhnya. Memakai pakaian casual tapi bukan yang formal. Semantara mama Naila menunggu di ruang tamu sambil memainkan handphone melihat sebuah toko perhiasan, seperti mama Naila akan memberikan sebuah kado perhiasan.
"Ayo mah," seru Abian yang telah siap.
"Anak mama udah ganteng banget," puji mama Naila menjepit hidung putranya.
"Aduh mah, kalau muji jangan jepit hidung aku juga," protes Abian. "Lagian anak mama ini memang sudah ganteng dari lahir," lanjutnya berkata dan tertawa.
Mama Naila pun ikut tertawa. Abian merangkul mamanya, mereka berjalan bersama ke depan. Abian membukakan pintu mobil untuk mamanya.
"Mah, papa datang jugakan mah?" tanya Abian.
"Pastilah sayang, papa kayaknya agak lambat. Katanya lagi banyak operasi hari ini," jawab Naila.
"Mah apa daddy tidak pulang untuk merayakan ulang tahun princess." Abian kembali bicara mengenai daddy Antonio yang masih berada di luar negeri.
"Seperti tidak sayang, mama dengar Opa masih sakit dan daddy Antonio belum bisa meninggalkan Oma sendirian disana," tutur mama Naila.
Naila mengerti pasti putranya memikirkan perasaan princess disaat hari spesial ini. Kakak iparnya itu tak bisa hadir dan berada di samping princess.
"Mah, rasanya aku tidak mau hadir disana. Aku tidak sanggup rasanya jika harus menyaksikan princess meniup lilin tanpa ada daddy dan mommy disampingnya," ucap Abian.
"Jangan nak, bagaimana pun kita harus hadir disana. Kita buat princess bahagia di hari spesial, kita lakukan apapun asalkan princess kesayangan kita semua selalu tersenyum dan ceria," tutur mama Naila.
"Baiklah mah, aku akan membuat di hari spesial ini princess akan selalu tersenyum bahagia," kata Abian bertekad.
Tak terasa mereka sampai di basemant mall. Kedua ibu dan anak pun keluar, lalu masuk ke dalam mall. Abian melihat-melihat sebuah sepatu, mata melirik sebuah sepatu yang menarik. Segera saja ia mengambilnya dan meminta langsung pada pegawai untuk membungkus seperti sebuah kado. Abian senang telah mendapatkan kado.
"Bian nanti kita stop ke toko perhiasan tidak jauh dari sini. Mama mau mengambil pesanan mama," ucap mama Naila memberitahu Abian.
Abian mengangguk dan lantas menjalankan mobilnya menuju ke tempat yang sudah di kasih tahu oleh mamanya. Setelah mamanya mengambil pesanan tersebut, mereka langsung menlanjutkan perjalanan menuju mansion Horison.
...****************...
Guys! Ayo guys join grup chat antiloversn!!!
Guys baca karya baru aku yuk judulnya "YOU'RE MINE, SERRA dan ISTRI SIMPANAN”
Follow ig aku yuk guys : @dianti2609
Bersambung. . .
Follow juga ya!!
Like, comennt, rate 5. jangan lupa gifts+vote nya.
Terimakasihđź’“