My Best Friend'S Daddy Is My Husband

My Best Friend'S Daddy Is My Husband
Season 2. 7



Hari ini Aditya mengajak Kirana ke suatu tempat yang akan menjadi tempat spesial untuk istri tercintanya. Sekarang mereka bersiap-siap menuju ke tempat tersebut.


“Mas kita mau kemana sih sebenarnya,” ujar Kirana sangat penasaran dan tak sabaran ingin tahu.


“Kejutan sayang, nanti kalau mas ngasih tahu duluan bukan kejutan lagi namanya,” kekeh Aditya tersenyum tipis.


Kirana memutar bola matanya kesel karena jawaban suaminya. Aditya yang melihat istrinya tak sopan karna memutar bola mata, ia pun mendekati dan memberikan ciuman bertubi-tubi pada istrinya.


“Yaampun mas, pipi aku jadi basah kan,” sungut Kirana mencak-mencak dan mengelap pipinya. Lalu menaburkan sedikit beda agar keliatan tak basah lagi.


“Habisnya kamu! Mas kan sudah pernah mengingatkan, jangan memutar bola mata kamu, walaupun kamu sedang kesal dengan mas, karna itu mas tidak suka sayang,” tukas Aditya yang sudah berulang-ulang kali menjelaskan pada istrinya.


Kirana hanya mengangguk, merasa sedikit bersalah terhadap suaminya. Ia mendekati suaminya dan memberikan pelukan serta mencium kedua pipi bergantian.


“Maaf ya mas, aku selalu mengulangi kesalahan yang sama,” ucap Kirana.


“Tidak apa-apa sayang, mas tidak akan bosan mengingatkan kamu,” kata Aditya.


Setelah itu mereka pun menuruni tangga untuk sarapan sebentar. Selesai sarapan mereka pun langsung masuk ke dalam mobil yang akan membawa ke tempat spesial tersebut, tetapi mata Kirana di tutup dengan kain.


Selama perjalanan Kirana hanya diam saja, karena matanya yang di tutupi kain. Jadi ia tak tahu arah tujuan mereka.


Sampailah mereka di tempat tersebut, Aditya membuka kain yang menutupi mata Kirana. Kirana membuka matanya perlahan dan menatap tempat tersebut, menyesuaikan pengelihatannya.


Kirana menutup mulutnya melihat keindahan tempat tersebut, karna tempat inilah yang memang ingin dikunjungi dirinya saat pergi ke negara ini.


“Masyaallah indah banget mas tempat ini,” ucap Kirana menunjukkan ke kagumannya pada tempat yang mereka kunjungi saat ini.


“Terimakasih mas, aku sangat bahagia.”


“Tak perlu berterima kasih sayang, ini kewajiban mas sebagai suami untuk selalu membahagiakan istrinya,” Aditya merangkul pinggang istrinya dan memberikan ciuman di puncak kepalanya.


“Ayo kita kesana untuk melihat di dalamnya, sekalian nanti kita sholat dzuhur,” ajak Aditya, kedua pasangan suami istri tersebut melangkah memasukinya.


Selesai berkunjung disana dan melakukan sholat dzuhur mereka pun memutuskan melanjutkan perjalanan ke tempat yang lainnya. Hingga waktu berjalan sangat cepat dan mereka akhirnya kembali ke villa untuk beristirahat. Besok lagi akan melanjutkan perjalanan mereka menjelajahi negara T.


.


Keseharian mereka di negara T, di habiskan berjalan-jakan ke tempat yang sangat indah. Sampai tidak terasa sudah dua minggu mereka di sana dan waktunya mereka pulang ke indonesia.


Aditya menatap istrinya yang sedari tadi seperti masih belum bisa meninggalkan negara ini. Ia pun merangkul istrinya.


“Mas tahu kamu pasti belum rela meninggalkan negara inikan,” ujar Aditya kepada istrinya.


“Iya mas, tapi mau gimana lagi. Ini memang sudah waktunya kita pulang dan aku juga kangen dengan twins,” kata Kirana, sudah sangat rindu dengan cucunya yang menggemaskan, tetapi selama disini mereka tak lupa melakukan video call.


Aditya mengelus bahu sang istri, “Mas janji, kita akan kesini lagi nanti,” janjinya.


Kirana menatap suaminya dan memberikan senyum hangatnya. Lalu mereka melangkah menuju pesawat, karna sebentar lagi pesawat mereka akan lepas landas.


****