
Keesokan harinya para orang tua telah bersiap, bahkan Vanno yang mengatakan tidak bisa ikut kemaren. Entah kenapa berubah pikiran dan ingin ikut liburan dan menyerahkan pekerjaan pada dokter lainnya.
"Apa yang membuat mu ingin ikut mas? Padahal kemaren mas mengatakan pada kami banyak operasi di rumah sakit," ujar Naila bertanya pada suaminya yang duduk di sofa berdekatan dengannya.
"Demi princess sayang mas tidak akan mengecewakan keponakan cantik ku itu. Dan untuk mu juga, aku tak ingin sendirian di rumah kita," jawab Vinno dan kalimat akhirnya malah menggoda istrinya.
'Plak' Naila menjitak kepala suaminya, tanpa rasa kasihan sedikitpun.
"Jangan aneh-aneh mas, kita sudah tuan," tangkas Naila.
"Walaupun sudah tua kamu tetap semakin hot sayang." Vinno kembali menggoda istrinya.
Naila yang sudah sangat kesal pun berdiri dari duduknya dan menghampiri Kirana dan menanyakan sesuatu.
"Tan apa semua barang kita sudah taruh ke bagasi mobil masing-masing?"
Kirana mengangguk, "Sudah semua Nai, ada lagi barang yang mau kamh bawa. Biar tante panggilkan Alvaro untuk mengambilnya."
Naila menggeleng, "Tidak ada tante."
"Kita hanya menunggu anak-anak turun, tapi kenapa mereka lama sekali," ucap Kirana.
"Sabar sayang, paling sebentar lagi anak-anak akan turun," balas Aditya mengusap bahu istrinya.
Baru saja Kirana dan Aditya memgatakannya. Keempat anak-anak telah turun dan menghampiri mereka.
"Oma, Opa, Mama.. Maafkan kami lama," ucap Queen.
"Tak apa-apa sayang, kami mengerti anak remaja seperti kalian. Kami juga pernah muda."
Queen merasa tak asing dengan suara yang menyahut perkataannya. Ternyata Queen tidak melihat satu orang yang berada di belakangi mama Naila.
"Papa Vinno!" Seru Queen girang ketika melihat seseorang di belakang mama Naila. Saat mama naila menggeser badanya ke samping kanan.
"Papa ikut?" Tanya Abian, dibalas anggukan dari Vinno.
"Tapi bukannya kemarin papa mengatakan sedang banyak operasi," sambuh Ghani.
"Lah iya, mengapa tiba-tiba papa disini," tambah Rey.
Vinno yang mendengar perkataan ketiga putranya mendengus kesal. Vinno mengira ketiga putranya akan mengatakan 'Wah syukurlah papa ikut jadi mama tidak sendirian' atau 'Kita senang papa akhirnya memilih ikut'. Bukan malah bertanya dan memprotesnya.
"Kalian tidak suka papa ikut? Kalau begitu papa tidak jadi ikut saja," kata Vinno bicara dengan nada kesal.
"Terimakasih sayang, seperti hanya kamu yang senang papa ikut," ucap Vinno menatap keempat putranya dan istrinya bergantian.
Kelima orang yang di tatap mendelik, mereka tahu bahwa Vinno akan membuat Queen membelanya saat ini.
"Tidak papa kami senang papa akhirnya memilih ikut," ujar Abian cepat sebelum princessnya bersuara.
"Sudah sudah mari kita akhiri dramanya. Sebaiknya kita cepat berangkat." Pungkas Aditya melerai mereka.
"Opa benar, ayo kita berangkat." Balas Queen.
Mereka menggunak dua mobil saja. Queen sudah berbicara pada Arcell agar Alvaro dan Edward tidak ikut ataupun bodyguard lainnya. Ia menginginkan kali ini mereka liburan dengan tenang tanpa pengawasan. Dengan sangat terpaksa Arcell menyetujui daripada Queen marah dan tidak jadi liburan.
Ghani yang melihat Vinno akan memasuki pintu kemudi mobil lantas segera memcegahnya.
"Papa," seru Ghani
"Ada apa Gha?" tanya Vinno.
"Papa biarkan aku saja yang menyetir, lebih baik papa bergabung sama opa dan oma ikut ke mobil mereka," kata Ghani menjelaskannya.
"Loh memangnya kenapa?" lagi-lagi Vinno menanyakannya.
"Tidak ada apa-apa papa, kami hanya ingin berempat saja.Nanti aku bisa bergantian dengan Bian menyetirnya," tutur Ghani.
"Oke baiklah, ingat jangan mengebut. Papa akan pantau kalian," pesan Vinno dan mengalah.
...****************...
Guys! Ayo guys join grup chat antiloversn!!!
Guys baca karya baru aku yuk judulnya "YOU'RE MINE, SERRA dan ISTRI SIMPANAN”
Follow ig aku yuk guys : @dianti2609
Bersambung. . .
Follow juga ya!!
Like, comennt, rate 5. jangan lupa gifts+vote nya.
Terimakasihđź’“