
Kini mereka tengah berkumpul di ruangan tamu. Suasana hening tidak ada yang memulai percakapan. Antonio ingin mulai menjelaskan, tetapi orang di sebelahnya berdiri, ketika Khanza ingin melangkah tangan di pegang oleh Antonio.
"Mau kemana?"
"Em, itu. Aku mau buat kopi buat semuanya,"
"Gausah, duduk kembali. Saya mau menjelaskan yang tadi, biar kamu dengar juga sekalian,"
Dengan pasrah Khanza mengangguk, menurutinya. Kembali duduk di samping Antonio, tangannya bahkan di genggam pria itu.
"Cepatlah, jelaskan Antonio. Mama ingin mendegarnya," ujar nyonya Erina tidak sabaran.
Kemudian mengalirlah cerita tentang bagaimana selama ini kehidupan rumah tangganya. Dimana Laura sangat jarang berada di rumah dan lebih mementingkan pekerjaan kantor, di banding mengurus Rhea dan dirinya. Kelakuan Laura seperti itu membuat Antonio geram, sampai dimana memindahkan kamarnya berada dekat ruang kerjanya. Gugatan perceraiannya pun sudah di daftarkan saat Laura telah berbulan-bulan tidak pernah lagi kembali ke rumah. Selama menjelaskan itu Antonio menampilkan raut wajah penuh kebencian, kemudian tatapannya melembut ketika melihat orang di sampingnya yang tengah mengelus tangannya.
Tidak semuanya yang di jelaskan Antonio, karena dia tidak ingin orangtuanya mengetahui bahwa sebenarnya selama pernikahan mereka, Laura berselingkuh dan menghasilkan seorang putri yang sekarang tengah bersama mereka.
'Kenapa daddy tidak menceritakan, bahwa aku sebenarnya bukan anaknya.' batin Rhea, dia merasa sedih terhadap apa yang selama ini mommy lakukan pada daddynya. Mommynya menyakiti daddy begitu dalam, sampai dirinya yang seorang anak pun ikut merasakannya. Tetapi dia juga bersedih dengan yang menimpa mommynya sekarang, mungkinkah itu balasan dari yang maha kuasa.
"Terus dimana sekarang Laura tinggal?" tanya Erina.
"Laura pergi ke luar negeri, tetapi sayangnya pesawat yang ditumpanginya mengalami kecelakaan. Sampai sekarang Laura belum ditemukan," tukas Antonio.
"Apa," nyonya Erina menutup mulutnya, air matanya seketika mengalir begitu saja. Walaupun begitu dia sudah menganggap Laura seperti anaknya sendiri. Karna Laura sudah dititipkan padanya sewaktu masih SMA dimana kedua orangtua Laura pada saat itu ingin mengunjungi saudara yang berada di luar negeri dan Laura yang pada saat itu tengah ujian akhir sekolah. Membuat gadis itu tidak bisa ikut bersama kedua orangtuanya dan dititipkan pada dirinya. Namun nahasnya pesawat yang ditumpangi kedua orangtua Laura mengalami kecelakaan, hingga semua korban yang berada dalam pesawat itu meninggal dan tidak ada satu orangpun yang selamat. Dan sekarang kecelakaan pesawat itu terjadi lagi, dialami oleh Laura. Entahlah, Laura selamat atau tidak, tetapi kemungkinan besar untuk selamat itu sulit.
"Sabar Erina, kita doakan saja Laura selamat," tuan Andreas membawa istrinya ke dalam pelukannya, mecoba menangkannya.
Sedangkan Khanza sudah berada dalam pelukan Antonio. Walaupun hubungannya tidak baik dengan Laura. Khanza juga bersedih atas kecelakaan yang menimpa Laura.
Nyonya Erina duduk dengan tegak kembali dan menatap putranya dan perempuan yang berada dalam pelukan anaknya.
Seketika itu tubuh Khanza menegang dan melepaskan pelukannya dari Antonio. Kepala menunduk, mengigit bibirnya untuk menetralisir keadaan sekarang.
"Dia calon istrinya Antonio mah," celetuk Kevin.
"Diamlah Kevin! Mama tidak bertanya padamu, tapi pada Antonio," desis nyonya Erina.
"Yang dikatakan Kevin benar... Khanza adalah calon istri saya, yang sekarang tengah mengandung anak saya," Antonio mengelus perut wanita di sampingnya dan memberi kecupan di rambutnya tanpa tahu Khanza menahan malu.
"Hamil? Darimana kama tahu dia mengandung anakmu, bisa sajakan dia hanya mengaku-ngaku. Karna ingin mengusai seluruh harta Horison," tuduh nyonya Erina. Karena di jaman sekarang orang-orang banyal modusnya dan melakukan segala cara agar bisa mendapatkan banyak uang.
Mendengar perkataan nyonya Erina yang menuduhnya mengaku-ngaku dan menginginkan harta saja. Membuat Khanza langsung berdiri memilih keluar dari mansion, saking tidak kuatnya. Apalagi kehamilan sangat sensitif.
"Mama keterlaluan," Antonio segera keluar, menyusul wanitanya, sebelum terjadi apa-apa pada keduanya.
"Antonio mau kemana kamu!" teriak nyonya Erina bergema.
****
Follow ig aku yuk guys : @antiloversn
Bersambung. . .
Follow juga ya!!
Like, comennt, rate 5. jangan lupa gifts+vote nya.
Terimakasih💓