My Best Friend'S Daddy Is My Husband

My Best Friend'S Daddy Is My Husband
Episode 58



Khanza terbangun meraba sisi ranjangnya yang ternyata sudah kosong. Kemana mas Antonio?Padahal dia tidak tahu jika semalam Antonio tidur di sofa. Ia pun menyingsing gorden, mengikatnya di kedua sisi. Membuka pintu jendela, menghirup udara segar dan menikmatinya. Melangkahkan kakinya keluar teras jendela duduk santai sebentar menikmati udara pagi yang ia ketahui jam masih menunjukan pukul 09:00.


Susananya masih sangat nyaman, ketika merasa duduknya sudah terlalu lama. Khanza memutuskan masuk ke kamar mandi membersihkah dirinya, lalu bersiap memakai pakaian santai.


Dengan perlahan Khanza menuruni satu persatu anak tangga. Berjalan menuju ke dapur, disana sudah terlihat bibi yang sedang berkutat dengan bahan masakannya.


"Bi," sapa Khanza sudah berada dibelakang.


"Eh, neng Khanza udah bangun! Neng, tadi tuan pesan kalau sama bibi, kalo neng udah bangun jangan lupa sarapan sama itu susu hamil diminum. Udah dibuatkan tuan di atas meja makan," beritahu Bi Inahya.


Khanza mengangguk. "Bibi mau masak apa? Kaya'nya repot banget," ujarnya melihat begitu banyak bahan-bahan sayuran maupun berbagai daging dan ikan.


"Ini neng... Mamanya tuan, nyonya besar Erina berserta tuan besar Andreas. Akan datang kesini, makanya bibi masak banyak,"


Mendengar perkataan Bi Inahya, membuat jantung Khanza berdetak tidak karuan. Bagaimana nanti reaksi keluarga besar om Antonio, jika mengetahui dirinya sebagai calon istri. Apakah mereka akan menerimanya atau tidak? Ketakutan akan tidak diterima lebih besar, apalagi dirinya asal usulnya tidak jelas. Entahlah, apa yang dilakukan nanti.


"Neng! Kok yo ngelamun,"


"Eh, ngga kok bi. Biar aku bantuin masaknya ya bi,"


"Tapi neng-"


"Ga apa-apa bi, asalkan bibi jangan bilang-bilang sama om Antonio,"


"Pleaseee... Bi ya, aku bosan tidak melakukan apapun, janji kalau cape' aku bakal istirahat,"


Bi Inahya terpaksa mengangguk, takut jika Khanza mengambek. "Boleh neng, tapi neng sarapan dulu,"


Khanza tersenyum lebar dan segera menuju meja makan untuk sarapan terlebih dulu. Agar dia mempunyai tenaga lebih banyak untuk membantu memasak di dapur nanti. Ia menghabiskan segelas susu hamil yang dibuatkan oleh Antonio dan roti tawar.yang telah ada di dalam piring.


Setelah selesai menghabiskan sarapannya. Khanza langsung menuju dapur dan membantu memasak. Lima belas menit kemudian Khanza sudah menyelesaikan masakannya dan sudah tertat rapi diatas meja makan.


Menu makanan yang dimasak?


1. Nasi liwet


2. Ayam serundeng


3. Kakap asam manis


5. Sup Jagung


6. Sayur Bening


7. Sate lilit


8. Sambal Bajak


"Huhh! Selesai juga ya bi,"


"Iya neng, hampir semua masakan malam neng yang masak,"


"Bibi juga masak kok tadi," cengir Khanza.


"Yaudah neng, bibi mau ke pavilium dulu," pamit Bi Inahya. Di mansion ini yang bertugas di dapur memang hanya Bi Inahya, pelayan yang lain bertugas membersihkan rumah serta mencuci pakaian.


Khanza mempunyai sebuah ide, membuat cemilan. Dia berencana ingin membuat kue brownies dan cookies. Satu lagi sebagai menu penutup yaitu dessert.


Tangan lihainya kembali bekerja, untuk membuat semua yang tadi dia inginkan. Hingga tidak terasa yang dibuatnya telah selesai jadi semua.


Saat ingin menaruh dessert terakhir buatannya, tiba-tiba bahu ada yang menyentuh membuatnya kaget dan dessert buatannya terjatuh kelantai. Dan Khanza membalikkan badannya menghadapa orang yang mengejutkannya.


"Siapa kamu?"


****


Follow ig aku yuk guys : @antiloversn


Bersambung. . .


Follow juga ya!!


Like, comennt, rate 5. jangan lupa gifts+vote nya.


Terimakasih💓