My Best Friend'S Daddy Is My Husband

My Best Friend'S Daddy Is My Husband
Episode 126



Disinilah mereka diruang keluarga berkumpul bersama. Karena ini adalah hari weekend jadi waktu bersama keluarga.


"Mom," bisik Rhea ke telinga Khanza.


"Kenapa re?"


"Leo mau kesini mom,"


"Kesini, ngapain?"


"Nanti mom bakal tahu juga,"


"Ehem, kenapa berbisik-bisik?" dehem Antonio bertanya, sedari tadi Khanza dan Rhea asik berbisik...


"Tidak ada apa-apa mas," jawab Khanza.


"Ouh iya Xavi, papa sama mama bakal pulang ke kota B," ujar Andreas.


"Tenang saja, kami akan berangkat setelah pernikahan Aditya dan Kirana, semalam Hanira menelpon memberitahukannya," sambung Erina.


"Mengapa oma sama opa ngga menetap di sini saja," ucap Rhea, rasanya tak ingin berpisah dari Erina dan Andreas.


"Maaf sayang, opa mu punya bisnis disana yang harus di urus. Kami juga merasa nyaman tinggal disana, tapi kamu tenang saja oma bakal sering berkunjung ke sini," Erina memeluk cucunya yang berpindah di sisinya.


"Janji ya oma," ucap Rhea.


"Iya sayang," Erina mengeratkan pelukannya.


Tiba-tiba terdengar bunyi bel rumah, saat Antonio ingin membukanya Rhea langsung mencegahnya.


"Dad, biarkan re aja yang buka pintunya," cegah Rhea.


Antonio pun kembali mendudukan diri di samping istrinya dengan Arsen yang berada di gendongannya. Sedangkan Rhea menuju ke depan untuk membuka pintunya, dugaannya benar ternyata yang datang adalah pacarnya yaitu Leo tengah berdiri di depan pintu.


"Ayo masuk," ajak Rhea.


Mereka berdua berjalan bersama ke ruang keluarga. Leo menyalimi ketiga orang yang berada disana, tidak termasuk Khanza.


"Siapa re? Pacar kamu ya," ujar Erina.


Medapatkan kalimat seperti itu dari sang oma, Rhea hanya tersenyum kecil.


"Duduklah," suruh Andreas.


Leo mendudukan diri di sofa yang hanya bisa di duduki oleh dua orang.


"Om, nza, nyonya tuan... Saya ingin mengatakan sesuatu yang penting," kata Leo memberanikan diri.


"Jangan panggil kami dengan sebutan nyonya tuan, nak... Panggil saja kami oma dan opa seperti Rhea memanggil kami," ucap Erina.


"Emm, iya oma," ucap Leo.


"Sesuatu penting apa yang ingin kau katakan?" tanya Antonio menatap Leo tajam.


"Begini om, sebenarnya aku dan Rhea sudah berpacaran satu bulan yang lalu," tukas Leo.


"Wahh... Benarkah itu, aku ikut senang mendengarnya. Selamat buat kalian, jangan lama-lama pacaran, setelah kalian lulus nanti langsung lamaran saja," kata Khanza mendukung hubungan keduanya dan sangatlah senang mendengarkan bahkan sampai berpesan agar nanti setelah lulus langsung lamaran.


Berbanding terbalik dengan Antonio yang malah kurang senang mendengarnya. Bukan karena dirinya tak setuju, tetapi ia ingin menguji sebesar apa rasa cinta Leo untuk putrinya.


"Ikut saya ke ruang kerja," kata Antonio dingin.


"Mas," Khanza memecingkan matanya menatap Antonio.


Antonio membalas dengan memberikan anggukan, lalu memberikan Arsen kepada Rhea. Antonio melangkah masuk ke dalam lift di ikuti oleh Leo.


.


Leo sudah berada di dalam ruang kerja Antonio. Aura di dalam ruangan ini terasa berbeda sekali, karna Antonio yang menghadap ke jendela balkon dengan kedua tangan yang di masukan.


"Apa kau benar-benar serius dengan putriku?" tanya Antonio berbalik badan menatap Leo yang berdiri beberapa meter darinya.


"Ya, saya sangat serius dengan Rhea, om...


Bahkan saya juga berniat setelah wisuda nanti akan melamarnya untuk menjadi istri saya," kata Leo menegaskan bahwa dirinya benar-benar mencintai Rhea dan menginginkan gadis itu menjadi istrinya.


"Baiklah kalimat yang kau ucapkan, saya pegang.. Buktikan, jika kau sangat mencintai putriku jangan pernah sesekali menyakitinya..."


