
Queen bangun dengan rasa lapar yang mendera. Ketika ingin bangun tidak bisa karena ada tangan berat yang memeluknya. Queen melihat wajah seseorang yang memeluknya, menjadi sedih mengingat kembali kejadian pada saat di kantor.
Perlahan bulir bening membasahi pipi gadis itu, sampai jatuh di pipi Antonio. Antonio meraba pipi saat merasa basah, Antonio membuka matanya dan menata putrinya yang sedang menangis.
"Princess..." Panggil Antonio lembut dan terduduk menghadap putrinya.
Queen tampak terkejut mendengar suara daddynya yang memanggil. Masih belum mau menatap wajah dan bicara pada daddynya, Queen lantas beranjak dari ranjang keluar dari kamar pergi menuju pantry room bersih yang memang berada di lantai atas jadi Queen tidak susah-susah harus turun ke dapur bawah.
"Sayang tunggu! daddy mau menjelaskan kesalahpahaman di kantor, monon dengarkan daddy sayang," ujar Antonio mengejar putrinya.
Queen memasuki pantry room, mengambil satu bungkus mie instan. Belum sempat Queen mengisi air ke dalam panci tersebut. Antonio merebut panci kecil yang dipegang putrinya dan melemparnya begitu saja ke wastafel hingga menimbulkan bunyi. Antonio membuang mie instan ke tempat sampah.
"daddy tak pernah mengijinkan kalian memakan-makanan instan. Biar daddy minta Alvaro belikan makanan," kata Antonio ingin mendekat tetapi Queen malah mundur.
"Aku gak jadi lapar..." setelah mengatakannya Queen melangkah pergj masuk ke kamarnya dan berbaring miring diranjang menyelimuti dirinya.
Meninggalkan Antonio masih terpaku ditempat. "Tidak! Aku gak bisa terus-terusan didiamkan putriku begini, aku harus bisa membujuk putriku agar mau mendengar penjelasanku.."
Sebelum menyusul putrinya, Antonio menghubungi Alvaro untuk membelikan makanan.
"Al tolong belikan satu porsi sate ayam, nanti antar ke kamar Alesha," perintah Antonio melalui telpon.
Lalu menyimpan kembali ponselnya setelan selesai bicara dengan Alvaro. Antonio meninggalkan pantry room melangkahkan kaki menuju kamar putrinya.
Queen yang berada di atas ranjang memejamkan mata berpura-pura tidur saat mendengar suara pintunya dibuka oleh daddynya.
Antonio mengambil tempat duduk ditepian ranjang dimana badan putrinya menghadap. Antonio tahu bahwa putrinya hanya pura-pura tidur, putrinya tak bisa menipunya. Karena bulu mata lentik putrinya bergerak-gerak, tangan Antonio menyingkirkan rambut yang menutupi wajah putrinya.
"Sayang maafin daddy soal kejadian tadi siang dikantor, pasti kau mengira daddy selingkuh dan mendapatkan wanita baru secepat itu menggantikan mommy. Jujur itu tidak pernah ada dipikiran daddy untuk mencari pengganti mommy mu sayang. Mommy mu satu-satunya wanita yang dad cintai seumur hidup, daddy tidak akan pernah mencintai wanita selain Khanza mommy mu..."
"Wanita yang kamu lihat tadi siang diruang meeting bersama daddy, namanya Elisa rekan bisnis daddy. Elisa tidak sengaja jatuh kepangkuan daddy saat ingin berjabat tangan, ia tersandung kaki kursi. Daddy berani bersumpah sayang tak memiliki hubungan lebih dari sekedar rekan bisnis..." Antonio menceritakan yang sebenarnya kejadian tersebut, yang menimbulkan kesalahpahaman.
Tokk... tokk..
Antonio berjalan membuka pintu kamar, dimana Alvaro berdiri dengan membawa nampan satu porsi sate ayam berserta lontong dan gelas berisi air putih.
"Terimakasih Alvaro," ucap Antonio menerima nampan tersebut.
"Apa ada lagi yang tuan butuhkan?" Tanya Alvaro.
"Tidak ada Al, kau boleh istirahat sekarang," ujar Antonio.
...****************...
Guys! Ayo guys join grup chat antiloversn!!!
Guys baca karya baru aku yuk judulnya "YOU'RE MINE, SERRA dan ISTRI SIMPANAN”
Follow ig aku yuk guys : @dianti2609
Bersambung. . .
Follow juga ya!!
Like, comennt, rate 5. jangan lupa gifts+vote nya.
Terimakasihđź’“