My Best Friend'S Daddy Is My Husband

My Best Friend'S Daddy Is My Husband
Season 2. 31



Tepat hari ini satu bulan Rhea dan Leo berada di kota J. Dan hari juga mereka akan pulang ke Negara L, karena pekerjaan Leo yang disana sudah menumpuk akibat ditinggalkan terlalu lama. Tetapi demi istrinya ia rela meninggalkannya semua pekerjaan untuk menemani istrinya pergi kota J.


Sebenarnya Rhea hanya ingin satu minggu berada di kota J. Rhea juga mengerti betapa sibuk dan banyak pekerjaan suaminya. Tapi mau bagaimana lagi Khanza menahan mereka untuk tetap berada di kota J sampai tasmiah baby girl. Mau tak mau Rhea dan Leo tetap tinggal dan berada disini. Leo juga sudah membicarakan ini pada papanya yaitu Danu, Danu pun juga menyetujui dan mengijikannya.


Sedari malam semua telah dipersiapkan oleh Rhea. Jadinya untuk pagi ini mereka hanya tinggal berangkat menuju ke bandara.


“Kalian beneran akan berangkat pagi ini, tidak mau berlama-lama disini saja. Nanti mom bakalan kangen sama kamu re,” ujar Khanza tak rela melepaskan Rhea untuk pergi.


“Re juga pasti merindukan mom daddy dan adik adik. Mom jangan sedih ya, nanti juga re sama Leo bakalan menetap di kota ini, saat pekerjaan Leo sudah selesai disana,” kata Rhea.


“Iya nza, kami tidak akan tinggal di negara L selamanya. Mana betah kami disana,” tukas Leo.


“Kalian berdua jaga kesehatan disana ya, hati-hati. Leo jagain Re jangan sampai anak daddy yang cantik ini kenapa-kenapa,” pesan Antonion berkata tegas.


“Cucu oma benaran tidak ingin diantar ke bandara?” Tanya Erina.


“Ngga usah oma, biar kami ke bandara berdua saja. Nanti kalian kecapekan mengantar kami,” kekeh Rhea.


“Siapa bilang kecapekan sayang, untuk kamu apapun kami bisa,” timpal Andreas memeluk cucunya dengan sayang.


“Opa bisa aja,” ujar Rhea tertawa, semuanya juga ikut tertawa.


“Maaf menganggu tuan, mobil telah siap,” ujar sopir yang akan mengantar Rhea dan Leo ke bandara.


“Tunggulah di mobil,” perintah Leo. Sopir itupun langsung pamit untuk menunggu di mobil, sesuai perintah bossnya.


“Baiklah semua kami pamit pergi dulu,” kata Leo berpamitan, mereka semua bergantian memeluk Rhea.


“Jangan lupa kalau sudah sampai disana, kabari mommy,” pesan Khanza.


Mobil mereka langsung keluar dari dalam gerbang mansion Horison, membelah jalan raya. Saat di tengah perjalanan tiba-tiba ada kereta bayi yang melintas di depan mobil mereka, hampir saja ketabrak. Untunglah sopirnya sigap mengerem.


‘Ciittt’ Rhea dan Leo memakai sabuk pengaman, jadi kepala mereka tidak terbentur di kursi depan.


“Sayang kamu tidak papa?” Tanya Leo kepada sang istri.


“Ngga papa mas, re hanya kaget saja mobil berhenti mendadak,” jawabnya. Leo menarik nafas lega mendengar jawaban istrinya. Lalu matanya menatap ke depan.


“Ada apa pak, mengapa mengerem mendadak sekali?” Tanya Leo marah.


“Maaf tuan, itu di depan ada kereta bayi yang melintas. Saya kaget dan langsung mengerem saja,” jawab sang sopir sopan.


Rhea langsung membuka pintu mobil untuk melihat apakah ada bayi atau tidak di dalam kereta tersebut. Setelah berada di luar terdengar suara tangisan bayi yang begitu nyaring ditelinganya, dengan gerakan cepat Rhea menggendong bayi tersebut untuk menenangkannya, matanya melihat kesekeliling jalanan yang sangat sepi. Dia tidak melihat satupun orang yang berjalan.


“Astagfirullah, siapa yang tega membiarkan bayi ini sendiri,” ucapnya.


“Sayang bagaimana kalau bayi ini kita bawa ke kantor polisi saja,” ujar Rhea.


“Mana sempat sayang, kita sebentar lagi flight. Kalau kita ke kantor polisi prosesnya lama,” tukas Leo, bukannya tidak mau tetapi pesawat mereka sebentar lagi bakal flight.


“Begini saja sayang, gimana kalau bayi ini kita serahkan pada mama papa. Kita minta tolong mereka saja,” sambungnya mengusulkan agar minta bantu mama papa saja. Leo benar-benar hanya terpikir itu saja, mama papa yang Leo maskud adalah Bagas dan Raya. Karena kedua orang itu sudah menunggu mereka di bandara.


Rhea mangut-mangut menyetujui usulan sang suami. Mereka langsung melanjutkan perjalanan menuju ke bandara. Sedangkan orang yang bersembunyi di balik pohon tertawa jahat. Mereka berdua sudah bekerja sama akan menghancurkan semua orang yang berhubungan dengan keluarga Horison dan Mahendra. Untuk kelancaran rencana mereka salah satu wanita jahat itu rela menjadikan anak sebagai penghancur nanti saat waktunya tiba.


“Tunggu saja tanggal mainnya, kalian semua akan merasakan kehancuran keluarga kalian,” katanya sambil tertawa jahat.


****