My Best Friend'S Daddy Is My Husband

My Best Friend'S Daddy Is My Husband
Episode 65



Keesokan harinya...


Pagi ini di mansion Horison, mereka sarapan tanpa adanya Antonio sang tuan rumah. Ada yang berbeda dengan suasana sarapan pagi kali ini. Aura tegang masih terasa diantara mereka.


"Aku selesai, aku pamit berangkat sekolah dulu. Assalamualaikum," setelah mengucapkan salam Rhea segera berangkat sekolah dengan diantar pak Udin.


"Waalaikumsalam, Re makanannya ga di habisin?" tanya nyonya Erina pada cucunya. Tapi sayangnya Rhea sudah menghilang begitu saja, tanpa mengiraukannua. 'Semarah itukah kamu sama oma,' sedihnya berkata dalam hati.


Selama dalam perjalanan, Rhea hanya diam melamun, memandang keluar jendela. Ia memikirkan daddy dan sahabatnya, dia sangat mengkhawatirkan keadaan sahabatnya setelah perkataan omanya yang menyakitkan.


"Maaf non! Sudah sampai," ujar pak Udin membuat Rhea yang melamun jadi tersadar.


"Ehh, iya pak. Makasih ya pak Udin udah nganterin," ucap Rhea.


"Gak perlu makasih segala atuh non. Inikan emang tugas bapak nganterin non," balas pak Udin.


Barulah Rhea turun dari mobil dan masuk ke masuk. Karna sebentar lagi gerbang akan di tutup, menyusur lorong sekolah, tapi saat ingin menaiki tangga dia di hadang oleh Bella the geng.


Rhea mendengus kesal melihat tiga orang di hadapannya. "Menyingkirlah, aku mau lewat," pungkasnya.


"Sabar dong re, masih ada waktu 5 menit kok sebelum bel bunyi," ujar Bella.


"Iya tu, sabar dong Rhea cantik. Tapi masih cantikan Cicil yang jelita ini," dengan pede Cicil menyebut dirinya. Sedangkan Bella dan Maya mendelik kearah Cicil.


"Cepatlah kalau mau bicara, aku mau masuk kelas," sungut Rhea, karna males melihat wajah ketiga orang itu.


"Gue mau ngajakin loe berteman dengan kita," ajak Bella. "Sekarangkan loe ga punya teman, karna teman loe itukan udah di keluarin dari sekolah akibat tekdung alias hamil di luar nikah," lanjutnya dengan mencemooh.


Tangan Rhea terkepal, "Mulut kalian bisa di jaga ngga sih, sekali lagi aku dengar kalian berkata jelek tentang Khanza. Liat aja apa yang bakal aku lakuin ke kalian. Awas aku mau lewat," tukasnya, menabrak bahu Maya karna menghalanginya.


"Awshh!" Maya memegang bahu sebelah kirinya yang di tabrak.


"Ehh, re kalau jalan liat-liat dong jangan nabrak bahu sahabat Cicil," teriaknya. "Loe ga apa-apakan May?" tanyanya.


"Gue ga pa-pa, gausah lebay loe," kesal Maya. Padahal Cicil sudah berbaik hati mengkhawtirkannya.


'Liat aja loe, gue bakal buat loe benci-sebencinya sama sahabat miskin loe itu,' geram Bella berkata dalam hati.


.


.


Setelah selesai mandi dan bersiap-siap. Khanza tercenung di dalam kamar hotel, karna tidak melihat adanya Antonio. Mata Khanza terus-terusan melihat jam yang sudah menunjukkan pukul 09:00, yang artinya sudah 3 jam Antonio berada di luar.


Tadi pagi sebenarnya ia terbangun dan mendengar suara pintu kamar yang dibuka. Itulah yang membuatnya terbangun dan mengetahui bahwa mas Antonio keluar dari dalam kamar hotel. Tapi kemana? Kenapa tidak membangunkannya dan malah meninggalkannya. Setidaknya tinggalkan note, agar dia tidak kepikiran.


Tiba-tiba terdengar suara pintu di buka dari luar, masuklah Antonio dengan badan dipenuhi keringat habis berolahraga.


"Kamu kemana sih mas, pergi ga ninggalin note," gerutunya melipat kedua tangannya. Menatap pria dihadapan penuh kekesalan.


Antonio malah berjalan mendekat dan mengecup kening Khanza. Tanpa tahu wanitanya menahan kesal terhadap dirinya.


'CUP'


"Habis dari mana?" ulang Khanza.


"Saya habis dari tempat gym," jawabnya.


Kriuk.. Kriuuk...


Perut Khanza berbunyi, menandakan kalau dia tengah lapar. Bagaimana tidak lapar, dirinya belum ada sarapan, bahkan sekarang hampir jam sepuluh.


"Astaga! Maaf saya lupa tidak membelikan sarapan buat kamu dulu tadi pagi. Seharusnya saya belikan kamu sarapan dulu sebelum pergi," ucap Antonio.


"Em, ga apa-apa mas. Aku juga baru laparnya sekarang kok," kata Khanza.


"Apa kamu tahan kalau nunggu saya mandi, baru setelah itu kita check out dari hotel. Tadi Satya juga ngasih tahu saya kalau sudah dapat kontrakannya. Tapi sebelum itu kita ke restoran buat sarapan, walaupun udah telat," tukas Antonio.


Khanza mangut-mangut. Antonio langsung masuk ke dalam kamar mandi untuk mandi secepat mungkin. Dia kepikiran dengan bumil yang belum sarapan sedari tadi pagi. Merasa bersalah melupakan sarapan pagi untuk bumil. Jadi dia harus secepatnya menyelesaikan mandinya.


****


Follow ig aku yuk guys : @antiloversn


Bersambung. . .


Follow juga ya!!


Like, comennt, rate 5. jangan lupa gifts+vote nya.


Terimakasih💓