
Hujan deras menyambut pagi ini, Khanza yang merasakan hawa dingin menusuk kulitnya yang tidak sepenuhnya tertutupi selimut membuat tidurnya menjadi terusik.
Mata yang tadi tertutup, sekarang menjadi terbuka sempurna. Karena tak bisa tidur kembali, wanita itu pun beranjak dari ranjang menuju ke lemari mengambil jaket dengan langkah pelan. Ia membuka gorden, barulah terlihat hujan deras.
“Deras sekali hujan pagi ini,” ucapnya memandangi hujan dari kaca pintu balkon kamar. Mana mungkin ia keluar disaat hujan yang sangat deras sekali.
Karena saking asiknya memandangi hujan, tiba-tiba ada tangan seseorang memeluknya dari belakang. Khanza tak kaget, ia sudah hapal tangan kekar yang selalu memeluknya. Siapalagi lelaki dewasa yang ada di kamarnya ini selain suami tercintanya Mas Nio.
“Hmm, kenapa bangun dari tempat tidur honey?” Tanya Antonio sambil menciumi rambut dan kadang mengecup leher istrinya.
“Mas geli ih,” ucap Khanza kegelian dengan ulah suaminya.
“Jawab dulu pertanyaan mas honey.”
“Itu mas tadi aku kebangun karna dingin, pas lihat keluar ternyata sedang hujan,” jawabnya.
Oeekk Oeeek
Suara tangis baby girl, membuat Khanza seketika melepaskan diri dari pelukan suaminya. Ia langsung memeriksanya dan benar saja baby girl pipis. Dengan telatennya Khanza membuka seluruh pakaian yang melekat pada baby girl.
“Mas aku minta tolong siapin air hangat,” pinta Khanza. Antonio langsung melaksanakan yang diminta oleh istrinya.
“Sudah honey,” seru Antonio dari dalam kamar mandi.
Khanza mengangkat baby girl dan membawanya ke kamar mandi untuk dibersihkan. Kamar mandinya juga tidak di tutup melainkan dibiarkan terbuka saja olehnya.
Selesai memandikan baby girl, Khanza memakaikan baju hangat untuk baby girl berserta kaos kaki yang sama dengan pakaian yang dipakai baby girl sekarang.
“Selesai! Anak mommy cantik banget sih sayang,” tak tahan melihat wajah sang anak, Khanza pun menciumi seluruh wajah baby girl. Sedangkan Antonio hanya memandangi kedua perempuan kesayangannya.
“Mas kok belum mandi? Mas kan harini masuk kantor,” Khanza bertanya dan menoleh pada suaminya yang berada disisi kanan ranjang.
“Rasanya mas males sekali pergi ke kantor honey, mas ingin disini saja bersama kalian berdua,” ucap Antonio malah berbaring di ranjang.
“No mas, pokoknya mas harus ke kantor hari ini. Mas udah dua hari ngga masuk kantor, gimana nasib karyawan kamu kalau boss mereka saja males pergi ke kantor,” sungut Khanza mengomeli suaminya.
“Berikan vitamin pagiku, agar mas semangat untuk berkerja,” kata Antonio meminta sesuatu yang memang telah wanita itu ketahui apa yang selalu diinginkan oleh suaminya.
Tanpa banyak bicara kembali, Khanza mendekat dan memberikan yang diinginkan oleh suaminya.
‘Cup’ kecupan telah Khanza berikan untuk suami mesumnya.
“Sudahkan mas, sekarang aku minta mas mandi,” titah Khanza.
“Baiklah honey,” Antonio langsung bangun dari tidurannya. Tetapi sebelum masuk ke kamar mandi pria itu mencuri ciuman dibibir istrinya. Setelah mendapatkan segera berlari cepat masuk ke kamar mandi, sebelum istrinya mengamuk.
“MAS!!!” Teriaknya kesel, sampai membuat baby girl yang kaget mendengar suara teriakan mommynya menjadi menangis.
Oeeek Oeeek
“Yaampun queen maafin mommy ya sayang,” Khanza membawa baby girl kedalam gendongannya dan menimang-nimangnya agar tenang.
Terdengar suara ketukan dari luar kamarnya, sebelum membukakan pintu. Khanza membaringkan baby girl di box bayi agar lebih nyaman. Lalu ia melangkah membukakan pintu.
“Bian!”
“Mom bolehkan Bian masuk?”
“Ayo masuk boy,” setelah Bian masuk Khanza menutup pintunya kembali.
Khanza mendekati Abian yang telah duduk di sofa yang memang ada di kamarnya.
“Ada apa Bian, kenapa wajah mu terlihat sedih boy?” Tanya Khanza. Sebelum mengatakan sesuatu Bian memeluk Khanza. Begitupun Khanz membalas pelukan anak tersebut.
“Ada apa boy, cerita sama mom?” Ulang Khanza bertanya kembali.
“Bisakah mom mendengarkan cerita ku ini?” Tanyanya balik.
Khanza mengangguk, “Ya, mom akan mendengarkan cerita mu boy,” katanya.
“Mom tadi malam aku tidak sengaja mendengar pertengkaran mama papa. Aku juga melihat mama menangis sampai sesegukan, aku takut melihat mama papa bertengkar mom,” ceritanya, lalu kembali memeluk Khanza.
Khanza yang mendengar cerita Abian, menjadi tidak tenang. Dalam pikiran wanita itu hanya satu, mungkinkan kedua pasangan itu bertengkar karena Kak Naila membicarakan akan tinggal bersama disini.
“Mom, Bian takut,” cicit anak kecil yang berada dalam pelukannya.
“Sstt, disini ada mom sayang. Nanti biar mom sama dad yang bicara sama mama papa ya. Bian jangan dipikirkan lagi masalah itu, sekarang Bian yang tenang. Bian sudah sarapan nak?” Tanya Khanza, ia juga menenangkan anak itu agar tidak memikirkan pertengkaran orantuanya, supaya tidak bersedih.
“Belum mom,” jawabnya.
“Yasudah Bian tunggu disini saja ya bersama mom. Nanti kita turun ke bawah bersama-sama,” kata Khanza.
Abian mengangguk dan menunggu duduk di kursi dekat box bayi baby girl. Sedangkan Khanza menyiapkan baju kantor suaminya.
“Honey mas udah selesai man-“
“Loh Abian ada disini,” seru Antonio.
“Itu baju kerja mas udah aku siapin, nanti aku ceritain ya. Aku mau mandi dulu,” Khanza langsung masuk ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya.
****
Follow ig aku yuk guys : @antiloversn
Bersambung. . .
Follow juga ya!!
Like, comennt, rate 5. jangan lupa gifts+vote nya.
Terimakasih💓