
Khanza membantu Bi Inahya menyiapkan makan malam yang telah mereka masak dan menghidangkan di atas meja makan. Antonio beserta Rhea sudah duduk di meja makan. Karena baby twins sudah Khanza beri makan terlebih dulu tadi, jadinya mereka bermain di ruang tamu dengan jaga Alvaro dan Eduard yang merupakan bodyguard kepercayaan Antonio.
Sedikit cerita, Alvaro dan Eduard sempat di beri hukuman oleh Antonio karena lalai dalam menjaga Khanza. Tetapi saat mereka bebas dari hukuman Antonio mereka tetap di perkerjakan Antonio. Karna mereka sendiri tidak mau berhenti dari pekerjaan sebagai bodyguard, mereka tetap ingin menjadi bodyguar kepercayaan Antonio. Jadilah Antonio memberikan kepercayaan kembali kepada Alvaro dan Eduard.
Khanza mengambilkan makanan untuk diisi di dalam piring suaminya, di lanjut untuk Rhea dan dirinya. Mereka makan malam dalam keadaan hening. Selesai makan malam Khanza membereskan semua piring-piring kotor, tapi tidak sendiri. Ia di bantu Bi Inahya, karena hanya Bi Inahya yang di percaya untuk urusan dapur. Sedangkan untuk bersih-bersih yang lainnya ada para pelayan khususnya. Terkadang juga para pelayan yang membersihkan dapur, hanya membersihkan tidak untuk memasak makanan.
“Mommm bo bo,” seru Arsen memeluk Khanza.
“Uluh uluh anak mom antuk ya sayang,” Khanza membawa Arsen ke dalam gendongannya dan menciumi pipi putranya yang sangat menggemaskan.
“Son, apa kamu mengantuk juga?” Tanya Antonio berjongkok di depan Arcell yang asik dengan mainannya.
Bukannya menjawab, Arcell hanya memberi gelengan. Yang artinya anak itu belum sama sekali mengantuk.
“Mas kamu gendong Arcell ya, kita ke kamar. Arsen udah ngantuk, ini juga udah malam banget,” ujar Khanza.
“Arcell ayo nak kita ke kamar, ini sudah malam. Lanjut besok lagi mainnya,” ucap Antonio berkata lembut pada putranya yang mempunyai sifat persis seperti dirinya, bahkan Arcell adalah cerminan dirinya.
“Daa daa,” Arcell mengangkat kedua tanganya meminta gendong. Dengan senang hati Antonio membawanya ke dalam gendongannya.
Sesampai di kamar Antonio melihat istrinya yang tengah menyusui serta menimang-nimang pantat Arsen. Walapun Arcell dan Arsen kembar tetapi sigat mereka berbeda, sejak usia enam bulan Arcell tak mau lagi meminum asi eksklusif dari Khanza, melainkan Arcell lebih memilih meminum susu formula. Sedangkan Arsen ia masih meminum asi eksklusif sampai sekarang, pernah sekali waktu itu Khanza membuatkan susu formula seperti yang di minum Arcell, lalu memberikan pada Arsen, ketika sampai di dalam mulut. Bukannya menelannya Arsen malah memuntahkan dan setelah itu Khanza tidak lagi memberikan susu formula pada Arsen hingga saat ini.
“Arsennya sudah honey,” ujar Antonio pelan.
“Sudah mas,” sahut Khanza pelan.
Antonio membaringkan Arcell di sebelah Arsen. Antonio melakukan hal yang sama dilakukan istrinya yaitu menimang-nimang pantat Arcell. Tetapi mata Arcell tidak mau tidur dan malah menatap wajah mommynya.
Khanza menyadari tatapan putranya ke arahnya, “Ada Arcell sayang hm?” Tanyanya lembut.
“Cucu momm,” celoteh Arcell dengan ekspresi menggemaskan
“Yaudah mom bikinkan, tapi janji setelah itu tidur. Okeyy!”
Arcell mengangguk menurutinya.
“Honey, biar mas aja yang kebawah. Kamu disini aja, mas tau kamu pasti lelah,” ujar Antonio begitu perhatian dengan sang istri tercintanya.
“Biar ak-“
“Udah ngga papa biar mas aja, kamu disini aja jagain twins,” Antonio segera turun dari ranjang, sebelum keluar ia menyempatkan mencuri ciuman kilat dari istrinya.
“Kenapa re?” Tanya Khanza, yang sudah tahu bahwa Rhea lah yang masuk kekamarnya.
“Mom, Leo ingin meresmikan hubungan kamu dengan bertunangan. Besok Leo sama orangtuanya mau datang kesini, mau membicarakan sesuatu,” ucap Rhea mengatakannya, karna disini tidak ada daddynya jadi ia sedikit lebih leluasa berbicara dengan mommynya.
“Tunangan! Mengapa baru bilang re, kita belum mempersiapkannya. Mami papi juga masih di luar negeri,” ujar Khanza.
“Mommy kan tidak papa hanya kita saja, lagian hanya membicara tunangan saj-“
“Tunangan! Ada daddy tidak salah mendengarnya?” Antonio kini sudah berada di sisi ranjang sebelah kanan. Saat mendengar Rhea mengatakan tunangan membuatnya tampak terkejut dengan hal itu.
Antonio memberikan susu formula yang telah di buatkannya kepada Arcell. Arcell langsung menerimanya.
“Jawab re,” ujar Antonio pelan, tapi menekan di kalimatnya. Antonio tak mungkin bicara keras saat bersama kedua putra kecilnya.
“Iya dad, Leo ingin meresmikan hubungan kami,” cicit Rhea takut akan kemarahan daddynya.
“Baguslah, ternyata anak gentle juga. Beritahu dia jangan datang besok malam dan katakan kamu akan mengabarinya nanti,” titah Antonio.
“Apa daddy menolaknya?” Tanya Rhea hati-hati.
“Dadd tidak menolaknya, hanya saja opa dan oma kamu masih di luar negeri. Kita harus mengabari opa oma kamu dulu agar kembali, barulah nanti kita membicarakan soal pertunangan kamu dan Leo,” jelas Antonio agar putrinya tak salah paham. Khanza yang mendengar penuturan suaminya merasa bahagia memilik suami tampan dan tegas seperti Mas Nionya.
Rhea langsung beranjak dari ranjang dan menghampiri daddy yang berada di sebelah kanan. Memeluk daddy dengan erat serta mengecup pipinya.
“Makasih dadd!” Ucap Rhea, lalu pamit keluar. Sebelum itu ia juga memberikan kecupan pada mommy dan adik twinsnya.
****
Follow ig aku yuk guys : @antiloversn
Bersambung. . .
Follow juga ya!!
Like, comennt, rate 5. jangan lupa gifts+vote nya.
Terimakasih💓