
Dalam perjalanan hanya ada Antonio dan Arcell, serta Alvaro yang menyetir di bangku kemudi. Antonio mulai mencerintakan tentang si wanita penjahat pada putranya.
“Wanita itu bernama Clara. Waktu itu mama dari daddy yaitu oma Erina membawa wanita itu ke mansion Horison saat mereka berkunjung. Wanita itu anak dari teman oma Erina maka dari itu oma Erina mau membawanya. Wanita itu dibawa oma karena ingin memperkerjakan di kantor pusat Horison corp...”
*“Lalu mengapa dia menculik mommy *dan princess?” Tanya Arcell penasaran, sebab wanita itu melakukan kejahatan apa ada hubungannya dengan masalah di masalalu.
*“Clara dan Laura mereka berkerja sama. Laura adalah mantan istri daddy, ibu dari kakak mu Rhea. Laura tidak terima daddy ceraikan, jadi dia mencoba balas dendam dan Clara sebagai mata-matanya. Sewaktu kamu dan Arsen masih dalam kandungan, mommy mu pernah diculik mereka. Saat itu mommy mu hampir merenggang nyawa ditembak Laura karena menyelamatkan daddy. Mommy tidak bisa melahirkan normal karena keadaan kritis kalian terpaksa dikeluarkan sebelum waktunya, saat itu juga dokter mengatakan bahwa hanya salah satu dari kalian yang bisa selamat. Tapi kehendak Allah swt, kalian berdua lahir dengan selamat. Daddy menyekap kedua wanita itu, daddy ingin membunuh mereka pada saat itu. Tetapi daddy masih berbaik hati memberi kesempatan untuk mereka hidup dengan menjebloskan mereka dalam penjara. Selama dalam tahanan Laura mengalami depresi hingga menyebabkan dia meninggal. Sedangkan Clara telah bebas dari masa tahanannya, dad* pikir wanita berubah, ternyata dia berulah. Dia tidak terima daddy jebloskan, mungkin karena itu dia balas dendam kembali...” Cerita Antonio panjang.
*“Tapi sekarang daddy *tidak akan mengampuninya lagi dengan tangan daddy sendiri wanita itu akan mati. Karena dia kita kehilangan wanita hebat kesayangan kita.” Lanjutnya dengan tangan mengepal dan raut wajah sangat dingin.
“Ya dad, aku juga akan melakukankan,” sambung Arcell yang memang memiliki sifat kejam seperti Antonio.
Beberapa waktu berkendara mereka sampai di lokasi. Tanpa membuang waktu keduanya melesat turun masuk ke dalam rumah penyekapan.
Prok
Prok
Prok
Antonio bertepuk tangan melihat Clara yang terlihat lemah. Clara yang melihat kedatangan Antonio menatap sinis kearah pria itu.
“Apakah kau puas sekarang Clara balas dendam padaku. Puas kau sekarang melihat istriku tiada, puas hah!” Antonio mencengkram rahang Clara.
“Awshh saa...kithh!” Lirih Clara.
“Sakit! Baru begini saja sudah sakit, bagaimana dengan istri dan putriku yang kalian pukul tanpa belas kasihan..”
“TIDAK BISA MENJAWAB!!!”
Plak
Plak
Bug
Bughh
BUGHH!!!
2 kali tamparan yang Antonio layangkan berhasil mengenai pipi Clara bergantian dan yang terakhir Antonio juga menendang tubuh Clara yang terikat pada kursi. Sedangkan Arcell membogem penjahat yang menyamar sebagai bodyguard Horison hingga membuat adiknya percaya.
“Uhuk, uhuk..” Clara sampai muntah darah.
“Aaa...ampun maaafkan aaa..aku Anton..nio, aaku benci Khan-za karena dia aaku dibenci oleh tante Erina dan aaku tidak menyesal membuatnya mati, karena dengan itu tidak ada yang bisa memiliki lagi hahaha aku mencin-“
BUGH!!!
Antonio memukul clara lagi tanpa belas kasihan seperti yang wanita itu lakukan pada istri dan putrinya. Napasnya masih mengebu-gebu..
“James berikan pistol pada saya,” titah Antonio.
James segera memberikan pistol pada Antonio...
“Sebentar daddy,” sergah Arcell. Antonio menatap putranya bertanya.
“James saya juga mau pistol, ambilkan untuk saya,” ujar Arcell meminta James mengambil pistol untuknya.
Setelah pistol berada di tangan keduanya. Mereka bersiap untuk menembak sepuluh orang laki-laki dan satu orang wanita yang menjadi bos dari kesebelas lelaki tersebut.
‘CUIH’ Arcell meludah pada wanita yang bicara menjijikan pada daddynya.
“Bermimpi sajalah kau wanita busuk! Wanita busuk seperti kau mau menjadi ibu sambung saya menggantikan mommy tercintaku. Jangan harap, lebih baik kau ke neraka saja,” kata Arcell kejam sambil memukulkan pistol ke kepala Clara dengan kuat.
“Mau menjadi istri saya, melihat kau saja saya tidak sudih. Saya terpaksa kesini, karena kau harus benar-benar mati ditangan saya,” sambung Antonio berkata kejam sama seperti Arcell.
“HAHA uhuk uhuk.” Clara tertawa dan terbatuk-batuk.
Duarr...
Duarr...
Duarr...
Tiga kali tembakan yang dilakukan Antonio dan Arcell bergantian pada tubuh Clara hingga baju wanita berlumuran darah tidak berbentuk lagi. Begitupun dengan komplotan, Antonio dan Arcell melakukan hal yang sama pada kesepuluh laki-laki yang terikat.
Antonio menyunggingkan senyumnya melihat kematian Clara ditangannya. Padahal ada satu orang lagi yang belum tertangkap, wanita yang membantu Clara. Wanita terbang ke luar negeri untuk bersembunyi semantara sampai waktu pas.
“Urus mayat mereka semua,” titah Antonio pada James.
Handphone di saku celana Arcell berdering, melihat nama Eduard sang bodyguard langsung saja pria itu mengangkatnya.
“Ada apa?” Tanya Arcell.
“Ini tuan muda, nona Alesha mencari tuan Antonio. Nona sempat turun, ketika tidak melihat keberadaan tuan Antonio, nona kembali lagi ke kamar mengurung diri, kamarnya juga di kunci tuan. Nona juga belum menyentuh makanan di meja makan yang sudah disiapkan oleh nanny nona Alesha.” Ujar Eduard menjelaskan melalui telpon.
“Eduard berjagalah depan kamar Alesha. Dengarkan apa ada suara lemparan barang, Saya takut Alesha mengamuk kembali...” titah Arcell.
“Baik tuan saya akan berjaga di depan kamar nona..”
Sambungan telpon berakhir...
*“Dad*, kita harus pulang sekarang. Princess tidak menyentuh sarapan dan malah mengurung diri di kamar...” tukas Arcell.
“Mengapa princess tidak menyentuh makanannya Arcell?”
“Princess mencari dad. Mungkin dia mau makan saat ada daddy...”
“Sekarang kita pulang,” ajak Antonio.
...****************...
Guys! Ayo guys join grup chat antiloversn!!!
Guys baca karya baru aku yuk judulnya "YOU'RE MINE, SERRA"
Follow ig aku yuk guys : @dianti2609
Bersambung. . .
Follow juga ya!!
Like, comennt, rate 5. jangan lupa gifts+vote nya.
Terimakasih💓