My Best Friend'S Daddy Is My Husband

My Best Friend'S Daddy Is My Husband
Episode 28



Khanza tiba-tiba terbangun, karena tenggorokannya kering dan ingin minum. Ternyata gelas berisi air diatas nakas sudah habis. Mau tidak mau Khanza memberanikan diri turun kebawah mengambil air minum. Kamar dia memang berada dilantai 2, jadi kadang untuk turun ke dapur membuatnya sedikit malas.


"Huh! Gelap sekali, mana haus banget lagi. Oke, Khanza kamu harus berani. Ya harus..."


Dengan menghela nafas berat dan menyemangati dirinya agar berani. Akhirnya Khanza sudah berada didapur dan menyalakan saklar lampu. Berjalan ke arah meja makan disana sudah ada eskan berisi air.


Setelah menuangkan air kedalam gelas dan ingin meminumnya. Tiba-tiba saja tangannya bergetar, belum sampai air tersebut ke mulutnya malah terjatuh, menimbulkan suara nyaring.


Praannng!


Bunyi gelas yang pecah terdengar nyaring, tapi tidak sampai membangunkan orang-orang di dalam kost. Khanza berjongkok memunguti pecahan kaca, tangan malah terluka terkena pecahan tersebut.


"Awhhh!" ringis Khanza kesakitan.


"Kenapa perasaan ku menjadi tidak nyaman begini, seperti ada sesuatu yang menimpa seseorang," gumannya.


Biarpun tangan terluka, Khanza tetap membersihkan pecahan tersebut. Selesai itu mengambil gelas kembali dan minum untuk membasahi tenggorokannya yang tadi kering. Lalu membawa gelas itu ke kamarnya lagi, takut sewaktu-waktu haus.


Sudah berada dikamarnya, Khanza mengobati tangan yang terluka tadi. Khanza jadi mengingat Rhea sudah seminggu mereka tidak bertemu, apalagi besok kembali sekolah seperti biasanya.


"Kangen Rhea, gimana kabarnya? Seminggu tidak bertemu anak manja itu sudah berasa setahun," gerutu Khanza menhan rasa kerinduannya.


"Untunglah besok sekolah, semoga saja disekolah besok ada anak manja itu. Jadi gasabar ketemu kesayanganku."


Setelah mengatakan itu, Khanza membaringkan tubuhnya kembali lalu tertidur.


.


.


Ditempat lain.


Sekarang Antonio telah bersiap terbang ke kota B, menggunakan helikopter pribadi miliknya. Antonio mendapat kabar dari anak buah Satya, jika putrinya Rhea mengalami kecelakaan sehabis pertemuan mereka dengan seorang laki-laki seumuran dengannya.


Membuat Antonio seketika emosi mendengar putrinya kecelakaan karena habis bertemu orang itu. Baru saja beberapa hari yang lalu Satya memberitahunya, bahwa istri dan putrinya berlibur ke kota B. Tapi kabar apa sekarang yang ia dengar benar-benat membuatnya menggeram.


Tidak lama perjalanan Antonio tiba di sebuah rumah sakit. Helikopter yang membawanya berhenti diatas gedung rumah sakit tersebut.


Antonio dengan cepat turun menuju dimana ruangan putrinya. Saat sampai disana dia melihat Laura menangis dengan sesegukan.


"Bagaiman keadaan Rhea?" tanya Antonio tanpa melihat kearah Laura.


"Belum tau dad, Rhea masih ditangani sama dokter," jawabnya.


"Sial! Kamu memang ibu yang tidak becus, menjaga Rhea saja kamu tidak bisa," ketus Antonio berucap dengan nada marah.


Laura hanya terdiam mendengar nada ketus dari Antonio. Dia juga menyadari kesalahan yang benar-benar fatal, hingga menyebabkan putri kesayangan kecelakaan. Tapi sungguh ia tidak mengharapkan itu semua.


Dokter yang menangani Rhea, keluar dari ruang operasi, dengan wajah yang terlihat lelah sekali. Sebelum kedua orang didepan bertanya, dokter tersebut langsung menjelaskan.


"Begini keaadan nona Rhea sangat kritis, sekarang juga membutuhkan donor darah secepatnya," jelas dokter tersebut.


"Ambil saja darah saya dok," tukas Antonio.


Membuat raut wajah Laura seketika menjadi tegang. Karena tahu bahwa Antonio tidak mungkin bisa mendonorkan darahnya yang jelas-jelas Rhea bukanlah putri kandungnya.


'Bagaimana ini,' batin Laura.


"Mari tuan, ikut saya!" ucap dokter tersebut menyuruh Antonio agar mengikutinya untuk melakukan pemeriksaan dan test apakah darahnya sama atau tidak.


***


Bersambung. . .


Follow juga ya!!


Like, comennt, rate 5. jangan lupa gifts+vote nya.


Terimakasih💓