"Saya akan buktikan om,"


"Besok datanglah ke kantor saya jam 10, jangan sampe telat. Jika telat lamaran kamu saya tolak, tidak usah memberitahu Rhea..."


"Bagus..."


Antonio menepuk bahu Leo, setelah mereka kembali lagi ke ruang keluarga. Antonio mengambil alih Arsen dalam gendongan Rhea.


"Tadi ngomongin apa sama dad," bisik Rhea.


"Ngga apa-apa kok sayang, om Antonio hanya mengatakan aku tidak boleh menyakiti mu," beritahu Leo dengan berbisik.


Semuanya pun mengobrol kembali dengan topik seputar Rhea dan Leo. Dimana Khanza begitu hebohnya membicarakan hubungan keduanya, kenapa Khanza bisa seheboh itu? Karena sebenarnya dari SMA Khanza sudah merasakan kecocokan diantara keduanya, maka dari itu ia sangatlah bahagia mengetahui jika keduanya menjadi sepasang kekasih...


...***...


Malam harinya...


Khanza tengah duduk di meja rias, memakai rangkaian skincare malamnya, karena waktunya untuk tidur. Twins juga sudah ditidurkan...


"Honey..." panggil Antonio.


"Kenapa mas?" tanya Khanza.


"Kesini dulu honey, mas mau berbaring di paha kamu," kata Antonio.


Khanza menuruti kemauan suaminya...


Antonio pun tiduran berbantalkan paha istrinya, sedangkan Khanza duduk bersandar di sandaran ranjang sambil memainkan ponselnya dan melihat akun instagram Rhea dimana gadis itu memasukan foto kelulusannya. Hati Khanza merasakan sedikit iri melihatnya, karena dirinya harus putus sekolah. Hanya baru-baru ini Khanza memiliki akun instagram..


"Kamu liat apasih yank, mas perhatikan kamu diam aja sedari tadi sambil ngelihatin handphone," tegur Antonio.


Khanza menggeleng, "Nggak ada apa-apa kok mas."


"Coba sini handphonenya mas mau lihat," Antonio meminta handphone Khanza untuk melihat sesuatu yang membuat istrinya terdiam.


"Udah dibilangin kok mas, ngga ada apa-apa juga," ujar Khanza bersikeras dan memberikan ciuman di dahi suaminya.


Antonio mengambil handphone Khanza dan melihat apa yang tadi lihat oleh istrinya.


"Mas-"


"Honey, apa kamu mau ngelanjutin sekolah?" Antonio mendongak menatap mata istrinya.


"Mau, tapi sepertinya ngga bisa mas..."


"Loh kok malah ngomongnya gitu, kalau memang kamu mau lanjut sekolah mas ngga pa-pa sayang. Masalah si kembar, biar nanti kita sewa babysister," ujar Antonio.


Khanza menggeleng tak setuju, jika harus menyewa babysister.


"Aku nggak mau twins di asuh sama babysister mas, lebih baik aku ngga sekolah. Aku mau mengurus anakku dengan tanganku sendiri," tukas Khanza.


'CUP' Antonio mencium bibi Khanza. Lalu berbaring kembali setelahnya.


"Begini honey mas punya solusi untuk masalah sekolah, gimana kalau kamu mengikuti paket C saja," kata Antonio.


"Boleh mas, aku mau kalau gitu. Berarti harus menunggu tahun depankan?"


"Iya honey, setelah itu apa kamu mau lanjut kuliah? Kalau misalnya kamu mau biar mas daftarin di kampus yang kamu inginkan, mas ngga akan ngelarang kamu untuk melanjutkan pendidikan dan mencapai cita-cita kamu," tutur Antonio.


Tangan Khanza begerak mengelus kepala Antonio dengan lembut.


"Aku pengen lulus SMA aja mas, setelah itu aku tidak ingin apa-apa lagi cuman mau jadi ibu rumah tangga," kata Khanza.


"Kamu benaran honey, cuman pengen jadi ibu rumah tangga, mengurus anak dan aku," ujar Antonio memastikan bahwa keputusan istrinya benar hanya menginginkan itu.


"Iya suamiku sayang," Khanza mengecup bibir suaminya.


Antonio bangun dan menciumi Khanza, hanya mencium saja tidak melakukan hubungan suami istri. Karena belum di perbolehkan untuk melakukannya, jadinya Antonio harus menahannya dan menunggu sampai dua minggu baru diperbolehkan untuk berhubungan kembali...


****


Follow ig aku yuk guys : @antiloversn


Bersambung. . .


Follow juga ya!!


Like, comennt, rate 5. jangan lupa gifts+vote nya.


Terimakasih💓